|  
 

Spanduk Coronan kecil

Tahun Ini Mulai Bangun RSUD Baru di Kota Probolinggo

05 Jan 2020 0 comment

PROBOLINGGO - Janji Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri untuk membangun rumah sakit baru, bakal segera terealisasi di tahun ini. Rumah sakit  seluas 3,7 hektar yang beralamat di Jalan Prof Hamka Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok.

Diawali dengan proses lelang pada Januari 2020, untuk pembangunan jembatan maupun fisik bangunan. Anggaran yang disiapkan untuk gedungnya senilai Rp 30 miliar sedangkan untuk pembangunan jembatan mencapai  Rp 1,55 miliar.

Rumah sakit kelas C ini nantinya akan terus dikembangkan menjadi RSUD kelas B. Rencana terdiri dari 400 tempat tidur. Di tahun 2020 akan dibangun jembatan dan 1 unit gedung rawat inap.

Wawali Subri menuturkan akan berupaya secepat mungkin untuk merealisasikan pembangunan fisik. "Diupayakan bulan Maret atau April sudah dimulai," katanya.

Kemudian nanti, lanjut wawali, secara bertahap tahun 2021-2022 akan dibangun gedung medical central dan gedung rawat inap lainnya. Target di tahun 2022 mendatang pembangunan fisik bisa mencapai 80-100%.

Sementara itu, terkait pemenuhan non fisiknya, seperti SDM, alat kesehatan dan organisasi secara bertahap mulai dipenuhi tahun 2022-2023. “Secara keseluruhan diharapkan pada tahun 2023-2024 rumah sakit baru bisa beroperasional untuk melayani masyarakat Kota Probolinggo dan sekitarnya,” jelas Wawali Subri, beberapa waktu lalu.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kota Probolinggo dan sekitarnya, wawali berharap semua pihak bahu membahu dan kerja keras serta bersinergi demi terwujudnya RSUD baru.

“Doakan kami berdua, Habib Hadi selaku wali kota dan saya wakil wali kota, agar terus bisa istiqomah mengawal pembangunan rumah sakit ini. Tanpa dukungan masyarakat kita tidak bisa berbuat banyak," pintanya. (yul)

 


Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin is fulfilling his promise to open a new hospital. It would be materialized this year; with the 3.7 hectares hospital would be located on Jl Prof Hamka, Kareng Lor Urban village, Kedopok Sub-district.

The process has been started with an auction in January 2020 to build the bridge and physical buildings. The budget being prepared is worth as IDR 30 billion for the buildings, and IDR 1.55 billion for the bridge.

The class-C hospital would later be developed into a class-B regional hospital, with facilities of 400 beds. In 2020, a bridge and one unit of inpatient building would be provided.

Vice Mayor Subri said physical construction would be immediately materialized. “It would be started in March or April,” he said.

Meanwhile, related to non-physical needs including human capital, medical devices, and organizational structure would be completed in 2022-2023. “Overall, in 2023-2024, the new hospital is expected to open and serve Probolinggo people,” Subri said recently.
In improving the quality of public health service in the city, the vice mayor expects all sides to give their contribution to realizing the new regional hospital.

“Wish two of us luck; Habib Hadi as the mayor, and I myself as the vice mayor to be istiqomah (to go straight in the right direction, acting rightly, allowing no deviation) in opening the new hospital. And, we hope the support of the people of Probolinggo city,” he said. (alfien_tr)