|  
 
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 791

INOVASI PENANGANAN KEMATIAN IBU- BAYI DI KOTA PROBOLINGGO MENDUNIA

09 Aug 2019 0 comment

PROBOLINGGO – Inovasi Dinas Kesehatan Kota Probolinggo bakal mendunia. Inovasi tersebut lolos untuk mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN ICT Awards (AICTA) tahun 2019 di Laos, November mendatang.

Inovasi itu adalah Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Probolinggo Cermat Andal Teliti Inovatif dan Kualitas, atau disingkat SisKIA PRO CANTIK. Aplikasi itu menjadi juara kedua dalam ajang Produk TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau Indonesia Entreprenuer TIK (idenTIK 2019) untuk kategori public sector gelaran Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

“Alhamdulillah. Ini kabar menggembirakan. SisKIA PRO CANTIK mendapat penghargaan dari Kementerian Kominfo dan mewakili di Asia. Ini inovasi di bidang kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” kata Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Kamis (8/8) saat memberikan sambutan pencanangan Gerakan Serentak Timbang Balita (Gertak Talita).

Habib Hadi –sapaan akrabnya- mengatakan, inovasi berupa aplikasi ini untuk memonitor ibu dan bayi di Kota Probolinggo. Inovasi itu merupakan langkah positif yang harus didukung. Sebab, sesuai program pelayanan kesehatan bagi warga Kota Probolinggo, khususnya balita (di bawah lima tahun).

“Ditambah lagi, sebentar lagi ada pengadaan ambulans yang dapat menolong ibu hamil. Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada balita sebagai penerus generasi Kota Probolinggo,” imbuh wali kota.

Permudah Pengawasan-Pendampingan

Apa itu SisKIA PRO CANTIK? Aplikasi ini diciptakan dan mulai digunakan sejak 2017 lalu oleh Dinkes setempat. Keberadaan Kota Probolinggo berpenduduk lebih dari 235.211 jiwa, lima kecamatan dan 29 kelurahan, serta tingkat penduduk cukup tinggi berdampak pada kesehatan. Seperti tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Jumlah kematian ibu di Kota Probolinggo pada 2014 tercatat ada 8 orang; pada 2015 turun jadi 3 orang. Sempat naik pada 2016 dan 2017 menjadi 6 orang dan 8 orang, pada 2018 lalu kembali turun menjadi 4 orang. Nah, sampai pertengahan tahun ini, tercatat ada 3 orang. Penyebab kematian ibu saat melahirkan, mayoritas karena komplikasi kehamilan ibu yang bisa dicegah.

Sedangkan jumlah kematian bayi tahun 2015 ada 86 ; tahun 2016 terdata 98 bayi meninggal; kemudian tahun 2017 ada 88 bayi, sedangkan tahun 2018 menurun drastis 44 bayi. Penyebabnya, bisa sejumlah faktor. Mulai berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia (distres pernapasan) yang sebenarnya dapat dicegah dengan penanganan yang adekuat (memenuhi syarat/memadai).

Nah, kondisi itu lantas jadi perhatian bersama. Berdasarkan forum evaluasi program Dinas Kesehatan yang melibatkan berbagai sektor. Antara lain Dinas Kominfo, Dispenduk Capil, fasilitas kesehatan, tim penurunan kematian ibu dan bayi. Akhirnya, terciptalah aplikasi SisKIA PRO CANTIK sebagai solusi permasalahan yang dimaksud.

SIsKIA PRO CANTIK merupakan sistem aplikasi berbasis on line yang berpedoman pada buku kesehatan ibu dan anak. Aplikasi ini memberikan informasi dan catatan yang lengkap mengenai pemeriksaan ibu hamil, ibu hamil resiko tinggi, ibu melahirkan, ibu nifas, bayi baru lahir.

Dengan melakukan entry data ibu hamil pada aplikasi SisKIA PRO CANTIK secara lengkap, maka data tersebut akan dapat diakses oleh semua pemberi layanan. Sehingga, mempermudah pengawasan dan pendampingan ibu hamil terutama yang berisiko tinggi.

Menurut Kepala Dinkes drg Ninik Ira Wibawati, dalam proses implementasi aplikasi ini dilakukan monitoring dan evaluasi. Yang meliputi monev pengentryan yang melibatkan para pemberi pelayananan (PMB,DPS,Klinik Pratama,RS); monev tentang masalah teknis dan jaringan aplikasi, dg mengundang Diskominfo, Tim SIK Dinkes dan faskes serta pihak ketiga.

“Sejak diimplementasikan tahun 2017, kami dapat memonitor apapun terkait pemeriksaan ibu dan anak. Kami bisa mapping dengan aplikasi ini. Karena kebiasaan para ibu yang shopping hospital, tetap bisa terdetaksi karena sudah masuk data base,” kata drg Ninik.

Sehingga, lanjutnya, tenaga kesehatan di manapun bisa memeriksa dan tahu data-data riwayat pemeriksaan ibu dan bayi. “Dinkes juga selalu mengevaluasi dan melakukan perbaikan secara terus menerus. Sejak diimplementasikan, kami bisa menekan angka kematian ibu dan bayi. Semua termonitor dalam SisKIA PRO CANTIK,” tegasnya. (famydecta/humas)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu