|  
 

Pantau Kelayakan Hewan Qurban

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan daging qurban Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sidak hewan qurban yang dipimpin oleh Plh Sekda Achmad Sudiyanto. Sidak di beberapa titik antara lain di Lapangan Jati, Jalan Slamet Riyadi dan di Kelurahan Sumber Wetan. 

Sidang pada Rabu (30/8) itu gabungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdaganagan dan Perindustrian (DKUPP), Majelis Ulama Indonesia (MUI)  dan Sat Pol PP.

Sukarning Yuliastuti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan beberapa minggu yang lalu. Namun pihaknya belum menemukan tanda tanda tertentu mengenai penyakit yang perlu mendapat perhatian. Hanya beberapa kambing di Jalan Slamet Riyadi yang kurang sehat dan sudah mendapat suntikan nutrisi.

“Pemeriksaan hewan kurban meliputi pengecekan bulu, selaput mata, dan gigi. Selain itu, suhu tubuh hewan dan memantau keaktifan hewan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menanggulangi adanya penyakit menular, sebelum hewan disembelih, dan usia hewan juga variatif, mulai usia satu tahun sampai tiga tahun.,” ujarnya.

Plh Sekda Achmad Sudiyanto mengungkapkan, dalam rangka memberikan kenyamanan dan kualitas baik, kambing harus sehat yang akan diberikan nanti kepada masyarakat. Ini juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar berhati hati hati dalam membeli dan memilih hewan kurban yang akan dibeli, harus sesuai dengan hukum islam.

Sekda juga mengimbau kepada penjual agar tidak menjual kambing yang belum layak jual.  “Jika tetap menjual kambing tersebut akan diangkut oleh Satpol PP, karena kami ingin memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu, KH. Dhofir Damyati, Ketua Komisi Fatwa MUI menjelaskan ketentuan pembelian kambing harus memenuhi syarat islam yaitu jika kambing sudah berumur minimal 1 tahun sudah pupak, sehat  tidak sakit.

“Untuk penyembelihan hewan qurban harus 1 kali sembelih, pastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan atau dua urat leher telah dipotong, dilarang mematahkan leher sebelum hewan tersebut benar benar mati, hewan harus menghadap kekiblat, baca takbir, baca sholawat,” imbuhnya.

Salah satu pedagang yang dikunjungi mengungkapkan harga hewan qurban yang ia  jual yang berkisar antara Rp 1,7 Juta sampai Rp 3,5 Juta tergantung usia dan jenis hewan kurban tersebut. (mita/humas)

Thursday, 31 August 2017

Budaya Lokal Tampilan Utama Semipro 2017

Semipro ke-9 Tahun 2017 resmi dibuka Wali Kota Rukmini semalam (28/8) di Alun-alun Kota Probolinggo. Sesuai dengan temanya, Lokal Berbudaya, acara pembukaan Semipro tahun ini menampilkan seni budaya lokal dengan memberdayakan putra-putri daerah. Acara pembukaan semipro dihadiri tamu istimewa yakni Kepala Bakorwil di Jember, Tjahjo Widodo.

Di awal acara, para tamu undangan dihibur dengan kolaborasi unik tarian jaran bodhag, glipang, dan tari lengger. Seakan tak mau kalah, Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo juga turut berpartisipasi dengan menampilkan peragaan busana batik khas Kota Probolinggo.

Ketua Panitia Semipro Agus Efendi menyatakan semipro kali ini memang lebih menonjolkan budaya lokal dengan memberdayakan seniman lokal pula. Secara keseluruhan, semipro tahun ini bakal menyuguhkan 41 jenis kegiatan mulai dari olahraga, olahraga prestasi, festival hingga pameran produk unggulan.

Sebelum pembukaan, giat pra semipro telah rampung digelar sejak tanggal 8 – 25 Agustus. Untuk acara inti, semipro digelar seminggu mulai tanggal 28 – 4 September. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semipro digelar bersamaan dengan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo Ke-658.

“Untuk pawai budaya, ada 45 peserta dan hampir semuanya menampilkan budaya lokal dan yang tampil nantinya adalah putra-putri daerah juga. Daerah lain yang berpartisipasi di pawai hanya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang dan Sleman,” jelas Agus.

Dalam sambutannya, Wali Kota Rukmini menyatakan bahwa gelaran semipro adalah milik rakyat Kota Probolinggo, sesuai dengan tema yang diusung yakni Lokal Berbudaya.

“Untuk Semipro Ke-9 ini, kami mengusung tema Lokal Berbudaya. Tema tersebut merupakan semangat kita bersama untuk mengangkat budaya Kota Probolinggo agar kembali dipahami dan digemari oleh masyarakat,” ujar Rukmini.

Menurutnya, budaya lokal merupakan sebuah kearifan para leluhur kita yang harus kembali dipedomani masyarakat. Kearifan lokal bisa dijadikan panduan budaya bagi masyarakat untuk kembali membangun Kota Probolinggo yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bakorwil Jember, Tjahjo Widodo menyambut baik digelarnya semipro tahun ini terutama dengan diusungnya tema lokal berbudaya. Menurutnya, ini merupakan upaya yang sangat baik di saat budaya lokal mulai terkikis.

“Sungguh tepat Wali Kota Probolinggo menggelar Semipro dengan mempromosikan kembali budaya lokal. Saat ini, dunia tengah mengalami resesi hingga beberapa persen. Pemberdayaan UKM yang ada di semipro merupakan langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutur Tjahjo.

Di akhir sesi pembukaan Semipro 2017, Kumayl Mustafa Daood, vokalis grup musik Debu tampil menghibur masyarakat Kota Probolinggo. Pria yang telah resmi jadi WNI sejak 2011 ini menyanyikan beberapa lagu religi khusus untuk warga Kota Probolinggo. Sebelumnya grup musik religi Padang Howo ikut mengisi acara. (alfienhandiansyah/humas)

Tuesday, 29 August 2017

Tanggapan Wali Kota Atas PU Fraksi DPRD

dewwanSetelah sebelumnya, Jum’at (18/8) wali kota menyampaikan nota penjelasan terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Probolinggo Tahun 2016. Kemarin (21/8) tiba saatnya wali kota menjawab pemandangan umum fraksi – fraksi terhadap pembahasan raperda.  

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan melalui tanggapan, imbauan, saran dan permintaan penjelasan tersebut. Ia mengaku merasa makin mendapat dorongan dan semangat dalam menjalankan tugas – tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Rukmini menjelaskan terkait tidak tercapainya penyerapan anggaran belanja secara maksimal pada tahun 2016 yakni anggaran belanja daerah sebesar 80,75 persen. Hal ini sebagian terbesar berasal dari anggaran belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum.

Rukmini juga menjelaskan terkait belanja modal  Dinas Pendidikan yang hanya tercapai sebesar  17,10% pada fungsi urusan wajib pendidikan. Dan, dapat dijelaskan bahwa sebagian besar anggaran belanja modal pada urusan wajib bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan dan insentif daerah (DID) yang dalam pelaksanaannya diatur tersendiri berdasarkan petunjuk teknis. 

“Bukan tanpa alasan keterlambatan turunnya juknis memang tidak dapat dipungkiri merupakan faktor penyebab utama diluar kendali pemerintah daerah, dimana jika terdapat SILPA, perlu adanya penyesuaian penganggaran yang sedianya harus dilakukan melalui mekanisme APBD pada tahun anggaran berikutnya,” jelas wali kota. 

Hal ini, lanjut Rukmini, berakibat belanja modal pada program/kegiatan pekerjaan fisik, sebagian besar dimungkinkan tidak terealisasi karena waktu untuk pelaksanaan pekerjaan tidak mencukupi. 

“Belum maksimalnya realisasi anggaran belanja terdapat faktor – faktor lainnya yaitu efisiensi dari pelaksanaan kegiatan masing – masing OPD yang secara keseluruhan jumlahnya cukup signifikan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Rukmini mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setulus – tulusnya karena semua fraksi telah menyatakan persetujuannya terhadap rancangan peraturan daerah untuk dibahas lebih lanjut melalui mekanisme berikutnya.

Rapat paripurna di ruang sidang utama yang dipimpin oleh Wakil  Ketua DPRD Zulfikar Himawan  ini dihadiri oleh 24 anggota DPRD, para kepala OPD, dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. (mita/humas)

Tuesday, 22 August 2017

Gelar SPK Episode 3, Wali Kota Launching Logo Semipro

spkPemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Semarak Pagi Kecamatan (SPK). Sesuai rencana, seperti tahun-tahun sebelumnya akan ada lima kali gelaran serupa. Masing-masing Kecamatan akan mendapatkan satu kali kesempatan menggelar SPK di wilayahnya. Minggu (6/8) merupakan episode ke-3, di mana Kecamatan Kedopok berkesempatan melaksanakannya di ruas jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor. 

Wali Kota Rukmini menegaskan SPK merupakan kegiatan unggulan Pemerintah Kota Probolinggo. “SPK akan selalu dilaksanakan. Ini adalah program unggulan Pemkot. SPK salah satu kesempatan bagi masyarakat Kota Probolinggo untuk memasarkan hasil produknya. Mungkin ada masyarakat kita yang punya produk baru, ya di sinilah kesempatan untuk mengenalkan lebih luas produk masyarakat itu,” ujar Wali Kota saat membuka SPK episode ke-3 itu.

Terkait dengan akses terhadap pasar, Rukmini meyakini itu sebagai salah satu masalah yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil (UMK). “Keberhasilan pelaku UMK akan berdampak positif terhadap perekonomian warga. Sayangnya, akses terhadap pasar masih menjadi kendala bagi mereka, selain permodalan tentunya. Nah SPK ini salah satu jalan keluar yang ditawarkan Pemkot untuk mengakses pasar bagi produk UMK. Selain itu saya sangat mendukung koperasi-koperasi berkembang dengan baik di Kota Probolinggo, agar pelaku UMK bisa mendapatkan modal usahanya,” tegas Rukmini.

Ketua panitia SPK, Gatot Wahyudi mengungkapkan maksud dari kegiatan SPK. “SPK ini dimaksudkan untuk menggerakkan sektor riil UMK dan Koperasi di Kota Probolinggo. Salah satu tujuannya adalah untuk mempercepat arus informasi pembangunan kepada masyarakat Kota Probolinggo. Kali ini ada ada 49 stan yang ikut, di antaranya 32 stan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), 7 stan dari swasta, 5 stan dari UMK, dan 5 stan dari sekolah,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Probolinggo itu. 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga meresmikan penggunaan logo Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO) 2017. Kali ini, Pemerintah Kota Probolinggo mengusung Jaran Bodhag sebagai logo. Jaran Bodhag sendiri merupakan warisan seni dan budaya masyarakat Kota Probolinggo yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional oleh               Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (abdurhamzah/humas).

Monday, 07 August 2017

Kirab Prestasi Kota Probolinggo

kirabPagi tadi (4/8) Wali Kota Probolinggo Rukmini bersama seluruh elemen masyarakat mengikuti kirab atas diraihnya sederet penghargaan. Diantaranya penghargaan Adipura ke 11, penghargaan yang berhasil dipertahankan secara beturut-turut oleh Pemerintah Kota Probolingo. 

Kirab kendaraan dimulai dari depan pabrik kecap Jalan Soekarno Hatta dan berakhir di lapangan Yon Zipur. Kemudian acara dilanjutkan dengan apel.

Peserta apel terdiri dari anggota Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, karyawan-karyawati Pemkot, pasukan cikrak DLH (Dinas Lingkungan Hidup), para kepala sekolah dan siswa-siswi perwakilan penerima Adiwiyata 2017. 

Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Agus Rudiyanto Gafur, Sekda Bambang Agus Suwignyo, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pimpinan Bank Jatim, para asisten, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), serta camat dan lurah se Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, walikota menyampaikan kirab ini sebagai ungkapan rasa syukur dan memperlihatkan kepada masyarakat wujud piala Adipura yang sudah diraih berturut-turut selama 11 tahun. Penghargaan lain yang ikut dikirab adalah piala penghargaan Kota Layak Anak, penghargaan Pastika Parahita, piala penghargaan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dan piala Adiwiyata Mandiri.

“Dengan begitu, masyarakat tahu (prestasi), segala penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kota Probolinggo adalah hasil kerjasama antara pemkot dengan masyarakat. Dengan begitu kita sama-sama akan menjaga dan mempertahankan kebersihan terutama lingkungan hidup menuju Probolinggo lebih baik,” tegasnya. 

Serah terima piala penghargaan pun dilakukan oleh Wali Kota Rukmini. Ia menyerahkan piala Adipura ke Ketua DPRD, oleh Ketua DPRD diberikan ke Kepala DLH Tutang Heru Aribowo. Penghargaan KLA diberikan ke Kepala Bappeda dan Litbang Budiono Wirawa, sedangkan penghargaan Pastika Parahita diseragkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Ninik Subowati.

Piala penghargaan TPID juga diserahkan Rukmini ke Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Nelly Hindi Astuti, serta Piala Adiwiyata diserahkan kepada Kepala Sekolah MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2, Kepala Sekolah SMPN 7, Kepala SDN Sukabumi 2, dan Kepala SDN Kedungasem 4.

Piala-piala tersebut kemudian di kirab dengan berjalan kaki di sepanjang Jl Soekarno Hatta. Dari lapangan Yon Zipur ke kantorwali kota Jl Panglima Sudirman. Di sepanjang jalan yang dilintasi kirab banyak murid dan masyarakat yang menanti iringan wali kota lewat. Mereka begitu antusias. Sambil membawa bendera merah putih, mereka berteriak menyambut rombongan. (malinda/humas)

Friday, 04 August 2017

Ayo Ajak Buah Hati Imunisasi Campak dan Rubella!

Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran napas yan disebabkan oleh virus campak dan rubella. Anak – anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tertular penyakit ini.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Menyikapi penanganan virus ini, Pemerintah Kota Probolinggo dalam hal ini Dinas Kesehatan akan melakukan kegiatan imunisasi campak rubella atau biasa dikenal Measles Rubella (MR. Di Kota Probolinggo ada 59.533 anak yang akan diimunisasi mulai Agusus sampai September mendatang. 

“Disampaikan, 59.533 anak tersebut, tidak hanya balita saja, namun juga remaja. Dimulai sejak umur 9 bulan - umur 15 tahun”, ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Joesminingsih.

Menurutnya, pemberian vaksin MR ini akan dilakukan serentak pada bulan Agustus hingga September. Bagi anak atau pelajar dilaksanakan di sekolah – sekolah  (PAUD – SMP/sederajat) pada bulan Agustus, sedangkan bagi balita akan diberikan mulai September di posyandu atau puskesmas. 

Untuk tenaga pelaksana kegiatan ini sebanyak 136 orang terdiri dari dokter dan perawat, dan akan ada supervisi sebanyak 37 orang. “Ssasaran imunisasi campak dan rubella adalah target minimum 95% dapat terakomodir,” tegas Joesminingsih. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Wali Kota Probolinggo Rukmini mengimbau masyarakat agar waspada terhadap campak rubella. “Penyakit ini (campak dan rubella) tidak ada pengobatannya, namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi vaksin MR,” ujarnya. 

Ia berharap. Melalui vaksin ini tidak ada anak-anak atau warga Kota Probolinggo yang kena campak rubella. “Vaksin ini sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan secara gratis. “Segera imunisasi buah hati anda dan pastikan imunisasi campak lebih dari sekali,” tegas Rukmini. (umimiftah/humas)

Monday, 31 July 2017

Tenaga Kontrak dan PTT Bakal Didaftarkan BPJS

Wali Kota Probolinggo Rukmini menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Komunikasi Kepentingan Umum di ruang transit kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (31/7). Forum ini merupakan wadah komunikasi bagi BPJS Kesehatan Wilayah Pasuruan dengan Wali Kota Rukmini dan sejumlah OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Rukmini didampingi sejumlah kepala OPD termasuk Sekda Bambang Agus Suwignyo, Kadinkes Ninik Ira Wibawati, Kadisnaker Wahono Arifin, Kadispendukcapil Tartib Goenawan serta pejabat terkait. Sementara itu, BPJS Kesehatan Pasuruan diwakili oleh Kepala BPJS Pasuruan Debbie Dianta didampingi sejumlah stafnya.

Beberapa topik dibahas dalam pertemuan kali ini. Salah satunya ialah tentang presentase jumlah peserta BPJS di wilayah Kota Probolinggo. Debbie menyatakan jumlah peserta BPJS telah mengalami peningkatan dalam beberapa kurun waktu terakhir.

“Hingga saat ini jumlah peserta BPJS di Kota Probolinggo mencapai 182.105 peserta atau 76,21% dari jumlah populasi yang ada. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan wali kota dalam meningkatkan jumlah peserta BPJS yakni dengan mengeluarkan surat edaran tentang optimalisasi keikutsertaan BPJS,” terang Debbie.

Debbie berharap agar target 100% peserta dapat tercapai pada 1 Januari 2019 nanti. Oleh karena itu, ia berharap agar pemkot setempat dapat terus mendukung upaya ini dengan mendaftarkan pegawai kontrak dan pegawai tidak tetap (PTT) dalam BPJS nantinya.

Rukmini menyatakan kesiapannya untuk mendukung hal tersebut. Menurut Rukmini upaya untuk mendaftarkan tenaga kontrak dalam BPJS bakal terealisasi di tahun 2018. “Untuk tahun 2018, tenaga kontrak sudah kita siapkan untuk mendaftarkan diri di BPJS. Insyaallah gaji tenaga kontrak sudah sesuai UMK dan biaya untuk BPJS akan diambil dari gaji tersebut, bukan dari APBD,” terang Rukmini.

Selain itu, Debbie mengatakan bahwa pihaknya akan mendata ulang peserta yang hingga kini sering menunggak biaya BPJS tiap bulannya. Menurutnya jika memungkinkan peserta tersebut akan dimasukkan pada Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

Rukmini menyatakan bahwa hal tersebut harus dicek terlebih dahulu karena tidak serta merta mereka yang menunggak bisa dimasukkan PBI APBD. “Itu (yang nunggak) harus dicek dulu. Apakah mereka itu malas membayar atau memang benar-benar tidak mampu. Bisa-bisa mereka sebenarnya berkecukupan hanya saja malas membayar. Jadi jangan langsung dimasukkan PBI APBD,” jelas Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

Monday, 31 July 2017

Wali Kota Berangkat Relawan PMI

pmi

Sebanyak 40 personil Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo dilepas oleh Wali Kota Rukmini untuk mengikuti Temu Karya Relawan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, Kamis (20/7). Pelepasan Kontingen tersebut disaksikan oleh sekda, kepala OPD, camat dan lurah bertempat di halaman PMI setempat.

Ketua PMI Indi Eko Yanuarto menjelaskan,bahwa kontingen yang akan mengikuti Temu Karya Relawan Tingkat Provinsi Se Jawa Timur dilaksanakan di Bendungan Serut Kabupaten Blitar pada 25-31 Juli mendatang. Relawanasal Kota Mangga akan berkompetisi dengan 38 kota/ kabupaten se-Jawa Timur, untuk menampilkan kreasi dan keahliannya untuk membanggakan Kota Probolinggo. 

“Saya berterimakasih kepada ibu wali kota atas apresiasinya yang telah menempatkan gedung pemberdayaan manusia menjadi kantor Unit DonorDarah (UDD). Setidaknya akan menjadi awal langkah kita bagaimana lebih merevitalisasi peran donor darah bisa lebih terlihat  dan nampak di masyarakat terutama di wilayah Kota Probolinggo. Dengan adanya kantor UDD ini akan timbul relawan-relawan, salah satu dari kami yang menjadi relawan adalah para pendonor,”kata Indi. 

Indi menjelaskan, donor darah di PMI Kota Probolinggo sudah di atas rata-rata dari jumlah 2% jumlah usia produktif. “Kita sudah nomor 4 se-Jawa Timur. Ini jadi motivasi kita bagaimana masyarakat Kota Probolinggo bisa memanfaatkan UDD,”tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini berharap relawan yang berangkat mudah-mudahan akan berhasil dan mendapatkan yang terbaik. “Saya berharap kiprah PMI di Kota Probolinggo dalam misi kemanusiaan akan meningkat,”tuturnya. (Noviati/Humas)

Friday, 21 July 2017

Atase Konjen Amerika Temui Wali Kota

pawai

Di sela kemeriahan Pawai Budaya Nusantara Apeksi di Kota Malang, Rabu (19/7), Wali Kota Probolinggo Rukmini bertemu tamu istimewa. Ialah Atase Politik dan Ekonomi Konjen Amerika Andrew Kelly. Ini adalah pertemuan pertama keduanya sebelum Andrew berencana berkunjung ke Kota Probolinggo pekan depan. 

Andrew Kelly yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini baru empat minggu menduduki jabatan barunya di Konjen Amerika, yang berkantor di Surabaya. “Ini adalah agendanya (Andrew), bertemu dengan wali kota untuk perkenalan sekaligus mungkin bisa menggali potensi untuk bekerjasama,” ujar staf Atase Politik Ekonomi Charlly Raya. 

Siang itu, Andrew didampingi dua stafnya Charlly Raya dan Jessica Indahrini. Charlly menjelaskan, pimpinannya itu punya wilayah Indonesia Timur, jadi selain Kota Probolinggo pihaknya bakal sowan ke beberapa kepala daerah. 

“Kunjungan nantinya untuk menjalin komunikasi, dan melihat potensi kerjasama bisa kami lakukan dengan pemerintah daerah di berbagai bidang misalnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” imbuh Charlly. Kerjasama yang dimaksud dan telah dilaksanakan adalah training program hingga pertukaran pelajar. 

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo yang mendampingi Wali Kota Rukmini saat pertemuan awal itu menjelaskan, pada intinya wali kota siap menerima kunjungan Andrew Kelly ke Kota Probolinggo. “Kami mengagendakan pertemuan secara dinas insyaallah minggu depan,” ujar asisten. (famydecta/humas)

Thursday, 20 July 2017

Wali Kota Me-launching Sipadu Online

Wali Kota Probolinggo Rukmini melaunching sekaligus menyosialisasikan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (SiPadu) Secara Online, Kamis (8/6), di Puri Manggala Bhakti. Program ini merupakan inovasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM - PTSP) Kota Probolinggo. 

Kegiatan ini dihadiri Sekda Bambang Agus Suwigyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para lurah dan para peserta sosialisasi.

Kepala DPM – PTSP, Paeni Efendi mengatakan maksud  diadakan kegiatan online ini untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Kota Probolinggo dalam memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat secara cepat, sederhana dan transparan dengan memanfaatkan teknologi Informasi dan telekomunikasi dalam penyelenggaraan layanan masyarakat. 

“Kegiatan ini juga sebagai penguatan program pelaksanaan  E-Government yang sudah dilaksanakan pemkot mulai tahun 2015 sampai dengan sekarang, untuk menjadikan Kota Probolinggo sebagai Smart City,” ujarnya.

Wali Kota Rukmini menekankan kepada segenap OPD terkait secara teknis untuk konsisten mendukung sistem online ini. Dalam melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan kepada masyarakat sesuai kewenangan yang melekat pada OPD. 

Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya diatur dalam perwali, sehinggga apabila hal tersebut dilaksanakan dengan baik, maka akan menjadikan Kota Probolinggo sebagai kota dengan pelayanan publik terbaik setelah Kota Surabaya bisa terwujud.

“Saya ingin Pemerintah Kota Probolinggo selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan agar setiap OPD memiliki inovasi untuk melayani masyarakat,” paparnya.

Rukmini juga berharap program ini berjalan lancar dan sukses, serta masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan baik. “Karena dengan program ini jangka waktu untuk proses 1 izin pelayanan memakan waktu 14 hari kerja bisa dipangkas menjadi 1 hari saja,” tutupnya. (umimifta/humas)

Thursday, 08 June 2017
Page 97 of 102

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu