|  
 

WALI KOTA HABIB HADI: KAMI BUKA POSKO PENGADUAN

03 Oct 2019 0 comment

PROBOLINGGO – Untuk mempermudah mendeteksi keberadaan warga Kota Probolinggo yang ada di Papua, khususnya Wamena, Wali Kota Hadi Zainal Abidin meminta kelurahan dan kecamatan membuka posko pengaduan per hari ini, Kamis (3/10). Posko tersebut diharapkan bisa mengetahui berapa banyak warga kota yang mengadu nasib daerah itu.

“Dengan membuka posko pengaduan, warga Kota Probolinggo bisa mengadu melalui RW dan RT lalu dilaporkan ke camat. Sehingga camat bisa ada data berapa warga di kecamatan itu yang berangkat ke Papua,” kata Wali Kota Habib Hadi.

Bekerja di berbagai wilayah baik itu di dalam maupun luar negeri memang menjadi hak setiap orang. Berbeda dengan menjadi TKI, warga yang bekerja di dalam negeri memang tidak perlu melapor ke pemerintahan setempat melalui dinas terkait.

Namun, kondisi di Wamena, Papua diberlakukan kebijakan yang berbeda. Sebab, disana masih ada antrean warga yang akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, termasuk di Kota Probolinggo.

“Oleh karena itu, masih belum adanya data kami minta pada camat lurah untuk buka posko pengaduan by name by address. Sekaligus ada nomer telponnya jadi kami monitor terus day by day,” imbuh Habib Hadi.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini pun mengimbau warga di Papua agar berlindung di tempat yang aman, tempat TNI dan Polri. “Proses pemulangan memang memerlukan waktu dan kami berharap konflik disana segera reda,” harap wali kota.

Camat Wonoasih Deus Nawandi pun mengaku siap melaksanakan apa yang menjadi perintah Wali Kota Habib Hadi untuk mendirikan posko. “Kami akan memasang banner di kelurahan dan kecamatan, agar masyarakat mudah melaporkan kepada kami. Tentunya kami melibatkan RW dan RT,” katanya.

Hal senada pun disampaikan Camat Kademangan Pujo Agung Satrio dan Camat Kanigaran Pudi Adji Tjahjo Wahono ketika mendampingi wali kota menemui warga. Data sementara, dari Kecamatan Kedopok ada 30 warga yang berada di Wamena. Beberapa diantaranya sudah pulang ke Kota Probolinggo.

Kekhawatiran pun menyelimuti Wiwik, warga Cokrominoto, yang suaminya masih dalam antrean kepulangan dari Jayapura. Ia masih bisa berkomunikasi dengan suaminya yang bekerja sebagai tukang ojek, yang kini ada di penampungan. “Saya berharap bisa segera pulang dengan selamat sampai disini dan bisa berkumpul lagi,” ujar istri dari Suparlin ini. (famydecta/humas)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu