|  
 
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 791

WALIKOTA KOBARKAN SEMANGAT KEPAHLAWANAN PADA RATUSAN PESERTA UPACARA

hari pahlawan 2017

Probolinggo – Walikota Probolinggo Rukmini, memimpin ratusan peserta upacara peringatan Hari Pahlawan di Aloon-aloon Kota. Dimana dalam upacara hari ini, Rukmini bertindak selaku inspektur upacara.

Dari pantauan Portal Kota di lokasi, Jumat (10/11), Rukmini tiba sekitar pukul 07.30 WIB. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tampak mengikuti upacara dengan khidmat.

Hari Pahlawan dirayakan setiap tahun di tanggal 10 November. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Pahlawan bersamaan dengan peristiwa Pertempuran Surabaya tahun 1945. Dalam pertempuran itu, tentara dan milisi pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Inggris dan Belanda.

Pertempuran dipicu tewasnya Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby atau dikenal Brigadir Jenderal Mallaby di usia 45 tahun. Brigadir Jenderal Britania itu tewas dalam peristiwa baku tembak 30 Oktober di Surabaya. Inggris lalu mengeluarkan ultimatum hingga terjadi peristiwa pertempuran 10 November. Dipercaya, sebanyak 160 ribu rakyat Indonesia gugur dalam pertempuran dahsyat itu.

Rukmini dalam sambutannya berharap, semoga semangat kepahlawanan akan terus berkobar dalam menjalankan pembangunan, guna menuju Probolinggo semakin sejahtera. (nea)

10 Nov 2017

WALIKOTA APRESIASI PETERNAK SAPI PRODUKTIF TAHUN 2017

WALIKOTA APRESIASI PETERNAK SAPI PRODUKTIF TAHUN 2017

Untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur meluncurkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Hal itu disampaikan oleh Walikota Probolinggo Rukmini dalam sambutannya saat melakukan launching Upsus Siwab di Pasar Hewan Ternak Jalan Kyai Wira’i Wonoasih, Senin (6/11). "Upsus Siwab mencakup tiga program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) kawin suntik, pemeriksaan kebuntingan dan pemeriksaan reproduksi,” ujarnya.

Program Upsus Siwab ini hasil kerjasama Mentan dengan 4 menteri lainnya, yang ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) Pencanangan Program Upsus Siwab tersebut, dilakukan oleh 4 menteri selain Mentan, di Lamongan beberapa waktu lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Rukmini juga memberikan apresiasi kepada lima terbaik peternak induk sapi dalam rangka Gebyar Upsus Siwab kemarin. Diantaranya Buari dari Kel/ Jrebeng Lor, Samad Kel. Sumbertaman, Suliman Kel. Pakistaji, Siyo Kel. Sumbertaman, dan Suyet Kel. Pohsangit Kidul. “Indikator penilaiannya dilihat dari bentuk kepala, umur, warna bulu, ekor, paha di pelvis, dada di panjang badan, ambing, orwellian badan dan BCS,” terangnya.

Upsus Siwab merupakan program pemerintah untuk percepatan peningkatan populasi sapi baik potong maupun perah, tidak hanya bertujuan mencapai swasembada daging, namun juga susu.

Walikota menyampaikan bahwa Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet. 

Untuk mencapai keberhasilan program ini, ada enam hal yang harus dipastikan dan tepat sasaran, yaitu: ketersediaan lahan, menurunnya gangguan reproduksi, ketersediaan semen beku, ketersediaan N2 cair, tenaga inseminator yang kompeten, serta penyelamatan betina produktif. (nea)

07 Nov 2017

RIBUAN WARGA HADIRI PENGAJIAN AKBAR DAN BERSHOLAWAT

received 10209560909249415

Kota Probolinggo menyemarakkan Hari Santri Nasional ke -3 dengan bersholawat bersama Syubbanul Muslimin dan pengajian Akbar. Ribuan warga memadati lokasi pengajian itu, tepatnya di depan kantor wali kota Jalan Panglima Sudirman no 19, Minggu (29/10) pukul 19.00 wib.

Kegiatan ini, Menurut Kabag Kesra Aman Suryaman dimaksudkan untuk mengenang dan meneladani serta melanjutkan peran ulama dan santri dalam mempertahankan NKRI. Sekaligus sebagai wujud toleransi dan saling menguatkan tali persaudaraan sebagai bangsa Indonesia.

Selanjutnya Wali Kota Rukmini dalam sambutanya menceritakan sejarah tentang perjuangan ulama dan santri, salah satunya resolusi jihad yang dikumandangkan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’aari. “Hari Santri Nasional merupakan bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan ulama dan santri  dalam merebut kemerdekaan RI. Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika,” urai wali kota perempuan ini.

Momentum hari santri perlu ditransfoemasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersjntesis dengan keagamaan. Spirit (hubbul wathon minal iman) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme. Dan para santri harus siap menghadapi tantngan zaman yang terus berubah.

“Mari bersama- sam membaca dzikir dan sholawat sebagai bentuk memanjatkan doa secaa ikhlash. Memohon kepada Allah SWT agar kita senantiasa diberi pentunjuk, keselamatan, ketentraman, kesejahteraan dan kedamaian. Mohon tanpa diiringi joged yang tidak pantas, karena yang dibaca sholawat kepada Nabi Muhammad,” pungkas Rukmini.

Selanjutnya, Sholawat nabi dipimpin oleh KH Hafidzul Hakim Noer beserta putra nya yang akrab dipanggil Gus Azmi dari Ponpes Nurul Qodim Kalikajr Paiton Kabupaten Probolinggo. Terakhir ceramah agama disamaikan oleh KH Hasan dari Kabupaten Lumajang (yul).

30 Oct 2017

PERINGATI HARI PANGAN KE 37, WALIKOTA AJAK MASYARAKAT LAKUKAN DIVERSIFIKASI PANGAN LEWAT UMBI-UMBIAN DAN SAYUR

IMG 20171030 WA0001

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXVII Tingkat Kota Probolinggo digelar bersamaan dengan agenda Pencanangan Kembali Diversifikasi Pangan Dengan Gerakan One Day No Rice di Kota Probolinggo Tahun 2017, yang dilaksanakan di Gedung Widya Harja di kawasan Pandjaitan, Senin (30/10).

Agenda itu dibuka secara resmi oleh Walikota Probolinggo Rukmini dengan menabuh gong didampingi para Asisten. Tampak hadir pula Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo serta Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Karangkitri se Kota Probolinggo.

Peringatan HPS kali ini menurut Sukarning Yuliastuti selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo, dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan daerah. “Memotivasi para pemangku kepentingan ketahanan pangan berkelanjutan dalam pembangunan ketahanan pangan sekaligus mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada masyarakat,” katanya.

Selain meresmikan peringatan HPS ke 37, Walikota Rukmini juga berkesempatan memberikan trophy penghargaan kepada para pemenang lomba KRPL / Karangkitri  yang dilaksanakan. (selengkapnya lihat tabel) 

Rukmini mengatakan, ada dua persoalan dalam menghadapi tantangan produksi dan kesejahteraan petani. Yang pertama lahan produksi yang perlahan mulai berkurang dan adanya perubahan iklim. Kedua, tantangan akan serangan hama dan teknologi. Untuk itu, kata Rukmini, Pemkot terus mendorong pengembangan komoditas pangan selain beras dan mengembangkan sisi pengolahan seperti citarasa dan kemasan sebuah produk. 

Karenanya ia mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan. Artinya masyarakat didorong untuk mengonsumsi panganan non terigu atau beras, seperti umbi-umbian dan sayur. Dimana menurutnya, gizi yang dihasilkan juga tidak kalah baiknya dan dapat dibuat berbagai menu harian. “Jadi gak monoton pas dikonsumsi,” tuturnya. (nea)
 
NO KATEGORI LOMBA JUARA PEMENANG
1 Kategori Lestari (< 2015) Juara I Karangkitri Kel. Jrebeng Wetan
Juara II Karangkitri Kel. Ketapang
Juara III KRPL Jrebeng Kulon
2 Kategori Pemula (2016) Juara I Karangkitri Pakistaji
Juara II Karangkitri Kel. Pilang
Juara III Karangkitri Kel. Kanigaran
Juara Harapan I Karangkitri Kel. Kebonsari Kulon
Juara Harapan II Karangkitri Kel.Sukabumi
Juara Harapan III KRPL Jrebeng Wetan
3 Kategori Perintis (2017) Juara I KRPL Kel. Kanigaran
Juara II KRPL Kel. Triwung Kidul
Juara III KRPL Kel. Curahgrinting
30 Oct 2017

WALI KOTA MEMBUJUK ORTU PENDERITA HYDROCEPHALUS

Rosalina probolinggo

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengunjungi ŕumah kediaman Rosalina (7) penderita hydrocephalus di Kecamatan Kedopok, Rabu(25/10). Didampingi Kepala Dinkes drg Ninik Wibawanti, Kepala Dinsos Zainullah, wali kota berkomunikasi dengan keluarganya. Ia membujuk orang tua Rosalina agar anaknya diberikan pengobatan lanjutan di rumah sakit yang lebih tinggi.

“Berdoa dan ikhtiar dibawa ke rumah sakit dr Soetomo Surabaya, agar Rosalina ada kemajuan. Kalau dibiarkan nanti cairan semakin menumpuk dan kepalanya semakin besar. Kasihan, nanti dibantu sama puskesmas untuk pengurusan dan transportasinya kesana. Apalagi biaya ditanggung BPJS,” pinta wali kota pada mereka.

Untuk meyakinkan  kedua orang tua Rosalina, Sawi dan Enti diajak mendengarkan testimoni lewat telpon. Mereka berinteraksi melalui telepon dengan orang tua yang memiliki masalah sama. Diantaranya warga Ketapang, anaknya  juga penderita hydrocephalus bisa beraktivitas seperti anak lainnya setelah menjalani operasi. Hal inilah yang membuat Enti juga berubah pikiran.

“Awalnya saya menolak operasi untuk anak saya karena takut. Sebenarnya tawaran dari puskesmas untuk.operasi sejak 6 tahun lalu.Tapi setelah dirayu ibu wali kota dan mendengarkan cerita tadi, akan saya ikuti sarannya,” ujar Enti sang ibu dengan logat bahasa Madura.

Dalam kesempatan itu, wali kota perempuan ini  juga menyerahkan bantuan uang tunai serta nutrisi.(yul)

25 Oct 2017

PAPBD Kota Probolinggo Didok

Wali Kota Probolinggo Rukmini bersama Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur akhirnya menandatangani keputusan DPRD tentang raperda Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) 2017, Rabu (18/10). Artinya, PAPBD 2017 sudah didok dan dapat segera direalisasikan dalam pekan depan.

Rapat paripurna dewan dilaksanakan menindaklanjuti surat dari Gubernur Jawa Timur No 188/18363/013.4/2017 tanggal 17 Oktober 2017 terkait penyampaian hasil evaluasi raperda Kota Probolinggo tentang perubahan APBD TA (tahun anggaran) 2017 dan rancangan perwali tentang penjabaran perubahan perubahan APBD TA 2017.

Dewan telah menyetujui penetapan tersebut, dengan rincian pendapatan usai PAPBD yang semula Rp 896.779.098.351,66 bertambah Rp 7.346.086.252,00 sedangkan jumlah pendapatan setelah perubahan Rp 904.125.184.603,66.

Anggaran belanja semula Rp 971.252.532.356,13 bertambah Rp 195.409.020.646,17 jumlah belanja setelah perubahan Rp 1.166.661.552.002,30 terjadi defisit Rp 262.536.367.398,64.

Untuk pembiayaan terdiri dari penerimaan daerah dan pengeluaran daerah. Penerimaan pembiayaan semula berjumlah Rp 79.973.433.004,47 bertambah Rp 190.562.934.394,17 setelah perubahan menjadi Rp 270.536.367.398,64. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan semula berjumlah Rp 5,5 M bertambah Rp 2,5 M setelah perubahan pengeluaran mencapai Rp 8 M. Pembiayaan netto setelah perubahan Rp 262.536.367.398,64. Silpa PAPBD nol rupiah.

Raperda ini telah dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian oleh wali kota bersama DPRD. “Pencairan anggaran bisa dilakukan pada Senin (23/10) karena ada yang harus disempurnakan mengingat ada pergeseran anggaran di beberapa OPD (organisasi perangkat daerah),” ujar Kepala Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Imanto. (famydecta/humas)

20 Oct 2017

Targetkan Perekaman e-KTP Tuntas Bulan Desember

“Perekaman e-KTP di Jawa Timur sudah 97 persen, kurang 3 persen lagi. 3 persennya Jawa Timur ini sama dengan 1 juta jiwa. Mari fokuskan di perekaman dengan cakupan akta kelahiran, kalau penduduknya tidak ada (meninggal dunia) segera kita bersihkan. Segera turun ke SMA-SMA, kampung-kampung, kita sisir jemput bola. Karena mencari 3 persen ini lebih sulit dari pada 97 persen,” tegas Dirjen Adminduk Kemendagri RI, Zudan Arif Fakrulloh, Senin (9/10) malam di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.

Dirjen Zudan menyampaikan itu saat pembukaan rapat forum komunikasi pencatatan sipil kabupaten/kota se-Jawa Timur, yang digelar di Kota Probolinggo, mulai 10-12 Oktober. Menurutnya, sudah banyak yang telah dilakukan oleh pemerintah terkait perekaman dan penerbitan e-KTP. “Doa-nya mari kita tambah,” tuturnya.

Berdasarkan data Direktorat Jendral Adminduk, progres akta kelahiran (mulai Juli – Oktober) laporan daerah sebesar 82,5 persen. Untuk mencapai target 85 persen tinggal memenuhi 2,3 persen selama Oktober – Desember mendatang. Zudan juga melaporkan kepada Mendagri, bahwa seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sudah memberlakukan layanan 3in1.

Zudan menambahkan, pemerintah telah bekerjasama dengan beberapa lembaga dan perusahaan dalam pemanfaatan data kependudukan untuk penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Data selular dari provider akan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pendataan itu akan berlangsung hingga Februari 2018. “Mari terus bergerak untuk memberi inovasi layanan kepada masyarakat. Rubah tradiri agar masyarakat terlayani dengan baik,” ungkap Dirjen bergelar profesor tersebut.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se-Jawa Timur Siti Nurahmi menekankan percepatan pencatatan akta kelahiran targetnya 85 persen, dalam pencapaian target tersebut perlu menyatukan visi misi di kabupaten/kota di Jawa Timur. Disamping Kemendagri telah membuat regulasi sebagai pedoman penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Dalam forum dibahas tentang pemahaman bagaimana kiat peningkatan pencatatan akta kelahiran, batas waktu penanggungjawab mutlak akta kelahiran dan konversi data kependudukan manual ke SIAK (Sistem Administrasi Kependudukan).

“Capil menerbitkan dokumen akta kelahiran, akta ini adalah wujud pengakuan Negara atas kelahiran anak. Prosedur pengurusan akta harus mudah, cepat dan gratis. Forum ini merupakan sarana untuk bertanya ke Kemendagri dari berbagai masalah yang muncul di kabupaten/kota,” ujar Siti, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur.

Pembukaan rakor ini dihadiri 38 Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil se-Jawa Timur, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Probolinggo. Selanjutnya rakor tersebut digelar di Bromo Park Hotel. (famydecta/humas)

12 Oct 2017

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu