|  
 

Perputaran Ekonomi Capai Ratusan Juta

Tanggal 4 September lalu, rampung sudah gelaran Semipro 2017. Berdasarkan catatan panitia, perputaran ekonomi dari berbagai sektor selama seminggu (28 Agustus – 4 September) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini membuktikan keberadaan Semipro tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah semata tetapi juga aspek lainnya. 

Seperti yang disampaikan Ketua Semipro 2017 Agus Efendi, even Semipro mampu memberikan dampak berganda di berbagai sektor. Seperti omzet 395 PKL (Pedagang Kaki Lima) yang terdiri dari lesehan 315 orang dengan asumsi pendapatan sebesar Rp 400 ribu per hari atau Rp 126 juta seminggu. Sedangkan sebanyak 80 peserta menggunakan tenda, asumsi pendapatan Rp 700 ribu per hari atau Rp 56 juta per minggunya. 

Untuk omzet kuliner etnis di sisi barat Alun-alun dengan jumlah peserta mencapai 30 orang, asumsi pendapatan mencapai Rp 63 juta selama seminggu. Berbeda dengan tenda dome pada pameran produk unggulan dan UKM dengan jumlah Rp 50 peserta, asumsi pendapatannya Rp 58 juta per hari atau sekitar Rp 350 juta sepekan.

Di tenda kerucut dengan jumlah 48 peserta omzet senilai Rp 4.207.056.000 selama seminggu. Sementara itu, total PAD dari parkir kendaraan roda dua di area Alun-alun selama seminggu mencapai Rp 6.595.000. Di pawai budaya pendapatan parkir saja sekitar Rp 1,2 juta. Ditambah Rp 20 juta dari jasa perhotelan, property acara, sanggar seni, transportasi, makanan, dekorasi, EO dan salon rias. 

“Selaras dengan pertumbuhan ekonomi sektor riil sesuai dengan misi kedua wali kota yaitu pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kompetitif dan berkelanjutan. Dan, misi kelima pemberdayaan potensi kearifan lokal budaya menjadi destinasi wisata,” tegas Agus Efendi. 

“Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya wali kota, FKPD, MUI, PCNU, pihak keamanan dan DMR Production, Kapal Api, Bank Jatim, BNI, Mandiri, BCA, BRI, PT Djarum Tbk, BJBR , RS Dharma Husada, Le Mineral dan sponsor lain atas partisipasi dan kerjasamanya sehingga penyelenggaraan Semipro berjalan engan sukses, tertib, aman dan lancar,” sambung Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata ini dalam laporannya. 

Closing ceremony Semipro 2017 berlangsung sederhana ketimbang tahun sebelumnya. Konsep ini sesuai tema Semipro “Lokal Berbudaya”. Diawali tari Remo yang dibawakan penari Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) dilanjut tampilan teaterikal “Pelangi Jingga Kemanusiaan” yang menceritakan aksi kemanusiaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo. Aksi ini merupakan bentuk dukungan untuk segera disahkannya RUU Kepalangmerahan. 

Malam itu, Wali Kota Rukmini juga menyerahkan hadiah lomba stand UMKM terbaik. Juara pertama diraih Kadin Kota Kediri (lemari es dan DP hari plus Rp 5 juta), juara kedua Dinas Perikanan Kota Probolinggo (lemari es dan DP haji plus Rp 5 juta, juara ketiga Kedai Kelor Kota Probolinggo (mesin cuci dan DP umroh Rp 3,5 juta). Sementara juara harapan I Kadin Kabupaten Banyuwangi (sepeda dan DP umroh Rp 3,5 juta) dan juara harapan II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo (DP umroh Rp 3,5 juta dan dispenser). 

Wali kota mengagumi penampilan teaterikal PMI malam itu. Ia bangga karena anak muda dapat berperanserta dalam membangun kota dan ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah. “Sehingga layak jika Kota Probolinggo menjadi kota layak anak,” terangnya. 

Semipro 2017, kata Rukmini, adalah upaya bagaimana pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM. Karena dampak ekonominya dapat dirasakan baik oleh tukang parkir hingga pelaku seni. 

“Semipro memfasilitasi sanggar-sanggar seni lokal untuk berkreativitas, disamping pemkot juga meberikan anggaran kepada kelompok-kelompok seni. Tahun ini Semipro tidak ada karapan sapi merah, saya berharap karapan sapi merah dapat dilaksanakan bisa di luar jadwal Semipro agar paguyuban tidak kecewa,” pesannya. 

Rukmini juga mengucapkan terimakasih kepada etnis Tionghoa dan Arab yang telah berpartisipasi dalam Semipro dan selalu menyajikan penampilan seni yang spektakuler. “Meskipun ada yang memandang Semipro sebelah mata, tetapi buktinya masih banyak masyarakat yang tertarik dengan Semipro dengan datang ke Alun-alun setiap malam,” tuturnya. (famydecta/humas) 

Wednesday, 06 September 2017

MASYARAKAT PROBOLINGGO MANGAN BARENG WALI KOTA

Ada nuansa yang berbeda dari kegiatan Apel Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke 658. Setelah apel, acara dilanjutkan Mangan Bareng Wali Kota dengan masyarakat Probolinggo. Sekitar lima puluh tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) berjajar rapi mulai dari depan Kantor Wali Kota hingga depan Rumah Dinas Wali Kota di Jl. P. Sudirman, Senin (4/9).

Berbagai menu makanan disajikan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sponsor seperti soto, bakso, rawon, nasi jagung, tahu campur, gado-gado dan sebagainya. Diskominfo ikut meramaikan acara dengan menghadirkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Soto Lamongan. Sajian Soto Lamongan dari Diskominfo ramai dinikmati mulai dari abang tukang becak, tukang sapu, pemulung, pedagang keliling, pedagang kerupuk, satpam, guru, polisi hingga pegawai. (fer)

Tuesday, 05 September 2017

Pawai Budaya Puncaki Gelaran Semipro

Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2017 telah mencapai puncaknya. Menjelang sehari sebelum ditutupnya semipro, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Pawai Budaya Nusantara, Minggu (3/9). Pawai budaya ini menjadi salah satu ikon ajang tahunan ini. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rute pawai kali ini cukup pendek. Start pawai dimulai dari Jalan Suroyo (depan Bulog) dan peserta diarak ke arah selatan hingga akhirnya mencapai finish di depan Kantor Wali Kota Probolinggo. Tak ayal, masyarakat yang selalu antusias dengan gelaran pawai ini memadati jalur pawai dan tak sedikit pula yang akhirnya menembus pagar pembatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga setempat, Moch Maskur menyampaikan bahwa pawai budaya bertujuan untuk menghibur seluruh masyarakat Kota Probolinggo sekaligus melestarikan budaya lokal sehingga masyarakat semakin mencintai budayanya sendiri. Uniknya, dalam menyampaikan laporannya, Maskur menggunakan bahasa Madura yang memang menjadi salah satu ciri khas budaya Kota Probolinggo.

“Se kapeng duek, pawai nekah endik maksod sopajeh meningkatkan hasil (pendapatan) masyarakat Kota Probolinggo karena benyak oreng juelen ampon padeh laris sedejeh,” tutur Maskur berbahasa Madura. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini dalam sambutannya menyatakan bahwa pawai budaya ini merupakan puncak dari gealran Semipro. Pada gelaran ini, Rukmini menyebutkan pihaknya ingin menampilkan budaya lokal yang ada di Kota Probolinggo sehingga masyarakat tidak melupakan budayanya sendiri.

“Berbagai gelaran kita tampilkan di Semipro tahun ini termasuk Kerapan Sapi Brujul dan Kerapan Kambing. Inilah ciri khas Kota Probolinggo. Seluruh agenda semipro tak lain adalah untuk menghibur seluruh masyarakat,” tutur Rukmini.

Sesuai dengan tema semipro tahun ini, “Lokal Berbudaya”, gelaran pawai budaya memaksimalkan budaya lokal yang ada. Keseluruhan, 46 peserta berpartisipasi dalam pawai tahun ini. Hanya 3 peserta saja yang berasal dari luar kota, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Probolinggo. Sementara sisanya merupakan peserta dari SKPD se-Kota Probolinggo dengan menampilkan suguhan budaya lokal dan dipersembahkan oleh putra-putri daerah Kota Probolinggo. (alfienhandiansyah/humas)

Monday, 04 September 2017

Pantau Kelayakan Hewan Qurban

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan daging qurban Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sidak hewan qurban yang dipimpin oleh Plh Sekda Achmad Sudiyanto. Sidak di beberapa titik antara lain di Lapangan Jati, Jalan Slamet Riyadi dan di Kelurahan Sumber Wetan. 

Sidang pada Rabu (30/8) itu gabungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdaganagan dan Perindustrian (DKUPP), Majelis Ulama Indonesia (MUI)  dan Sat Pol PP.

Sukarning Yuliastuti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan beberapa minggu yang lalu. Namun pihaknya belum menemukan tanda tanda tertentu mengenai penyakit yang perlu mendapat perhatian. Hanya beberapa kambing di Jalan Slamet Riyadi yang kurang sehat dan sudah mendapat suntikan nutrisi.

“Pemeriksaan hewan kurban meliputi pengecekan bulu, selaput mata, dan gigi. Selain itu, suhu tubuh hewan dan memantau keaktifan hewan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menanggulangi adanya penyakit menular, sebelum hewan disembelih, dan usia hewan juga variatif, mulai usia satu tahun sampai tiga tahun.,” ujarnya.

Plh Sekda Achmad Sudiyanto mengungkapkan, dalam rangka memberikan kenyamanan dan kualitas baik, kambing harus sehat yang akan diberikan nanti kepada masyarakat. Ini juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar berhati hati hati dalam membeli dan memilih hewan kurban yang akan dibeli, harus sesuai dengan hukum islam.

Sekda juga mengimbau kepada penjual agar tidak menjual kambing yang belum layak jual.  “Jika tetap menjual kambing tersebut akan diangkut oleh Satpol PP, karena kami ingin memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu, KH. Dhofir Damyati, Ketua Komisi Fatwa MUI menjelaskan ketentuan pembelian kambing harus memenuhi syarat islam yaitu jika kambing sudah berumur minimal 1 tahun sudah pupak, sehat  tidak sakit.

“Untuk penyembelihan hewan qurban harus 1 kali sembelih, pastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan atau dua urat leher telah dipotong, dilarang mematahkan leher sebelum hewan tersebut benar benar mati, hewan harus menghadap kekiblat, baca takbir, baca sholawat,” imbuhnya.

Salah satu pedagang yang dikunjungi mengungkapkan harga hewan qurban yang ia  jual yang berkisar antara Rp 1,7 Juta sampai Rp 3,5 Juta tergantung usia dan jenis hewan kurban tersebut. (mita/humas)

Thursday, 31 August 2017

Budaya Lokal Tampilan Utama Semipro 2017

Semipro ke-9 Tahun 2017 resmi dibuka Wali Kota Rukmini semalam (28/8) di Alun-alun Kota Probolinggo. Sesuai dengan temanya, Lokal Berbudaya, acara pembukaan Semipro tahun ini menampilkan seni budaya lokal dengan memberdayakan putra-putri daerah. Acara pembukaan semipro dihadiri tamu istimewa yakni Kepala Bakorwil di Jember, Tjahjo Widodo.

Di awal acara, para tamu undangan dihibur dengan kolaborasi unik tarian jaran bodhag, glipang, dan tari lengger. Seakan tak mau kalah, Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo juga turut berpartisipasi dengan menampilkan peragaan busana batik khas Kota Probolinggo.

Ketua Panitia Semipro Agus Efendi menyatakan semipro kali ini memang lebih menonjolkan budaya lokal dengan memberdayakan seniman lokal pula. Secara keseluruhan, semipro tahun ini bakal menyuguhkan 41 jenis kegiatan mulai dari olahraga, olahraga prestasi, festival hingga pameran produk unggulan.

Sebelum pembukaan, giat pra semipro telah rampung digelar sejak tanggal 8 – 25 Agustus. Untuk acara inti, semipro digelar seminggu mulai tanggal 28 – 4 September. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semipro digelar bersamaan dengan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo Ke-658.

“Untuk pawai budaya, ada 45 peserta dan hampir semuanya menampilkan budaya lokal dan yang tampil nantinya adalah putra-putri daerah juga. Daerah lain yang berpartisipasi di pawai hanya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang dan Sleman,” jelas Agus.

Dalam sambutannya, Wali Kota Rukmini menyatakan bahwa gelaran semipro adalah milik rakyat Kota Probolinggo, sesuai dengan tema yang diusung yakni Lokal Berbudaya.

“Untuk Semipro Ke-9 ini, kami mengusung tema Lokal Berbudaya. Tema tersebut merupakan semangat kita bersama untuk mengangkat budaya Kota Probolinggo agar kembali dipahami dan digemari oleh masyarakat,” ujar Rukmini.

Menurutnya, budaya lokal merupakan sebuah kearifan para leluhur kita yang harus kembali dipedomani masyarakat. Kearifan lokal bisa dijadikan panduan budaya bagi masyarakat untuk kembali membangun Kota Probolinggo yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bakorwil Jember, Tjahjo Widodo menyambut baik digelarnya semipro tahun ini terutama dengan diusungnya tema lokal berbudaya. Menurutnya, ini merupakan upaya yang sangat baik di saat budaya lokal mulai terkikis.

“Sungguh tepat Wali Kota Probolinggo menggelar Semipro dengan mempromosikan kembali budaya lokal. Saat ini, dunia tengah mengalami resesi hingga beberapa persen. Pemberdayaan UKM yang ada di semipro merupakan langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutur Tjahjo.

Di akhir sesi pembukaan Semipro 2017, Kumayl Mustafa Daood, vokalis grup musik Debu tampil menghibur masyarakat Kota Probolinggo. Pria yang telah resmi jadi WNI sejak 2011 ini menyanyikan beberapa lagu religi khusus untuk warga Kota Probolinggo. Sebelumnya grup musik religi Padang Howo ikut mengisi acara. (alfienhandiansyah/humas)

Tuesday, 29 August 2017

Tanggapan Wali Kota Atas PU Fraksi DPRD

dewwanSetelah sebelumnya, Jum’at (18/8) wali kota menyampaikan nota penjelasan terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Probolinggo Tahun 2016. Kemarin (21/8) tiba saatnya wali kota menjawab pemandangan umum fraksi – fraksi terhadap pembahasan raperda.  

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan melalui tanggapan, imbauan, saran dan permintaan penjelasan tersebut. Ia mengaku merasa makin mendapat dorongan dan semangat dalam menjalankan tugas – tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Rukmini menjelaskan terkait tidak tercapainya penyerapan anggaran belanja secara maksimal pada tahun 2016 yakni anggaran belanja daerah sebesar 80,75 persen. Hal ini sebagian terbesar berasal dari anggaran belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum.

Rukmini juga menjelaskan terkait belanja modal  Dinas Pendidikan yang hanya tercapai sebesar  17,10% pada fungsi urusan wajib pendidikan. Dan, dapat dijelaskan bahwa sebagian besar anggaran belanja modal pada urusan wajib bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan dan insentif daerah (DID) yang dalam pelaksanaannya diatur tersendiri berdasarkan petunjuk teknis. 

“Bukan tanpa alasan keterlambatan turunnya juknis memang tidak dapat dipungkiri merupakan faktor penyebab utama diluar kendali pemerintah daerah, dimana jika terdapat SILPA, perlu adanya penyesuaian penganggaran yang sedianya harus dilakukan melalui mekanisme APBD pada tahun anggaran berikutnya,” jelas wali kota. 

Hal ini, lanjut Rukmini, berakibat belanja modal pada program/kegiatan pekerjaan fisik, sebagian besar dimungkinkan tidak terealisasi karena waktu untuk pelaksanaan pekerjaan tidak mencukupi. 

“Belum maksimalnya realisasi anggaran belanja terdapat faktor – faktor lainnya yaitu efisiensi dari pelaksanaan kegiatan masing – masing OPD yang secara keseluruhan jumlahnya cukup signifikan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Rukmini mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setulus – tulusnya karena semua fraksi telah menyatakan persetujuannya terhadap rancangan peraturan daerah untuk dibahas lebih lanjut melalui mekanisme berikutnya.

Rapat paripurna di ruang sidang utama yang dipimpin oleh Wakil  Ketua DPRD Zulfikar Himawan  ini dihadiri oleh 24 anggota DPRD, para kepala OPD, dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. (mita/humas)

Tuesday, 22 August 2017

Gelar SPK Episode 3, Wali Kota Launching Logo Semipro

spkPemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Semarak Pagi Kecamatan (SPK). Sesuai rencana, seperti tahun-tahun sebelumnya akan ada lima kali gelaran serupa. Masing-masing Kecamatan akan mendapatkan satu kali kesempatan menggelar SPK di wilayahnya. Minggu (6/8) merupakan episode ke-3, di mana Kecamatan Kedopok berkesempatan melaksanakannya di ruas jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor. 

Wali Kota Rukmini menegaskan SPK merupakan kegiatan unggulan Pemerintah Kota Probolinggo. “SPK akan selalu dilaksanakan. Ini adalah program unggulan Pemkot. SPK salah satu kesempatan bagi masyarakat Kota Probolinggo untuk memasarkan hasil produknya. Mungkin ada masyarakat kita yang punya produk baru, ya di sinilah kesempatan untuk mengenalkan lebih luas produk masyarakat itu,” ujar Wali Kota saat membuka SPK episode ke-3 itu.

Terkait dengan akses terhadap pasar, Rukmini meyakini itu sebagai salah satu masalah yang dihadapi pelaku usaha mikro kecil (UMK). “Keberhasilan pelaku UMK akan berdampak positif terhadap perekonomian warga. Sayangnya, akses terhadap pasar masih menjadi kendala bagi mereka, selain permodalan tentunya. Nah SPK ini salah satu jalan keluar yang ditawarkan Pemkot untuk mengakses pasar bagi produk UMK. Selain itu saya sangat mendukung koperasi-koperasi berkembang dengan baik di Kota Probolinggo, agar pelaku UMK bisa mendapatkan modal usahanya,” tegas Rukmini.

Ketua panitia SPK, Gatot Wahyudi mengungkapkan maksud dari kegiatan SPK. “SPK ini dimaksudkan untuk menggerakkan sektor riil UMK dan Koperasi di Kota Probolinggo. Salah satu tujuannya adalah untuk mempercepat arus informasi pembangunan kepada masyarakat Kota Probolinggo. Kali ini ada ada 49 stan yang ikut, di antaranya 32 stan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), 7 stan dari swasta, 5 stan dari UMK, dan 5 stan dari sekolah,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Probolinggo itu. 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga meresmikan penggunaan logo Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO) 2017. Kali ini, Pemerintah Kota Probolinggo mengusung Jaran Bodhag sebagai logo. Jaran Bodhag sendiri merupakan warisan seni dan budaya masyarakat Kota Probolinggo yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional oleh               Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (abdurhamzah/humas).

Monday, 07 August 2017

Kirab Prestasi Kota Probolinggo

kirabPagi tadi (4/8) Wali Kota Probolinggo Rukmini bersama seluruh elemen masyarakat mengikuti kirab atas diraihnya sederet penghargaan. Diantaranya penghargaan Adipura ke 11, penghargaan yang berhasil dipertahankan secara beturut-turut oleh Pemerintah Kota Probolingo. 

Kirab kendaraan dimulai dari depan pabrik kecap Jalan Soekarno Hatta dan berakhir di lapangan Yon Zipur. Kemudian acara dilanjutkan dengan apel.

Peserta apel terdiri dari anggota Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, karyawan-karyawati Pemkot, pasukan cikrak DLH (Dinas Lingkungan Hidup), para kepala sekolah dan siswa-siswi perwakilan penerima Adiwiyata 2017. 

Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Agus Rudiyanto Gafur, Sekda Bambang Agus Suwignyo, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pimpinan Bank Jatim, para asisten, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), serta camat dan lurah se Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, walikota menyampaikan kirab ini sebagai ungkapan rasa syukur dan memperlihatkan kepada masyarakat wujud piala Adipura yang sudah diraih berturut-turut selama 11 tahun. Penghargaan lain yang ikut dikirab adalah piala penghargaan Kota Layak Anak, penghargaan Pastika Parahita, piala penghargaan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dan piala Adiwiyata Mandiri.

“Dengan begitu, masyarakat tahu (prestasi), segala penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kota Probolinggo adalah hasil kerjasama antara pemkot dengan masyarakat. Dengan begitu kita sama-sama akan menjaga dan mempertahankan kebersihan terutama lingkungan hidup menuju Probolinggo lebih baik,” tegasnya. 

Serah terima piala penghargaan pun dilakukan oleh Wali Kota Rukmini. Ia menyerahkan piala Adipura ke Ketua DPRD, oleh Ketua DPRD diberikan ke Kepala DLH Tutang Heru Aribowo. Penghargaan KLA diberikan ke Kepala Bappeda dan Litbang Budiono Wirawa, sedangkan penghargaan Pastika Parahita diseragkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Ninik Subowati.

Piala penghargaan TPID juga diserahkan Rukmini ke Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Nelly Hindi Astuti, serta Piala Adiwiyata diserahkan kepada Kepala Sekolah MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2, Kepala Sekolah SMPN 7, Kepala SDN Sukabumi 2, dan Kepala SDN Kedungasem 4.

Piala-piala tersebut kemudian di kirab dengan berjalan kaki di sepanjang Jl Soekarno Hatta. Dari lapangan Yon Zipur ke kantorwali kota Jl Panglima Sudirman. Di sepanjang jalan yang dilintasi kirab banyak murid dan masyarakat yang menanti iringan wali kota lewat. Mereka begitu antusias. Sambil membawa bendera merah putih, mereka berteriak menyambut rombongan. (malinda/humas)

Friday, 04 August 2017

Ayo Ajak Buah Hati Imunisasi Campak dan Rubella!

Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran napas yan disebabkan oleh virus campak dan rubella. Anak – anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tertular penyakit ini.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Menyikapi penanganan virus ini, Pemerintah Kota Probolinggo dalam hal ini Dinas Kesehatan akan melakukan kegiatan imunisasi campak rubella atau biasa dikenal Measles Rubella (MR. Di Kota Probolinggo ada 59.533 anak yang akan diimunisasi mulai Agusus sampai September mendatang. 

“Disampaikan, 59.533 anak tersebut, tidak hanya balita saja, namun juga remaja. Dimulai sejak umur 9 bulan - umur 15 tahun”, ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Joesminingsih.

Menurutnya, pemberian vaksin MR ini akan dilakukan serentak pada bulan Agustus hingga September. Bagi anak atau pelajar dilaksanakan di sekolah – sekolah  (PAUD – SMP/sederajat) pada bulan Agustus, sedangkan bagi balita akan diberikan mulai September di posyandu atau puskesmas. 

Untuk tenaga pelaksana kegiatan ini sebanyak 136 orang terdiri dari dokter dan perawat, dan akan ada supervisi sebanyak 37 orang. “Ssasaran imunisasi campak dan rubella adalah target minimum 95% dapat terakomodir,” tegas Joesminingsih. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Wali Kota Probolinggo Rukmini mengimbau masyarakat agar waspada terhadap campak rubella. “Penyakit ini (campak dan rubella) tidak ada pengobatannya, namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi vaksin MR,” ujarnya. 

Ia berharap. Melalui vaksin ini tidak ada anak-anak atau warga Kota Probolinggo yang kena campak rubella. “Vaksin ini sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan secara gratis. “Segera imunisasi buah hati anda dan pastikan imunisasi campak lebih dari sekali,” tegas Rukmini. (umimiftah/humas)

Monday, 31 July 2017

Tenaga Kontrak dan PTT Bakal Didaftarkan BPJS

Wali Kota Probolinggo Rukmini menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Komunikasi Kepentingan Umum di ruang transit kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (31/7). Forum ini merupakan wadah komunikasi bagi BPJS Kesehatan Wilayah Pasuruan dengan Wali Kota Rukmini dan sejumlah OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Rukmini didampingi sejumlah kepala OPD termasuk Sekda Bambang Agus Suwignyo, Kadinkes Ninik Ira Wibawati, Kadisnaker Wahono Arifin, Kadispendukcapil Tartib Goenawan serta pejabat terkait. Sementara itu, BPJS Kesehatan Pasuruan diwakili oleh Kepala BPJS Pasuruan Debbie Dianta didampingi sejumlah stafnya.

Beberapa topik dibahas dalam pertemuan kali ini. Salah satunya ialah tentang presentase jumlah peserta BPJS di wilayah Kota Probolinggo. Debbie menyatakan jumlah peserta BPJS telah mengalami peningkatan dalam beberapa kurun waktu terakhir.

“Hingga saat ini jumlah peserta BPJS di Kota Probolinggo mencapai 182.105 peserta atau 76,21% dari jumlah populasi yang ada. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan wali kota dalam meningkatkan jumlah peserta BPJS yakni dengan mengeluarkan surat edaran tentang optimalisasi keikutsertaan BPJS,” terang Debbie.

Debbie berharap agar target 100% peserta dapat tercapai pada 1 Januari 2019 nanti. Oleh karena itu, ia berharap agar pemkot setempat dapat terus mendukung upaya ini dengan mendaftarkan pegawai kontrak dan pegawai tidak tetap (PTT) dalam BPJS nantinya.

Rukmini menyatakan kesiapannya untuk mendukung hal tersebut. Menurut Rukmini upaya untuk mendaftarkan tenaga kontrak dalam BPJS bakal terealisasi di tahun 2018. “Untuk tahun 2018, tenaga kontrak sudah kita siapkan untuk mendaftarkan diri di BPJS. Insyaallah gaji tenaga kontrak sudah sesuai UMK dan biaya untuk BPJS akan diambil dari gaji tersebut, bukan dari APBD,” terang Rukmini.

Selain itu, Debbie mengatakan bahwa pihaknya akan mendata ulang peserta yang hingga kini sering menunggak biaya BPJS tiap bulannya. Menurutnya jika memungkinkan peserta tersebut akan dimasukkan pada Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

Rukmini menyatakan bahwa hal tersebut harus dicek terlebih dahulu karena tidak serta merta mereka yang menunggak bisa dimasukkan PBI APBD. “Itu (yang nunggak) harus dicek dulu. Apakah mereka itu malas membayar atau memang benar-benar tidak mampu. Bisa-bisa mereka sebenarnya berkecukupan hanya saja malas membayar. Jadi jangan langsung dimasukkan PBI APBD,” jelas Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

Monday, 31 July 2017
Page 97 of 102

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu