|  
 

Wali Kota Habib Hadi Perjuangkan BBM untuk Nelayan Kota Probolinggo

09 Sep 2020 0 comment

KANIGARAN - Persediaan solar yang langka dikeluhkan nelayan di Kota Probolinggo. Sebab, Stasiun Penyalur Bahan Bakar Minyak untuk Nelayan (SPBN) hanya melayani bahan bakar solar bagi tekong alias nahkoda kapal bahkan pemilik kapal besar.

Hal itu diungkap Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin saat menerima kunjungan silaturrahim dari Pertamina, Rabu (9/9) siang, di Command Center Jalan Panglima Sudirman 19.

Wali kota mengatakan, bagi nelayan kecil yang membeli solar di SPBN sering tersendat malah terkesan tidak dilayani. Adapun permintaan surat rekomendasi yang diajukan kapal nelayan ke UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SKP) Mayangan Probolinggo tak kunjung dikeluarkan.

IMG 20200909 WA0060“Jadi kapal nelayan ini meminta rekom (surat rekomendasi, red) ke kantor UPT disana, tapi karena izinnya tidak ada, maka surat rekomendasi tidak keluar. Tapi anehnya, mereka tetap diperbolehkan beroperasi. Ini kan aneh? Kenapa? Nah inilah salah satu alasan pembahasan dari adanya pertemuan ini,” katanya.

Kedua, lanjutnya, imbas dari apa yang disampaikan perwakilan nelayan pada pertemuan terbatas beberapa waktu lalu, pada akhirnya, nelayan lebih memilih membeli solar di SPBU dengan waktu tertentu dan menghabiskan berjam-jam sebelum pergi berlayar.

Menanggapi hal itu, Sales Area Manager Retail Malang Gustiar Widodo didampingi Sales Plan Manager Area Pasuruan dan Probolinggo Yogi Indraprastya menyebut, sebelumnya, telah ada pelayanan akan kebutuhan bahan bakar jenis solar yang diberikan SPBU Mayangan kepada nelayan. Secara aturan, katanya, ini tentu tidaklah dibenarkan.

Maka dari itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus melakukan upaya untuk mengendalikan penyaluran jenis BBM tertentu (Solar subsidi) atau JBT agar tepat sasaran. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 4 Tahun 2020.

Pria yang akrab disapa Dodik itu menegaskan, pihaknya terus berupaya untuk mengendalikan jenis BBM bersubsidi ini agar tepat sasaran dan tidak kelebihan kuota khususnya di sektor transportasi.

“Kami (pertamina) terus berusaha dan terus melakukan evaluasi agar solar tetap tepat sasaran yang sesuai dengan peruntukannya, berdasarkan peraturan yang berlaku. Dan hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menjaga agar tepat pula secara volume yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Untuk kasus yang di SPBU Mayangan, katanya, ada penyaluran solar yang cukup tinggi. Itulah alasan kenapa akhirnya pihaknya melakukan pembinaan dengan menghentikan penyaluran solar.

“Selain itu, nelayan juga sempat mendapatkan layanan dari SPBN yang lokasinya berada di dalam pelabuhan. Namun karena ada ketentuan bahwa hanya nelayan yang sudah terdaftar di UPT, kini SPBN sudah tak lagi melayani (pembelian BBM jenis solatlr untuk nelayan),” terangnya.

IMG 20200909 WA0059Hal tersebut, terangnya, sudah sesuai dengan Perpres 191/2014 Pasal 21 (1) bahwa Badan Pengatur melakukan pengaturan, pengawasan, dan verifikasi terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pendistribusian BBM. Dalam rangka penyaluran Jenis BBM Tertentu (solar subsidi) untuk konsumen agar tepat sasaran dan tepat volume, maka diperlukan pengendalian penyaluran JBT (Solar) khusus transportasi kendaraan bermotor untuk angkutan orang dan barang.

Solusinya, kata Dodik, UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SKP) Mayangan Probolinggo harus membuat surat rekomendasi kepada Pertamina, untuk puluhan kepemilikan kapal cantrang dari total jumlah 100 kapal yang ada.

“Sesuai dengan keputusan Kepala BPH Migas Nomor 17 Tahun 2019 tentang Penerbitan Surat Rekomendasi, disana ada format form-nya seperti apa. Kami dalam hal ini juga membutuhkan dukungan terkait adanya daftar rekomendasi tersebut. Nah, apabila ada (surat rekomendasi tersebut), maka kami pastikan support penyaluran solar subsidi pada nelayan di Kota Probolinggo, untuk volume berapapun akan kami layani,” tandasnya.

Puas dengan respon yang diberikan Sales Area Manager Retail Malang Gustiar Widodo, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin lalu menunjuk Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo Sudiman, untuk segera menindaklanjuti apa yang diperlukan demi terpenuhinya kebutuhan nelayan dalam menunjang aktivitasnya.

“Saya perintahkan Kepala Dispertahankan untuk segera membuat surat (rekomendasi)-nya, buat list data nama-nama kapal nelayan yang ada, lalu kirim ke Pertamina atau SPBN,” pungkasnya. (Sonea)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu