|  
 

IMG 20200730 WA0049

Jubir Satgas: COVID 19 Bisa Dikendalikan dengan Disiplin dan Isolasi yang Baik dan Benar

01 Jul 2020 0 comment

KANIGARAN – Masih adanya masyarakat yang tidak menjalani protokol kesehatan membuat perkembangan pasien COVID 19 di Kota Probolinggo semakin meningkat. Beberapa klaster terbentuk akibat dari seorang pasien dari luar kota yang datang ke Kota Probolinggo tanpa mengikuti prosedur yang benar.

“Kemungkinan ada kelalaian dari keluarga, tanpa protokol kesehatan membawa keluarganya ke Kota Probolinggo sehingga mereka semua terpapar COVID 19. Mereka terkonfirmasi positif walaupun tanpa gejala dan kondisinya baik-baik saja,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 dr Abraar HS Kuddah, dalam video conference (vidcon), Rabu (1/7) petang.

Ini menjadi pelajaran, lanjut dr Abraar, apabila ada keluarga dari luar kota yang sengaja dibawa ke Kota Probolinggo karena kepercayaannya pada RSUD dr Mohamad Saleh, tetap harus mengikuti prosedur kesehatan.

“Biarkan rumah sakitnya yang merujuk ke tempat kami. Akan kami terima. Jangan sesekali mengambil langkah pulang paksa dibawa ke Kota Probolinggo lewat UGD seperti halnya pasien biasa. Kejadian ini cukup membuat kami khawatir karena justru penambahan terjadi dari pasien tersebut,” kata dr Abraar dengan rasa sesal.

Bila pasien berkumpul dalam satu mobil tanpa pengiriman yang sesuai protokol kesehatan maka berdampak kurang baik bagi mereka yang ada di dalam mobil tersebut. “Seharusnya di Kota Probolinggo semakin hari semakin membaik. Seperti pernah kami sampaikan, kami bangga sudah ada warga sadar dengan menjalankan protokol kesehatan melakukan rapid dan swab mandiri,” imbuhnya.

Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh ini menegaskan, COVID 19 merupakan virus yang bisa dikendalikan dengan cara isolasi yang baik dan benar. Ia pun mendiskusikannya dengan para ahli virus saat memenuhi undangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Pada saat virus masuk ke dalam tubuh, dalam beberapa hari akan mutasi menjadi ganas. Menginjak hari ke 7 atau 10 virus akan melemah, tetapi akan lebih ganas jika dengan komunitas lainnya.

Isolasi yang baik dan benar dapat mencegah terjadinya perluasan hal-hal yang bisa menambah penyebaran virus dengan cepat. “Tidak boleh terlalu menganggap remeh tetapi tidak boleh berlebihan menyikapi persoalan. Tetap ikuti protokol-protokol kesehatan, physical distancing, social distancing, rajin mencuci tangan. Saya yakin di Kota Probolinggo bisa zero seperti kemarin-kemarin,” tegas dr Abraar yang saat vidcon didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB dr NH Hidayati.

Dinkes Imbau Hindari Kegiatan Berkerumun

0107 Peta COVID 19 prob perkel2Ya, berdasarkan update data yang dirilis Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo pada 1 Juli, pasien terkonfirmasi positif COVID 19 bertambah 16 orang. Jumlah ini melonjak tajam karena hasil dari pengambilan swab keluar bersamaan meskipun tes dilaksanakan berbeda hari.

Pengambilan swab dilaksanakan pada 20 Juni lalu dikirim ke Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya dan hasilnya keluar pada 1 Juli sebanyak 12 orang positif COVID 19. Tiga orang dari klaster Surabaya yaitu dua warga Kelurahan Tisnonegaran dan satu warga Kelurahan Kademangan. Dua orang warga Kelurahan Triwung Kidul; satu warga Kelurahan Sumber Taman; satu warga Kecamatan Kanigaran. Lima warga klaster Sidoarjo berasal dari Kelurahan Triwung Lor.

Kemudian pada 29 Juni, pengambilan swab dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan hasilnya 3 orang positif. Yaitu, seorang perempuan dari Kelurahan Jrebeng Wetan yang tertular dari suaminya yang opname di Palembang; satu warga Kelurahan Jrebeng Wetan dan Kelurahan Ketapang.

Berikutnya pada 30 Juni seorang warga dari Kelurahan Mayangan diperiksa di RSUD dr Mohamad Saleh dan hasilnya positif. Dari penambahan pasien ini, dr Ida-sapaan Plt Kadinkes P2KB menuturkan, transmisi lokal di Kota Probolinggo cukup tinggi. Pengendalian itu bisa dilakukan dengan kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

Selain menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dr Ida juga menyarankan agar tidak saling berjabat tangan. “Hindari kerumunan. Reuni, arisan mohon di-pending dulu untuk kegiatan-kegiatan seperti itu. Kota Probolinggo dengan transmisi lokal berpotensi meningkatkan penyebaran virus, jadi tolong dihindari,” pintanya.

Dinkes P2KB bersama RSUD pun telah berupaya maksimal dalam melakukan tahapan penanganan COVID 19. Yakni, testing melalui rapid tes; tracing penyelidikan epidemologi dengan siapa pasien melakukan kontak erat; treatmen berupa pengobatan.

“Dan, isolasi di rusunawa. Karantina semacam itu merupakan cara ampuh dan mudah mengurangi transmisi lokal. Kami berharap jangan memberikan stigma negatif kepada mereka yang sudah menjalani rapid test ataupun terkonfirmasi positif karena kami akan kesulitan. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat selalu disiplin,” ujar dr Ida yang menekankan lansia dan balita beresiko tinggi terpapar COVID 19 tidak mudah keluar rumah dan menghindari kerumunan.

Secara umum data COVID 19 di Kota Probolinggo ODP (Orang Dalam Pemantauan) berjumlah 374 orang (dalam pemantauan 13 orang, sudah pemantauan 361 orang). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 40 orang, selesai pengawasan 32 orang, dalam pengawasan 3 orang, meninggal 5 orang.

Terkonfirmasi positif 70 orang. Rinciannya, 26 orang dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh; 4 orang dirawat di Surabaya; sembuh 37 orang dan meninggal 3 orang. Saat ini RSUD setempat juga merawat pasien COVID 19 dari luar kota, 2 dari Kabupaten Probolinggo; 1 dari Kabupaten Pasuruan; 1 dari Sidoarjo dan 1 dari Surabaya. (famydecta)

 

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu