|  
 
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 793

Batik Kupu-Kupu Arisan Terbang Ke Jepang

September 2016 Batik

Siapa sangka, berkat pertemanan di media social Facebook, dapat membuka peluang bisnis hingga ke luar negeri. Keberuntungan ini dirasakan oleh Nico (26), pemuda yang berdomisili di wilayah Kelurahan Jati ini sanggup mengepakkan sayap bisnisnya dari berjejaring social.

Nico, yang sejak duduk di bangku SMP sangat menyukai kain batik ini mengawali kariernya sebagai pembatik pada tahun 2012. Kala itu ia harus tinggal di Surabaya selama satu bulan untuk mengikuti pelatihan membatik.

Sejak saat itu, Nico sangat menikmati pekerjaannya untuk mendesain, mencanting, mewarnai, kain batik buatannya. Selanjutnya, untuk pemasaran ia masih dibantu teman-temannya secara getok tular promosi mulut ke mulut. Namun, cara pemasaran yang seperti demikian dianggap tidak efektif. “Batik saya kurang laris kalau dijajakan di Kota Probolinggo, jadi saya coba mencari celah yang lain”, ucapnya kepada Suara Kota saat ditemui di work shopnya (28/9) malam.

Strategi pemasaran yang dilakukannya yakni memasarkan batiknya melalui Facebook. Terhitung sejak setahun silam, satu demi satu karyanya diapresiasi oleh teman di akun miliknya. Sejak saat itu, namanya sangat dikenal oleh para desainer ternama di Indonesia. Mereka memesan kain batik karya Nico yang diberi label Poerwa. Label ini diambil dari nama Kakeknya, sedangkan Poerwa sendiri dalam bahasa Jawa berarti “Permulaan”, ia berharap seperti namanya usaha batiknya sebagai permulaan untuk kesuksesannya.

Meski dengan modal yang terbatas yang dipinjami oleh orang tuanya, ia berusaha memenuhi order yang telah dipesan untuk diterbangkan ke Negeri Sakura. Di Negara Jepang inilah, karya batik “Kupu-Kupu Arisan” laris terjual. Harganya pun fantastis, untuk selembar batik di bandrol hingga 700 ribu rupiah.

Bukan tanpa alasan ia membandrol batik buatannya dengan harga sejuta lebih. menurutnya, untuk mengerjakan batik “Kupu-Kupu Arisan” ia membutuhkan waktu hingga 14 hari. “Kupu-kupunya sih jenisnya hanya tiga, jumlahnya banyak, warnanya juga berbeda”, ungkap pengusaha muda yang pernah meraih penghargaan Pemuda Kreativ Bidang Seni tahun 2014 dari Dinas Pemuda Olah Raga Budaya dan Pariwisata Kota setempat.(oke)

28 Sep 2016 0 comment

September 2016 Batik

Siapa sangka, berkat pertemanan di media social Facebook, dapat membuka peluang bisnis hingga ke luar negeri. Keberuntungan ini dirasakan oleh Nico (26), pemuda yang berdomisili di wilayah Kelurahan Jati ini sanggup mengepakkan sayap bisnisnya dari berjejaring social.

Nico, yang sejak duduk di bangku SMP sangat menyukai kain batik ini mengawali kariernya sebagai pembatik pada tahun 2012. Kala itu ia harus tinggal di Surabaya selama satu bulan untuk mengikuti pelatihan membatik.

Sejak saat itu, Nico sangat menikmati pekerjaannya untuk mendesain, mencanting, mewarnai, kain batik buatannya. Selanjutnya, untuk pemasaran ia masih dibantu teman-temannya secara getok tular promosi mulut ke mulut. Namun, cara pemasaran yang seperti demikian dianggap tidak efektif. “Batik saya kurang laris kalau dijajakan di Kota Probolinggo, jadi saya coba mencari celah yang lain”, ucapnya kepada Suara Kota saat ditemui di work shopnya (28/9) malam.

Strategi pemasaran yang dilakukannya yakni memasarkan batiknya melalui Facebook. Terhitung sejak setahun silam, satu demi satu karyanya diapresiasi oleh teman di akun miliknya. Sejak saat itu, namanya sangat dikenal oleh para desainer ternama di Indonesia. Mereka memesan kain batik karya Nico yang diberi label Poerwa. Label ini diambil dari nama Kakeknya, sedangkan Poerwa sendiri dalam bahasa Jawa berarti “Permulaan”, ia berharap seperti namanya usaha batiknya sebagai permulaan untuk kesuksesannya.

Meski dengan modal yang terbatas yang dipinjami oleh orang tuanya, ia berusaha memenuhi order yang telah dipesan untuk diterbangkan ke Negeri Sakura. Di Negara Jepang inilah, karya batik “Kupu-Kupu Arisan” laris terjual. Harganya pun fantastis, untuk selembar batik di bandrol hingga 700 ribu rupiah.

Bukan tanpa alasan ia membandrol batik buatannya dengan harga sejuta lebih. menurutnya, untuk mengerjakan batik “Kupu-Kupu Arisan” ia membutuhkan waktu hingga 14 hari. “Kupu-kupunya sih jenisnya hanya tiga, jumlahnya banyak, warnanya juga berbeda”, ungkap pengusaha muda yang pernah meraih penghargaan Pemuda Kreativ Bidang Seni tahun 2014 dari Dinas Pemuda Olah Raga Budaya dan Pariwisata Kota setempat.(oke)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu