|  
 

Wali Kota Habib Hadi Tegaskan Warga dan PKL Wajib Ikut Jaga Taman Maramis

07 Sep 2020 0 comment

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo melakukan langkah tegas dengan menutup Taman Maramis usai dijadikan tempat yang melanggar norma. Langkah itu pun mengundang reaksi warga dan pelaku usaha (Pedagang Kaki Lima) yang berjualan di kawasan tersebut.

Menanggapi reaksi tersebut, Kecamatan Kanigaran memfasilitasi penandatanganan pakta integritas untuk menjaga dan mengawasi Taman Maramis oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan PKL di Taman Maramis, Senin (7/9) pagi. Penandatanganan itu dihadiri oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Sekda drg Ninik Ira Wibawati dan pejabat terkait.

IMG 20200907 WA0108Camat Kanigaran Agus Rianto menjelaskan, ada sekitar 15 PKL yang menjual makanan kecil dan arena permainan. “Pemangku wiilayah, masyarakat dan PKL di sekitar Taman Maramis ingin melakukan aktivitas kembali dan berharap Bapak Wali Kota mengizinkan tempat ini untuk dibuka kembali. Mohon bimbingan dalam pelaksanaan pakta integritas ini,” kata Agus dalam laporannya.

Kegiatan pagi itu, juga diwarnai pembacaan pakta integritas oleh warga dan PKL Taman Maramis. Pakta integritas itu menyatakan kesanggupan dan bersedia “ikut berperan serta dalam menjaga dan mengawasi segala kegiatan masyarakat/pengunjung yang ada di Taman Maramis; ikut berperan serta dalam menjaga dan mengawasi segala bentuk aset yang ada di Taman Maramis; ikut berperan serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Taman Maramis; akan melaporkan kepada pihak berwenang (call center 112) apabila mengetahui hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan”. 

IMG 20200907 WA0106Pakta integritas tersebut ditandatangani oleh koordinator PKL Mustafa, tokoh agama Ustad M.Khatib dan tokoh masyarakat hasyim dan Camat Kanigaran Agus Rianto.

Dalam sambutannya, Wali Kota Habib Hadi menegaskan agar masyarakat tidak hanya menyalahkan pemerintah dan instansi terkait. Ia berharap masyarakat bersama pemerintah bersama-sama untuk saling menjaga, saling mengisi untuk kebaikan bersama.

“Sudah beberapa kali taman ini jadi tempat tidak baik. Warga dan pelaku usahanya diam. Akhirnya kami menutup Taman Maramis baru ada kesadaran bersama, inilah yang patut kami apresiasi,” ungkap Habib Hadi.

Wali kota berpesan bahwa semua fasilitas umum yang disediakan adalah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Maka, bila terjadi hal tidak baik masyarakat diminta segera pegang pelakunya, jangan dihakimi, segera lapor ke call center 112 dan petugas yang akan mengamankan serta membina. “Tenang saja, call center ini tidak pakai pulsa, gratis. Semangat kita harus sama karena saya tidak ingin sekecil apapun merugikan semua. Saya tidak mau tercoreng lagi hal-hal seperti itu,” katanya dengan nada geram.

Selain menghindari kejadian asusila di Taman Maramis, masalah kebersihan juga menjadi pesan khusus wali kota. “Inti dari kegiatan ini adalah kebersamaan, a reng bereng. Jek peker bik dibik, toreh reng bereng. Mari bersama hilangkan opini negatif di tempat ini. Mudah-mudahan ke depan Taman Maramis menjadi taman edukasi wisata, taman santai keluarga dan kami akan kembangkan taman menjadi lebih ramai,” harap wali kota Probolinggo ke 20 ini.

IMG 20200907 WA0095Penandatanganan pakta integritas ini sebagai awal dasar Pemerintah Kota Probolinggo melakukan pembukaan. Setelah ini wali kota akan mengevaluasi, kemungkinan hari ini atau besok (8/9) akan memerintah Satpol PP untuk membuka kembali Taman Maramis.

Pagi itu, wali kota sempat duduk-duduk di gazebo Taman Maramis sisi timur. Ia ingin membuktikan bahwa berada di taman itu sangat nyaman. “Dengan pakta integritas ini hal-hal yang tidak diinginkan dan mencoreng Taman Maramis diharapkan tidak ada lagi. Warga sekitar dan PKL juga akan menegur,” imbuhnya.

Tidak hanya Taman Maramis, semua fasilitas yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat ditegaskan kembali oleh Wali Kota Habib Hadi, tidak boleh jadi tempat melakukan hal-hal negatif. Oleh karena itu, masyarakat harus aktif ikut mengawasi lingkungannya dan melaporkan ke call center 112. (famydecta)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu