|  
 

Pastikan Terapkan Protokol Kesehatan, Tempat Ibadah Ditinjau

06 Sep 2020 0 comment

KANIGARAN – Usai melaunching tempat ibadah tangguh saat Hari Jadi ke 661 Kota Probolinggo, 4 September lalu. Pemkot Probolinggo bersama TNI dan Polri meninjau ke tiga tempat ibadah tangguh, yakni tiga gereja yang tengah menggelar ibadah di hari Minggu (6/9) pagi.

Tempat ibadah disebut tangguh jika sudah menerapkan tempat cuci tangan (mengalir) dan sabun, hand sanitizer, thermogun, stok masker, tanda jaga jarak, pembagian tugas pengurus tempat ibadah, ada tulisan (banner atau spanduk) tentang protokol kesehatan di area tempat ibadah, disinfektan secara berkala. 

WhatsApp Image 2020 09 06 at 09.17.22Peninjauan pagi itu, dilaksanakan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, Kasdim 0820 Mayor Inf Meeftah Puaddi dan anggota Satgas Penanganan COVID 19 di Kota Probolinggo. 

Lokasi pertama tempat ibadah tangguh yaitu Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Secara keseluruhan, gereja ini sudah menerapkan persyaratan tempat ibadah tangguh. Bahkan, semua petugas gereja memakai sarung tangan dan jarak tempat duduk antar jemaat sudah dibatasi. 

Di gereja ini, sebelum pandemi, saat ibadah diikuti 300 orang sedangkan sekarang dibagi menjadi dua dengan pembatasan tempat duduk. Ibadah tetap dilaksanakan setiap pagi dan sore tetapi lebih tertata. 

Pada kesempatan itu, Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya menyerahkan masker kain kepada pengurus gereja. “Ini sesuatu yang berharga dan akan kami kenang terus,” ujar salah seorang pengurus GKJW. 

“Penanganan COVID 19 di Kota Probolinggo ini kami semua bertanggung jawab. Ada pemerintah kota, TNI dan Polri serta semua pihak terkait. Maka harus ada penerapan protokol kesehatan dan bila terjadi pelanggaran maka ada sanksi. Apa yang kami lakukan saat ini adalah melakukan pencegahan,” pesan Habib Hadi kepada pihak gereja. 

WhatsApp Image 2020 09 06 at 09.17.22 1Bergeser ke lokasi kedua, tim mengecek di Gereja Merah di Jalan Suroyo. Sebelum COVID 19 per minggu jemaat yang beribadah sekitar 120 orang, sekarang hanya 50 sampai 60 orang. Gereja Merah sudah mulai beribadah sejak Juni (setelah ada surat edaran wali kota) diawali jemaat terbatas hanya majelis dan keluarganya. 

Gereja Katolik Maria Bunda Karmel Probolinggo menjadi jujugan terakhir peninjauan tempat ibadah tangguh. Pembatasan jemaat sudah dilaksanakan yang semula 700 jemaat dalam sekali misa, sekarang sekitar 120 orang saja. Ibadah dilaksanakan selama tiga kali di hari Sabtu dan Minggu. Selebihnya, jemaat mengikuti misa melalui live streaming. 

“Masalah protokol kesehatan kami percayakan kepada pengurus gereja karena kami, TNI dan Polri bertanggungjawab penuh. Jika tidak mematuhi aturan akan ada peringatan, nanti sewaktu-waktu juga akan ada yang mengecek,” ujar wali kota. Seperti di GKJW, kapolres juga membagikan masker ke semua gereja yang ditinjau kala itu. 

Ditemui usai melakukan peninjauan, Wali Kota Habib Hadi menyimpulkan hasil kegiatannya bahwa tiga gereja (tempat ibadah tangguh) sudah menerapkan protokol kesehatan. Pembatasan usia rentan terpapar COVID 19 yaitu anak-anak dan lanjut usia yang datang ke gereja pun diapresiasi oleh wali kota. 

“Kami berpesan kepada semua pengurus untuk sama-sama saling menjaga SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan. Karena kami tidak ingin ada klaster baru. Mudah-mudahan itu tidak terjadi di Kota Probolinggo,” harapnya. 

Sementara itu, Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya menilai masyarakat di Kota Probolinggo sudah banyak yang memakai masker. “Jika dipersentasikan hampir 80 sampai 90 persen sudah pakai masker. Artinya, masyarakat Kota Probolinggo peduli pada kesehatan meskipun ada peningkatan COVID 19 tapi masih bisa dikontrol,” tegasnya. 

AKBP Ambariyadi berharap semua masyarakat lebih meningkatkan lagi penggunaan masker dimanapun. “Kami (TNI-Polri) khususnya Pemerintah Kota Probolinggo sudah mengizinkan membuka kembali tempat usaha seperti kafe dan resto, tapi tolong pakai maskernya,” imbuh kapolresta. 

Kasdim 0820 Mayor Inf Meeftah Puaddi menambahkan bahwa saat ini vaksin COVID 19 belum ditemukan, maka vaksin saat ini adalah protokol kesehatan. “Semua wajib melaksanakan seperti yang ditegaskan dalam inpres 6 tahun 2020,” ungkapnya. (famydecta)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu