|  
 
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 791

Ayo Ajak Buah Hati Imunisasi Campak dan Rubella!

Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran napas yan disebabkan oleh virus campak dan rubella. Anak – anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tertular penyakit ini.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Menyikapi penanganan virus ini, Pemerintah Kota Probolinggo dalam hal ini Dinas Kesehatan akan melakukan kegiatan imunisasi campak rubella atau biasa dikenal Measles Rubella (MR. Di Kota Probolinggo ada 59.533 anak yang akan diimunisasi mulai Agusus sampai September mendatang. 

“Disampaikan, 59.533 anak tersebut, tidak hanya balita saja, namun juga remaja. Dimulai sejak umur 9 bulan - umur 15 tahun”, ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Joesminingsih.

Menurutnya, pemberian vaksin MR ini akan dilakukan serentak pada bulan Agustus hingga September. Bagi anak atau pelajar dilaksanakan di sekolah – sekolah  (PAUD – SMP/sederajat) pada bulan Agustus, sedangkan bagi balita akan diberikan mulai September di posyandu atau puskesmas. 

Untuk tenaga pelaksana kegiatan ini sebanyak 136 orang terdiri dari dokter dan perawat, dan akan ada supervisi sebanyak 37 orang. “Ssasaran imunisasi campak dan rubella adalah target minimum 95% dapat terakomodir,” tegas Joesminingsih. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Wali Kota Probolinggo Rukmini mengimbau masyarakat agar waspada terhadap campak rubella. “Penyakit ini (campak dan rubella) tidak ada pengobatannya, namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi vaksin MR,” ujarnya. 

Ia berharap. Melalui vaksin ini tidak ada anak-anak atau warga Kota Probolinggo yang kena campak rubella. “Vaksin ini sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan secara gratis. “Segera imunisasi buah hati anda dan pastikan imunisasi campak lebih dari sekali,” tegas Rukmini. (umimiftah/humas)

31 Jul 2017

Tenaga Kontrak dan PTT Bakal Didaftarkan BPJS

Wali Kota Probolinggo Rukmini menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Komunikasi Kepentingan Umum di ruang transit kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (31/7). Forum ini merupakan wadah komunikasi bagi BPJS Kesehatan Wilayah Pasuruan dengan Wali Kota Rukmini dan sejumlah OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Rukmini didampingi sejumlah kepala OPD termasuk Sekda Bambang Agus Suwignyo, Kadinkes Ninik Ira Wibawati, Kadisnaker Wahono Arifin, Kadispendukcapil Tartib Goenawan serta pejabat terkait. Sementara itu, BPJS Kesehatan Pasuruan diwakili oleh Kepala BPJS Pasuruan Debbie Dianta didampingi sejumlah stafnya.

Beberapa topik dibahas dalam pertemuan kali ini. Salah satunya ialah tentang presentase jumlah peserta BPJS di wilayah Kota Probolinggo. Debbie menyatakan jumlah peserta BPJS telah mengalami peningkatan dalam beberapa kurun waktu terakhir.

“Hingga saat ini jumlah peserta BPJS di Kota Probolinggo mencapai 182.105 peserta atau 76,21% dari jumlah populasi yang ada. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan wali kota dalam meningkatkan jumlah peserta BPJS yakni dengan mengeluarkan surat edaran tentang optimalisasi keikutsertaan BPJS,” terang Debbie.

Debbie berharap agar target 100% peserta dapat tercapai pada 1 Januari 2019 nanti. Oleh karena itu, ia berharap agar pemkot setempat dapat terus mendukung upaya ini dengan mendaftarkan pegawai kontrak dan pegawai tidak tetap (PTT) dalam BPJS nantinya.

Rukmini menyatakan kesiapannya untuk mendukung hal tersebut. Menurut Rukmini upaya untuk mendaftarkan tenaga kontrak dalam BPJS bakal terealisasi di tahun 2018. “Untuk tahun 2018, tenaga kontrak sudah kita siapkan untuk mendaftarkan diri di BPJS. Insyaallah gaji tenaga kontrak sudah sesuai UMK dan biaya untuk BPJS akan diambil dari gaji tersebut, bukan dari APBD,” terang Rukmini.

Selain itu, Debbie mengatakan bahwa pihaknya akan mendata ulang peserta yang hingga kini sering menunggak biaya BPJS tiap bulannya. Menurutnya jika memungkinkan peserta tersebut akan dimasukkan pada Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

Rukmini menyatakan bahwa hal tersebut harus dicek terlebih dahulu karena tidak serta merta mereka yang menunggak bisa dimasukkan PBI APBD. “Itu (yang nunggak) harus dicek dulu. Apakah mereka itu malas membayar atau memang benar-benar tidak mampu. Bisa-bisa mereka sebenarnya berkecukupan hanya saja malas membayar. Jadi jangan langsung dimasukkan PBI APBD,” jelas Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

31 Jul 2017

Wali Kota Berangkat Relawan PMI

pmi

Sebanyak 40 personil Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo dilepas oleh Wali Kota Rukmini untuk mengikuti Temu Karya Relawan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, Kamis (20/7). Pelepasan Kontingen tersebut disaksikan oleh sekda, kepala OPD, camat dan lurah bertempat di halaman PMI setempat.

Ketua PMI Indi Eko Yanuarto menjelaskan,bahwa kontingen yang akan mengikuti Temu Karya Relawan Tingkat Provinsi Se Jawa Timur dilaksanakan di Bendungan Serut Kabupaten Blitar pada 25-31 Juli mendatang. Relawanasal Kota Mangga akan berkompetisi dengan 38 kota/ kabupaten se-Jawa Timur, untuk menampilkan kreasi dan keahliannya untuk membanggakan Kota Probolinggo. 

“Saya berterimakasih kepada ibu wali kota atas apresiasinya yang telah menempatkan gedung pemberdayaan manusia menjadi kantor Unit DonorDarah (UDD). Setidaknya akan menjadi awal langkah kita bagaimana lebih merevitalisasi peran donor darah bisa lebih terlihat  dan nampak di masyarakat terutama di wilayah Kota Probolinggo. Dengan adanya kantor UDD ini akan timbul relawan-relawan, salah satu dari kami yang menjadi relawan adalah para pendonor,”kata Indi. 

Indi menjelaskan, donor darah di PMI Kota Probolinggo sudah di atas rata-rata dari jumlah 2% jumlah usia produktif. “Kita sudah nomor 4 se-Jawa Timur. Ini jadi motivasi kita bagaimana masyarakat Kota Probolinggo bisa memanfaatkan UDD,”tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini berharap relawan yang berangkat mudah-mudahan akan berhasil dan mendapatkan yang terbaik. “Saya berharap kiprah PMI di Kota Probolinggo dalam misi kemanusiaan akan meningkat,”tuturnya. (Noviati/Humas)

21 Jul 2017

Atase Konjen Amerika Temui Wali Kota

pawai

Di sela kemeriahan Pawai Budaya Nusantara Apeksi di Kota Malang, Rabu (19/7), Wali Kota Probolinggo Rukmini bertemu tamu istimewa. Ialah Atase Politik dan Ekonomi Konjen Amerika Andrew Kelly. Ini adalah pertemuan pertama keduanya sebelum Andrew berencana berkunjung ke Kota Probolinggo pekan depan. 

Andrew Kelly yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini baru empat minggu menduduki jabatan barunya di Konjen Amerika, yang berkantor di Surabaya. “Ini adalah agendanya (Andrew), bertemu dengan wali kota untuk perkenalan sekaligus mungkin bisa menggali potensi untuk bekerjasama,” ujar staf Atase Politik Ekonomi Charlly Raya. 

Siang itu, Andrew didampingi dua stafnya Charlly Raya dan Jessica Indahrini. Charlly menjelaskan, pimpinannya itu punya wilayah Indonesia Timur, jadi selain Kota Probolinggo pihaknya bakal sowan ke beberapa kepala daerah. 

“Kunjungan nantinya untuk menjalin komunikasi, dan melihat potensi kerjasama bisa kami lakukan dengan pemerintah daerah di berbagai bidang misalnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” imbuh Charlly. Kerjasama yang dimaksud dan telah dilaksanakan adalah training program hingga pertukaran pelajar. 

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo yang mendampingi Wali Kota Rukmini saat pertemuan awal itu menjelaskan, pada intinya wali kota siap menerima kunjungan Andrew Kelly ke Kota Probolinggo. “Kami mengagendakan pertemuan secara dinas insyaallah minggu depan,” ujar asisten. (famydecta/humas)

20 Jul 2017

Wali Kota Me-launching Sipadu Online

Wali Kota Probolinggo Rukmini melaunching sekaligus menyosialisasikan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (SiPadu) Secara Online, Kamis (8/6), di Puri Manggala Bhakti. Program ini merupakan inovasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM - PTSP) Kota Probolinggo. 

Kegiatan ini dihadiri Sekda Bambang Agus Suwigyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para lurah dan para peserta sosialisasi.

Kepala DPM – PTSP, Paeni Efendi mengatakan maksud  diadakan kegiatan online ini untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Kota Probolinggo dalam memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat secara cepat, sederhana dan transparan dengan memanfaatkan teknologi Informasi dan telekomunikasi dalam penyelenggaraan layanan masyarakat. 

“Kegiatan ini juga sebagai penguatan program pelaksanaan  E-Government yang sudah dilaksanakan pemkot mulai tahun 2015 sampai dengan sekarang, untuk menjadikan Kota Probolinggo sebagai Smart City,” ujarnya.

Wali Kota Rukmini menekankan kepada segenap OPD terkait secara teknis untuk konsisten mendukung sistem online ini. Dalam melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan kepada masyarakat sesuai kewenangan yang melekat pada OPD. 

Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya diatur dalam perwali, sehinggga apabila hal tersebut dilaksanakan dengan baik, maka akan menjadikan Kota Probolinggo sebagai kota dengan pelayanan publik terbaik setelah Kota Surabaya bisa terwujud.

“Saya ingin Pemerintah Kota Probolinggo selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan agar setiap OPD memiliki inovasi untuk melayani masyarakat,” paparnya.

Rukmini juga berharap program ini berjalan lancar dan sukses, serta masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan baik. “Karena dengan program ini jangka waktu untuk proses 1 izin pelayanan memakan waktu 14 hari kerja bisa dipangkas menjadi 1 hari saja,” tutupnya. (umimifta/humas)

08 Jun 2017

Sekda Bambang Agus: Stop Kekerasan Pada Anak!

Sosialisasi dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) dengan gerakan stop kekerasan pada anak, digelar Senin (5/6) di gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo. Dihadiri 150 undangan dengan nara sumber dari Polres Probolinggo Kota dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (Keluarga Berencana). 

Sekda Bambang Agus Suwignyo secara resmi membuka acara tersebut. Menurutnya, dengan mewujudkan Kota Layak Anak berarti telah menciptakan ruang publik bagi anak, melalui ruang kota ramah anak.  

“Tanpa adanya ruang ramah anak, mereka akan dekat dengan diskriminasi. Semoga dengan sosialisasi ini kita bisa mewujudkan kota Probolinggo sebagai kota layak anak dengan stop kekerasan pada anak sedini mungkin,” ujar sekda. 

Sementara itu, Kabah Kesra Anwar Fanani menuturkan, selain mewujudkan Kota Probolinggo sebagai Kota Layak Anak acara ini juga bertujuan melibatkan anak dalam pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. “Serta melindungi anak dari kekerasan,” jelasnya. (malinda/humas)

05 Jun 2017

Perempuan Harus Peduli Olahraga

Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Probolinggo mengajak seluruh perempuan agar sadar akan pentingnya kesehatan dengan berolahraga. Jumat (26/5) pagi, digelar sepeda ria “being healthy by cycling” yang diikuti 38 peserta dari seluruh karyawan perempuan di Pemerintah Kota Probolinggo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). 

“Selain sudah menjadi program kerja, Perwosi mengajak perempuan untuk peduli terhadap kesehatan dengan menggunakan sepeda. Dengan bersepeda kita turut mengurangi CO2 sekaligus meningkatkan peran wanita dalam berolahraga,” ujar Ketua Panitia Sepeda Ria, Aiptu Iis Febri Iskana. 

Satu regu sepeda ria terdiri dari 5 orang. Mereka menghias sepeda angin dengan apik dan berdandan sesuai tema masing-masing. Ada yang berdandan ala Marlena, daur ulang, polisi, lebah madu, kostum perjuangan, anak sekolah hingga koki. Yang menjadi kriteria penilaian dalam lomba ini antara lain ketepakan jarak tempuh, semangat, yel-yel dan tema. 

“Saya menyambut baik agar kegiatan ini dilaksanakan sebaik-baiknya. Tujuan utamanya bukan hadiah tapi sehat dan gembira,” terang Wali Kota Rukmini. Mereka yang lolos menjadi juara adalah Bagian Umum Setda Kota Probolinggo, Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal dan Kecamatan Mayangan. (famydecta/humas)

26 May 2017

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu