|  
 
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 791

Tebus 10 Kg Beras Hanya Dengan Rp 16 Ribu

Program percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan berdasarkan peraturan Gubernur Jawa Timur, direalisasikan dengan penyaluran beras bersubsidi. Pagi ini, Jumat (8/9), di Kelurahan Kedopok, Wali Kota Rukmini menyerahkan beras secara simbolis kepada 3 RTM (Rumah Tangga Miskin) dari total 283 RTM.

Berdasarkan informasi dari Kasi Pemas (Pemberdayaan Masyarakat) Kelurahan Kedopok Dian Febria Ningrum, ada 4.848 RTM yang mendapat bantuan beras bersubsidi se-Kota Probolinggo, yang disebar di 14 Kelurahan. Yakni Kelurahan Kademangan 432 RTM, Pilang 231 RTM, Kedopok 283 RTM, Kareng Lor 308 RTM, Jrebeng Lor 359 RTM, dan Sukabumi 294 RTM. Di Kelurahan Kebonsari Kulon ada 482 RTM, Jrebeng Kidul 237 RTM, Pakistaji 392 RTM, Sumber Taman 310 RTM, Jrebeng Kidul 110 RTM, Sukabumi 176 RTM, Mangunharjo 406 RTM, Mayangan 268 RTM, serta Kanigaran 560 RTM.

“Setiap RTM mendapat 10 kg beras, dengan mengganti uang Rp 16 ribu saja, ini beras kualitas super yang dipasaran dijual Rp 9 ribu perkilonya,” tutur Bu Ning sapaan akrabnya. “Persyaratan lainnya hanya membawa KK (Kartu Keluarga) dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) saja,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial Zainullah pun menjelaskan bahwa ini merupakan program baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Kita hanya memfasilitasi dengan mendata RTM dan menyalurkannya, semua beras langsung dari Bulog dan kupon disediakan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Rukmini berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah yang tiada hentinya ini, masyarakat bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidupnya. “Semoga berasnya bermanfaat, bisa meringankan beban kebutuhan warga yang kurang mampu,” pungkasnya. (malinda/humas) 

08 Sep 2017

Banggar Berikan Saran Rekomendasi pada Sejumlah OPD

Wali Kota Rukmini menandatangani nota kesepakatan bersama antara Pemkot Probolinggo dengan DPRD setempat tentang Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017, Kamis (7/9). Penandatanganan ini dilangsungkan di ruang sidang utama DPRD Kota Probolinggo.

Sebelum nota kesepakatan ini ditandatangani, terlebih dahulu pimpinan rapat paripurna, Agus Rudiyanto Ghafur, meminta pendapat para ketua fraksi yang ada di DPRD. Selain itu, Agus juga memberikan kesempatan bagi Badan Anggaran (Banggar) DPRD untuk memberikan saran dan rekomendasi terhadap perubahan APBD TA 2017.

“Dari seluruh pendapat ketua fraksi yang hadir, dapat saya simpulkan bahwa semua fraksi menyetujui perubahan APBD Tahun Anggaran 2017,” kata Agus.

Sementara itu, anggota Banggar, Sri Wahyuningsih memberikan saran dan rekomendasi kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan perubahan APBD yang akan diterima nanti.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Wahyuningsih menyampaikan saran dan rekomendasi kepada Bappeda Litbang, BPPKAD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, RSUD dr. Moh. Saleh, dan Dinas Perhubungan.

Dengan adanya perubahan APBD TA 2017, jumlah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo yang semula Rp 152 miliar menjadi Rp 189 miliar. Banggar dalam kesempatan ini juga menyarankan agar BPPKAD dapat memenuhi target tersebut.

“Proyeksi kenaikannya yang sekitar 20,4 persen kiranya harus sesuai dengan perhitungan potensi riil yang ada, bukan sekedar memberikan proyeksi kenaikan PAD sehingga di akhir tahun anggaran 2017, tercapai PAD sebesar 120,40 persen,” tutur Sri.

Kepada Dinas PU dan Penataan Ruang, Sri memberikan saran agar rencana pengadaan kendaraan dinas operasional 6 unit pick up agar dikurangi menjadi 3 unit saja. “Untuk anggaran 3 unit pick up lainnya diperuntukkan untuk tambahan anggaran pemeliharaan jalan,” tutur anggota Fraksi Gerindra-Demokrat ini.

Selain itu, Sri juga menyampaikan saran rekomendasi kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait pengembangan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Kedopok (RTHKP). Seperti diketahui, RTHKP Kedopok sering menjadi tempat digelarnya berbagai kegiatan Pramuka, PMR, maupun PMI.

“Letaknya memang strategis dan luas. Namun, RTHKP Kedopok tidak didukung dengan fasilitas yang memadai seperti aula ataupun toilet. Oleh karena itu, di perubahan APBD tahun ini, banggar menyarankan agar DLH dapat memenuhi fasilitas tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujar Sri. (alfien/humas)

08 Sep 2017

Ponpes Nurul Jadid Juara LSN Region Jatim III

Rabu (6/9) lalu Final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim III di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo usai digelar. Laga final tersebut dihadiri Plh Sekda Achmad Sudiyanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disbudpar) Moch Maskur, anggota DPR RI Habib Hadi Zainal Abidin dan Ketua PSSI Kota Probolinggo Haris Nasution. 

Ketua LSN Region III Jatim, Abdul Aziz mengatakan di Probolinggo ada 7 tim yang ikut bertanding. “Usia para pemain di LSN ini harus pemain yang lahir tahun 2000 ke atas. Gelaran LSN ini tersebar diseluruh Indonesia, dan di Probolinggo ini masuk Region III Jatim,” jelasnya. 

Plh Sekda mengatakan, dengan adanya event ini berpotensi mencetak bibit-bibit baru khususnya untuk para pemain sepak bola Indonesia. ”Mari kita wujudkan sepak bola nasional menjadi sepak bola yang mendunia, lewat Liga Santri Nusantara ini akan muncul bibit-bibit pemain nasional yang kita banggakan. Tahun kemarin satu pemain dari Region Jatim III terpilih menjadi pemain nasional, mudah- mudahan tahun sekarang bisa tambah banyak,” ucap Sudi.

Dalam laga final LSN Region Jatim III ini mempertemukan Pondok Pesantren asal Probolinggo dan Pasuruan yaitu Ponpes Nurul Jadid dan Al Yasini, dalam laga tersebut kedua tim bermain imbang 0-0 hingga waktu normal selesai, hingga diharuskan laga dengan babak adu penalti, dan akhirnya dimenangkan Ponpes Nurul Jadid dengan skor 4-3.

Diakhir acara Achmad Sudiyanto menyerahkan piala untuk para tim yang lolos menjadi juara. Pemain terbaik diraih Idu Nurwachid, sedangkan gol terbanyak dimiliki M.Kori Amrullah. Keduanya sama-sama berasal dari Ponpes Nurul Jadid Probolinggo. (soni/humas)

07 Sep 2017

144 Warga Dapat Bantuan Peralatan

Sebanyak 144 warga Kota Probolinggo mendapatkan bantuan peralatan bagi fakir miskin, Rabu (6/9), di Shelter Dinas Sosial, Jalan Mastrip. Penyaluran bantuan dihadiri Wali Kota Rukmini, Plh Sekda Achmad Sudiyanto, Asisten Pemerintahan Acep Arif Hidayat, camat dan lurah. 

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial, Asin, mengatakan program percepatan penanggulangan kemiskinan sedang menjadi perhatian Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan khususnya di Kota Probolinggo  sangat ditentukan oleh kualitas pembangunan manusia yang diukur dari dimensi harapan hidup, pengetahuan dan standar kehidupan.

“Untuk menunjang peningkatan kesejahteraan warga miskin, pemkot melalui Dinas Sosial memberi bantuan peralatan sehingga mereka mempunyai kesempatan. 144 penerima bantuan ini tersebar di 21 kelurahan yang benar benar membutuhkan bantuan peralatan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menegaskan peralatan ini diberikan untuk usaha dan tidak untuk dijual. “Ini (bantuan) untuk meningkatkan kesejahteraan serta dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Pemberian bantuaan ini sesuai permintaan dan kebutuhan masyarakat, dengan bantuan ini akan lebih meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo,” harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberian bantuan ini tidak boleh terus – menerus karena sudah ada aturan yang melarang. Harus gantian agar yang lain yang punya usaha juga  dapat kesempatan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Usai menyalurkan bantuan, Rukmini menyempatkan diri meninjau pelatihan keterampilan bagi pemulung. Pelatihan yang dilaksanakan di Shelter Dinas Sosial berlangsung selama satu minggu (saat berita ini diturunkan pelatihan sudah berjalan selama empat hari). (mita/humas)

07 Sep 2017

Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair

Para pencari kerja memadati acara pameran kesempatan kerja (JOB Fair) daerah tahun 2017 di halaman Gedung Widya Harja, Jalan Panjaitan Kota Probolinggo, Rabu (6/9).  Kegiatan tersebut  menyediakan 1063 lowongan pekerjaan dari 40 perusahaan di wilayah Jawa Timur.

Dibuka Wali Kota Probolinggo Rukmini, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Ketenaga Kerjaan Republik Indonesia Muji Wiyana, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Ketua Komisi 1 DPRD setempat, Plh Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Lurah Se- Kota Probolinggo, personalia perusahaan, Ketua TP. PKK dan pengurus Dharma Wanita.

Kasi Bursa Khusus dan Swasta Kementerian Ketenagakerjaan Muji Wiyana mengatakan,  program job fair ini kerjasama Kementerian Tenaga Kerja Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo. “Ini sudah direncanakan 2-3 bulan yang lalu. Job fair ini untuk mempertemukan antara pengguna tenaga kerja dan pencari kerja,” ujarnya.

Hasil survei angkatan kerja nasional bulan februari 2017 sebanyak 131,55 dengan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 124,54 juta. Jumlah penggangguran terbuka di tahun 2017 sebanyak 7,01 juta orang. Sementara di Kota Probolinggo berdasarkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasioanal )di bulan Agustus 2016 jumah angkatan kerja sebanyak 109.336 ribu orang dengan pengangguran terbuka 4.383 orang.

Ia juga menyampaikan, kegiatan pelaksanaan job fair ini gratis dan tidak memungut biaya dan memperluas kesempatan kerja untuk membantu para pencari kerja untuk bisa bekerja sesuai dengan bakat, minat dan ketrampilannya agar bisa bekerja di wilayah Kota Probolinggo.  “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi Pemerintah Daerah dan bermanfaat kepada para pencari kerja. Job fair ini  bisa membantu angka penggangguran yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Wali Kota Rukmini menjelaskan, kegiatan job fair tahun 2017 bertujuan memberikan peluang kerja dan peningkatan karir melalui sinergi kesempatan kerja dan merupakan strategi upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Probolinggo. Perkembangan ketenagakerjaan dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan tersebut diketahui dari data yang ada.

Penduduk di Kota Probolinggo pada saat ini kurang lebih 222.331 jiwa dengan angkatan kerja 130.027 orang. Dari jumlah angkatan kerja tersebut yang bekerja 102.712 orang sehingga terdapat pengangguran 1.752 orang. Data yang disampaikan dari Kementerian Tenaga Kerja hampir 4.000 orang yang pengangguran dan jumlah pengguran yang ada di Kota Probolinggo sebanyak 1.752. Jadi data antara Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Tenaga Kerja tidak sama. 

“Semoga pelaksanaan job fair tahun 2017 ini dapat menyerap tenaga kerja  yang banyak, sehingga kesejahteraan baik diri sendiri maupun keluarga dapat terjamin dan bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Probolinggo. Kepada perusahaan dan pengusaha yang telah menyediakan lowongan kerja saya ucapkan terima kasih,” sambungnya. (noviati/humas)

07 Sep 2017

Bekali Pelajar Pengetahuan Tentang Pemilu

Demi suksesnya Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bakesbangpol dan Linmas menggelar sosialisasi pemahaman budaya politik, bagi pemilih pemula tingkat SMA/SMK/MA Negeri/Swasta se-Kota Probolinggo. Acara tersebut dilangsungkan Selasa (5/9), di gedung Puri Manggala Bhakti, dengan dihadiri Wali Kota Rukmini.

Pagi itu, sekitar 223 siswa-siswi SMA/MA/SMK mengikuti sosialisasi tersebut. Kabid Hubungan Antar Lembaha dan Pengembangan Politik Slamet Hariyanto menyatakan, dengan mengevaluasi perkembangan politik daerah sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman dan pendidikan politik kepada pemilih pemula agar bisa menjadi pemilih yang cerdas, bisa menggunakan hak pilihnya dan tidak golput (golongan putih). “Karena kedepannya merekalah yang menentukan nasib bangsa, penerus di masa yang akan datang,” tuturnya.

Rukmini juga menyampaikan, perhatian serius pada pemilih pemula itu sangat penting maka harus ada sosialisasi agar bisa berpartisipasi dalam pilkada 2018, pemilihan legislatif dan Presiden tahun 2019. Karena pilkada dan pemilu merupakan bentuk mewujudkan negara demokrasi dan partai politik sebagai sarana aspirasi rakyat.

“Jika sudah punya pilihan untuk tidak diceritakan, cukup disimpan didalam hati saja guna menghindari perselisihan politik. Jangan sampai sekolahnya terganggu, jangan terpengaruh dengan isu politik, agar kota Probolinggo tetap damai dan kondusif,” pesan Rukmini pada peseta sosialisasi.

Dalam kesempatan itu, narasumber dari Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda. Ketua KPU memberikan materi terkait pilkada serentak. Bakesbangpol dan Linmas setempat juga memberikan buku berjudul “Cerdas Berdemokrasi” yang berisi tentang pemahaman demokrasi dan pemilu, masalah dan harapan dalam pemilu. (malinda/humas)

06 Sep 2017

Perputaran Ekonomi Capai Ratusan Juta

Tanggal 4 September lalu, rampung sudah gelaran Semipro 2017. Berdasarkan catatan panitia, perputaran ekonomi dari berbagai sektor selama seminggu (28 Agustus – 4 September) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini membuktikan keberadaan Semipro tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah semata tetapi juga aspek lainnya. 

Seperti yang disampaikan Ketua Semipro 2017 Agus Efendi, even Semipro mampu memberikan dampak berganda di berbagai sektor. Seperti omzet 395 PKL (Pedagang Kaki Lima) yang terdiri dari lesehan 315 orang dengan asumsi pendapatan sebesar Rp 400 ribu per hari atau Rp 126 juta seminggu. Sedangkan sebanyak 80 peserta menggunakan tenda, asumsi pendapatan Rp 700 ribu per hari atau Rp 56 juta per minggunya. 

Untuk omzet kuliner etnis di sisi barat Alun-alun dengan jumlah peserta mencapai 30 orang, asumsi pendapatan mencapai Rp 63 juta selama seminggu. Berbeda dengan tenda dome pada pameran produk unggulan dan UKM dengan jumlah Rp 50 peserta, asumsi pendapatannya Rp 58 juta per hari atau sekitar Rp 350 juta sepekan.

Di tenda kerucut dengan jumlah 48 peserta omzet senilai Rp 4.207.056.000 selama seminggu. Sementara itu, total PAD dari parkir kendaraan roda dua di area Alun-alun selama seminggu mencapai Rp 6.595.000. Di pawai budaya pendapatan parkir saja sekitar Rp 1,2 juta. Ditambah Rp 20 juta dari jasa perhotelan, property acara, sanggar seni, transportasi, makanan, dekorasi, EO dan salon rias. 

“Selaras dengan pertumbuhan ekonomi sektor riil sesuai dengan misi kedua wali kota yaitu pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kompetitif dan berkelanjutan. Dan, misi kelima pemberdayaan potensi kearifan lokal budaya menjadi destinasi wisata,” tegas Agus Efendi. 

“Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya wali kota, FKPD, MUI, PCNU, pihak keamanan dan DMR Production, Kapal Api, Bank Jatim, BNI, Mandiri, BCA, BRI, PT Djarum Tbk, BJBR , RS Dharma Husada, Le Mineral dan sponsor lain atas partisipasi dan kerjasamanya sehingga penyelenggaraan Semipro berjalan engan sukses, tertib, aman dan lancar,” sambung Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata ini dalam laporannya. 

Closing ceremony Semipro 2017 berlangsung sederhana ketimbang tahun sebelumnya. Konsep ini sesuai tema Semipro “Lokal Berbudaya”. Diawali tari Remo yang dibawakan penari Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) dilanjut tampilan teaterikal “Pelangi Jingga Kemanusiaan” yang menceritakan aksi kemanusiaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo. Aksi ini merupakan bentuk dukungan untuk segera disahkannya RUU Kepalangmerahan. 

Malam itu, Wali Kota Rukmini juga menyerahkan hadiah lomba stand UMKM terbaik. Juara pertama diraih Kadin Kota Kediri (lemari es dan DP hari plus Rp 5 juta), juara kedua Dinas Perikanan Kota Probolinggo (lemari es dan DP haji plus Rp 5 juta, juara ketiga Kedai Kelor Kota Probolinggo (mesin cuci dan DP umroh Rp 3,5 juta). Sementara juara harapan I Kadin Kabupaten Banyuwangi (sepeda dan DP umroh Rp 3,5 juta) dan juara harapan II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo (DP umroh Rp 3,5 juta dan dispenser). 

Wali kota mengagumi penampilan teaterikal PMI malam itu. Ia bangga karena anak muda dapat berperanserta dalam membangun kota dan ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah. “Sehingga layak jika Kota Probolinggo menjadi kota layak anak,” terangnya. 

Semipro 2017, kata Rukmini, adalah upaya bagaimana pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM. Karena dampak ekonominya dapat dirasakan baik oleh tukang parkir hingga pelaku seni. 

“Semipro memfasilitasi sanggar-sanggar seni lokal untuk berkreativitas, disamping pemkot juga meberikan anggaran kepada kelompok-kelompok seni. Tahun ini Semipro tidak ada karapan sapi merah, saya berharap karapan sapi merah dapat dilaksanakan bisa di luar jadwal Semipro agar paguyuban tidak kecewa,” pesannya. 

Rukmini juga mengucapkan terimakasih kepada etnis Tionghoa dan Arab yang telah berpartisipasi dalam Semipro dan selalu menyajikan penampilan seni yang spektakuler. “Meskipun ada yang memandang Semipro sebelah mata, tetapi buktinya masih banyak masyarakat yang tertarik dengan Semipro dengan datang ke Alun-alun setiap malam,” tuturnya. (famydecta/humas) 

06 Sep 2017

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu