|  
 
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 791

JELANG NATAL DAN TAHUN BARU, DINKES GELAR SIDAK

IMG 20171214 WA0012

Makanan dan minuman (mamin) tak layak komsumsi masih ditemukan bebas di sejumlah toko dan minimarket di Kota Probolinggo. Hal ini terungkap saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) mamin dan kosmetik Kamis (14/12) siang tadi.

Dalam sidak ini, tim gabungan yang berasal dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Satpol PP, serta Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) dan Polresta memeriksa stok mamin di lima lokasi berbeda. 

Dikomandoi Sekda kota dr Bambang Agus Suwignyo, mereka menuju ke lokasi Toko Sumber Manis di Jalan Siaman sebagai tujuan perdana. Dari tempat ini ditemukan sejumlah makanan yang tidak layak jual. Diantaranya, kemasan rusak, tidak tertera tanggal expired. 

“Hasil yang kami dapati, masih ada beberapa penjual yang bermain tidak fair. Kami beri peringatan agar mamin yang tak layak komsumsi segera ditarik dari peredarannya,”  tegas mantan direktur RSUD dr Saleh ini.

Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pembinaan, jika dari beberapa kali surat teguran tak diindahkan maka ada tindakan tegas. Mulai dari penarikan produknya hingga penutupan sementara toko yang dimaksud.

Temuan lainnya berupa susu kaleng yang kemasannya penyok, dan produk kondom yang expired. Produk tersebut ditemukan di 4 lokasi lainnya, seperti Angga Mart di Jalan Basuki Rahmat, KDS Dept Store dan Supermarket Sinar Terang yang keduanya berada di Jalan dr Sutomo.

Sedangkan sidak kosmetik sejauh ini masih aman. Namun dinkes juga mengingatkan agar masyarakat lebih teliti, khususnya komposisi yang tertera di kemasan. “Terutama produk kosmetik yang tidak tertera label dan komposisi kemasannya. Dikhawatirkan mengandung hydroquinon dan zat berbahaya lainnya,”pinta Kepala dinkes dr Ninik yang ikut mendampingi sidak tersebut.(yul)

14 Dec 2017

988 SISWA TERIMA BEASISWA PRESTASI

IMG 20171214 WA0011

Sejumlah 988 siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs menerima beasiswa prestasi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo. Beasiswa prestasi akademik dan non akademik senilai Rp. 700.900.000 diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Rukmini, Rabu (13/12) lalu, di halaman Museum Probolinggo.

Kepala Disdikpora Maskur menuturkan, pelaksanaan bakat, minat dan kreatifitas para siswa tujuannya untuk memotivasi dan memberikan penghargaan. “Kedepan diharapkan lebih banyak anak-anak yang berprestasi, berkarakter dan berkompeten,” imbuhnya.

Selain itu, untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan diserahkan berbabagai fasilitas peralatan. Di antaranya,  untuk kelengkapan UNBK SMP,  diberikan komputer sejumlah 883 unit, kelengkapan meja kursi sebanyak 800 stel, PC Server sebanyak 37 unit, PC UNBK sebanyak 20 unit bagi PKBM Hidayah.

Untuk sekolah digital, diberikan perangkat berupa personal computer (PC) dan LCD proyektor sebanyak 30 unit. finger print sejumlah 40 unit. Penambahan komputer sebanyak 69 unit untuk 30 lembaga TK, SD, SMP inklusi, negeri maupun swasta. PC sejumlah 23 unit untuk lembaga kursus dan taman baca masyarakat (TBM). Tablet sebanyak 250 unit untuk siswa ABK.

Untuk peralatan olahraga, diserahkan bola sebanyak 525 buah bagi 105 lembaga SD/SMP negeri. Diserahkan pula pakaian tari sebanyak 950 set untuk 95 SD negeri. Termasuk peralatan kenong tellok sebanyak 18 set untuk 18 lembaga SD dan SMP negeri. Gamelan sebanyak 2 set untuk 2 lembaga SMP negeri. Alat permainan edukatif (APE) sebanyak 55 set untuk 55 lembaga.

Wali Kota Rukmini mengapresiasi para pelajar berprestasi itu. “Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah bagi kebutuhan sekolah. Misalnya, tahun lalu pelaksanaan UNBK pernah di shif, kali ini tidak perlu bergantian. Masing-masing anak sudah pegang 1 komputer untuk ujian mendatang,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan dukungan semacam ini, mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo.  “Seni budaya juga harus hidup, hingga ada program bantuan berupa pakaian tari di sekolah. Saya minta jumlah anak cerdas dan berprestasi terus bertambah baik itu akademik maupun non akademik,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, wali kota perempuan ini juga menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sebanyak 60 lembaga. Meliputi, 25 lembaga SD/MI, SMP/MTs swasta penerima bosda. 31 lembaga penerima BPPDGS Madin, 4 lembaga biaya operasional PAUD. (yul)
 
13 Dec 2017

"Eits..Hu..ha", Senam Tongkat Buka SPKP

IMG 20171212 WA0002
Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) Kademangan Kota Probolinggo digelar pada (10/12) pagi, berlokasi di sepanjang jalan brantas  mengangkat Tema "Ayo sukseskan Pemilu Kepala Daerah 2018, miliki KTP Elektronik atau Surat Rekaman sebagai syarat terdaftar Pemilih". Kegiatan pagi itu dibuka dengan sajian seni hadrah, seni tari dan senam Tongkat.
 
Walikota Probolingo,  Rukmini tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 Wib. Kehadiran orang nomor satu di Kota Probolinggo ini disambut dengan tampilan Seni Hadrah anak- anak.
 
Sebelum acara ceremonial dimulai  Walikota beserta rombongan yang telah berkumpul di tenda utama, disuguhi penampilan Senam Tongkat oleh  personil Sat Pol PP Kota Probolinggo. Mereka menyajikan kekompakan dalam gerakan senam yang menggambarkan kesigapan Sat Pol PP dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak Perda dan penyelenggara ketertiban umum.
 
Dari pantauan Suara kota, Senam Tongkat ini  tanpa diiringi musik. Pada setiap gerakan hanya di komando dengan perintah sang Komando. " Pasukan Siap Eits.. Hu..ha.., Eits..Hu ..ha.," teriak sang komandan pasukan.
 
Menurut Usman, sang Komandan senam Tongkat, menjelaskan bahwa  tidak ada pakem khusus untuk Aba -aba. Karena masing - masing kelompok senam boleh berkreasi sendiri. "Eits, artinya mulai gerakan dan saat berganti gerakan mengucap Hu Ha," kata Usman saat ditemui Suara Kota.
 
Usman juga menceritakan bahwa  sebelum tampil di SPK, dirinya beserta kawan Srikandi Pol PP pernah ditugasi mengikuti lomba Senam Tongkat pada Jambore 2015  lalu. Jadi, tak perlu waktu lama untuk berlatih kembali Senam Tongkat di pembukaan SPK kemarin. "Untuk latihan senam Tongkat Hanya butuh  latihan 2 hari saja," ucap pria yang telah mengabdi selama 11 Tahun di Sat Pol PP Kota.
 
Penampilan kesepuluh personil Satpol PP pagi itu merupakan sajian baru, alhasil  cukup memukau para pengunjung yang terlihat mengamati setiap gerakan senam Tongkat, serta memberikan tepuk tangan yang meriah saat tampilan senam berakhir. Meski tampilan senam Tongkat cukup singkat, namun bukanlah hal yang mudah untuk memperagakannya, sebab senam ini membutuhkan konsentrasi dan kekompakan dari seluruh anggota dalam melakukan gerakan berdasar komando tanpa iringan musik.
 
Demikian yang disampaikan oleh Kasad Pol PP, Sudiman saat ditemui Suara Kota seusai menyaksikan perfoma anak buahnya. Sudiman mengatakan bahwa masa persiapan untuk  latihan Senam Tongkat tersebut hanya butuh 2 hari saja. Pasalnya, sebelum tampil pagi itu, mereka telah berlatih dalam rangka  Jambore Sat Pol PP  tingkat Propinsi, dalam ajang Lomba Senam Tongkat Drill 2, pada Bulan November di  Malang.
 
"Sebenarnya senam Tongkat ini hanya gerakan pengamanan yang terdiri atas gerakan tangkis dan pukul menggunakan Tongkat T," katanya. (oke)
11 Dec 2017

GELAR SOSIALISASI DISHUB TERTIBKAN BECAK

becak

PROBOLINGGO- Acara Sosialisasi Kebijakan Di Bidang Perhubungan yang digelar Dinas Perhubungan kota Probolinggo hari ini (11/12) berjalan lancar. Bertempat di Museum Probolinggo Jl. Suroyo No.17 acara tersebut dimulai pukul 8 pagi diikuti 800 pebecak kota Probolinggo yang tersebar dari seluruh wilayah kecamatan kota Probolinggo.

Purwantoro Kabid LLAJ Dishub kota Probolinggo dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan digelarnya acara sosialisasi ini, untuk memberikan pembinaan dan pengarahan terkait operasional becak dengan tema “Ketertiban Becak Dijalan.”

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan becak dijalan sekaligus penerapan Peraturan Daerah kota Probolinggo Nomor 16 Tahun 2006 tentang kendaraan tidak bermotor jenis becak dengan pemenuhan kelengkapan becak dan kelengkapan pengemudi becak berupa Surat Tanda Nomor Becak (STNB) dan Tanda Nomor Becak (TNB),”jelasnya.

Sementara itu Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan agar acara sosialisasi semacam ini bisa dilakukan 2 kali dalam setahun agar tukang becak paham etika, tata tertib lalu lintas, tata karma, tahu tentang perekonomian atau diajari ekonomi kreatif untuk menambah penghasilan diluar membecak, disamping juga mengerti program – program pemerintah salah satunya KB.

“STNB (Surat Tanda Nomor Becak) sama seperti STNK yang berarti becak milik atau masuk kota Probolinggo, jadi nantinya bisa dirazia becak yang tidak memiliki STNB. Karena banyaknya becak yang masuk dari luar bisa membuat ruwet, tidak tertib, dan bisa mengurangi pendapatan tukang becak asli kota Probolinggo. Kedepan bisa juga dibuatkan aplikasi Becak Online,” ujarnya.

Kustaji warga Kedopok yang mengayuh becak sejak tahun 1975 mengaku pendapatannya semakin berkurang karena kemunculan Bentor (Becak Motor) di kota Probolinggo, dia berharap Pemerintah kota Probolinggo memberikan solusi dan bantuan atas kejadian tersebut.

“Dari hasil membecak pendapatannya Rp 10 ribu – Rp 15 ribu per hari, itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga terlebih lagi anak – anak saya masih sekolah. Saya berharap ada bantuan dari Pemerintah kota Probolinggo, saya juga senang ada sosialisasi seperti ini sehingga lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan kami sebagai tukang becak,” katanya.

Acara sosialisasi ini dirangkai dengan penyerahan kaos becak, TNB, STNB, secara simbolis oleh Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, M.Si didampingi Kepala Dinas Perhubungan kota Probolinggo Drs. Sumadi, M.Si kepada 5 orang perwakilan tukang becak yang hadir, kemudian acara ini diisi materi tentang pembinaan masyarakat yang berhubungan dengan tukang becak oleh Bimas Polresta Probolinggo dan Satpol PP kota Probolinggo dengan materi pengendalian operasional becak di kota Probolinggo. (Crl)

11 Dec 2017

Minim Informasi, Jalur Sepeda Tak Maximal

IMG 20171208 WA0004
Keinginan untuk bisa bersepeda dengan aman di jalur sepeda atau bike lane tak sepenuhnya terwujud. Sebab, fakta dilapangan masih banyak ditemui mobil dan  becak yang parkir diatas jalur tersebut.
 
Seperti yang terlihat pada Senin,(4/12), di lokasi jalur bike lane jalan Pahlawan ada sebuah becak dan 3 (tiga) mobil minibus yang parkir diatas jalur sepeda yang baru dikerjakan akhir bulan November lalu.
 
Kepada Suara kota, Pak Su, abang becak yang kedapatan sedang memarkir becaknya diatas jalur sepeda,  mengaku tidak mengerti maksud pembuatan marka jalan bercat hijau tersebut. Ia merasa garis tersebut adalah batas parkir kendaraan roda tiga dan sepeda. Ia juga menyebutkan bahwa bukan hanya dirinya yang melanggar aturan tersebut. "Setahu saya ini buat parkir, karena kalau malam banyak yang ke ATM itu dan sepeda motornya diparkir disitu" ucap pria yang  tinggal di Kelurahan Curah Grinting ini.
 
Pak Su juga bersedia mengikuti aturan jika nantinya ada larangan parkir di jalur tersebut, ia akan mematuhinya. "Nanti kalau ada sosialisasi dari pemerintah, saya tidak parkir disini lagi," ujar pria yang mengaku sudah 30 tahun menekuni pekerjaannya.
 
Minimnya informasi tentang jalur sepeda ini juga dibenarkan oleh  Fatimah, warga Kelurahan Sukabumi, salah satu pesepeda yang ditemui Suara kota saat sedang mengayuh sepedanya ke arah pusat perbelanjaan jalan Dr. Sutomo. Fatimah menyatakan belum mengetahui bahwa telah tersedia jalur sepeda di kotanya. Meskipun, selama ini dia mengaku sering bersepeda untuk  berbelanja keperluannya sehari -hari. "Biasanya saya naik sepeda kalau mau ambil uang pensiun  dan keperluan belanja," katanya.
 
Saat dimintai tanggapannya tentang jalur sepeda, ia hanya menjawab tidak tahu tentang jalur sepeda. " Saya, ga , tahu," jawabnya singkat.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dishub Kota Probolinggo, Purwanto Novianto tak menampik jika pihaknya tidak melakukan sosialisasi tentang jalur sepeda. Pasalnya, bahwa  pembuatan jalur sepeda tersebut merupakan realisasi  komitmen kerja sama Pemkot Probolinggo dengan Kota Helzingborgh. "Kita bangun dulu, sambil melakukan kajian kembali khususnya untuk penataan parkir kendaraan," ucap Purwanto saat di temui Suara Kota di ruang kerjanya, pada Rabu (6/12) pagi. 
 
Purwanto juga memaparkan bahwa dana pembuatan jalur sepeda tersebut sebagian bersumber pada PAK 2017 Dinas Perhubungan setempat. Dengan besaran anggaran 200 juta rupiah untuk pembuatan marka jalan di kawasan tertib lalu lintas seperti di jalan di sekitar Alun -alun Kota, jalan Gatot subroto serta pembuatan marka jalan khusus jalur sepeda selebar 1, 3 meter di jalan Pahlawan. Selanjutnya, pada Tahun 2018 akan ada tambahan anggaran 100 juta rupiah dari APBD untuk melanjutkan meneruskan pilot project bike lane di jalan Soekarno hatta hingga Panglima Sudirman serta jalan Dr Soetomo.
"Target berikutnya kita akan lakukan sosialisasi melalui media massa untuk mensosialisasikan jalur sepeda," paparnya
 
Purwanto juga menambahkan, selain menggunakan media massa, sosialisasi sekaligus pembahasan kajian kajian terkait jalur sepeda ini akan melibatkan Forum Lalu lintas Angkutan Jalan setempat. "Tahun depan akan ada penilaian WTN dan kunjungan balasan Pemkot ke Halzingborgh, jadi kita siap untuk membuat kajian yang tepat," pungkasnya (oke)
08 Dec 2017

WALIKOTA : SEMANGKEN SOBUNG SE TAK ANDIK SERTIFIKAT!

WhatsApp Image 2017 12 05 at 10.36.34

Semangken nikah sobung se tak andik sertifikat. Dedih kawuleh marengen oneng panjenengan se ampon andik sertifikat sopajeh bisah e sempen se sae (Sekarang ini sudah nggak ada lagi yang gak punya sertifikat. Jadi saya menghimbau, Anda yang sudah memilikinya agar disimpan baik-baik. Sehingga menjadi pegangan kepemilikan yang dapat dipertanggungjawabkan) Jek sampek elang nggih! (Jangan sampai hilang ya),” seru Walikota Probolinggo Rukmini kepada ratusan masyarakat yang berkumpul di aula Kelurahan Kareng Lor Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo, saat penyerahan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Prona, Senin (4/12) kemarin.

Pendaftaran tanah secara sistematis lengkap adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam satu wilayah kelurahan atau nama lainnya yang setingkat, dan juga termasuk pemetaan seluruh obyek pendaftaran tanah yang sudah didaftar dalam rangka menghimpun dan menyediakan informasi yang lengkap mengenai bidang-bidang tanahnya.

Walikota Rukmini menyampaikan bahwa realisasi kegiatan itu sudah sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat berdasarkan instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahn 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PTSL. Pengurusan sertifikat yang dibiayai oleh negara dan difasilitasi BPN Kota Probolinggo, menurut Rukmini sangat membantu masyarakat sehingga mereka bisa memiliki dokumen resmi kepemillikan tanah. (nea)

04 Dec 2017

WALI KOTA RESMIKAN NOMENKLATUR FASILITAS PARKIR ANGKUTAN BARANG

WhatsApp Image 2017 12 04 at 13.53.23
 
Pengajuan ijin terminal cargo membutuhkan persyaratan teknis yang detail dan belum dapat terpenuhi, sehingga Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah mengubah nomenklaturnya.  Wali Kota Probolinggo Hj Rukmini meresmikan perubahan nomenklatur tersebut, Senin (4/12) dari terminal cargo menjadi fasilitas parkir angkutan barang.

“Saya mengapresiasi upaya dishub dalam mengambil langkah merubah nomenklatur tersebut.  Pengurusan ijin terminal cargo membutuhkan berbagai persyaratan teknis sesuai standard dan belum bisa dipenuhi.  Contohnya,  harus tersedia fasilitas crane yang bisa mengangkut barang berat dan persyaratan teknis lainnya,” ungkap wali kota perempuan ini.

Keberadaan fasilitas parkir angkutan barang yang berada di JLU ini, berfungsi sebagai lahan parkir bagi kendaraan barang di Kota Probolinggo. Mengingat selama ini masih ditemui truk yang bermuatan berat,  parkir sembarangan di pinggir jalan.

“Tidak ada alasan lagi bagi truk untuk parkir seenaknya. Saya tugaskan dishub melakukan operasi, koordinasi dengan satlantas agar ditertibkan.  Harapannya supaya tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan, jika tidak memiliki garasi maka bisa gunakan fasilitas ini,” pintanya.

Selanjutnya wali kota meninjau fasilitas yang ada, seperti loket pembayaran disertai dengan pembatas otomatis sebelum kendaraan masuk maupun keluar. Kemudian juga diserahkan kendaraan operasional, 1 buah truk dan 3 buah sepeda motor.

Kepala Dishub Sumadi menambahkan, selama tahun 2017 ini sudah cukup besar pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk. Dari target Rp.6,9 juta tercapai Rp.27,37 juta, sudah terealisasi 395 %. (yul)
04 Dec 2017

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu