|  
 

Pastikan Santri Asal Kota Probolinggo Bebas COVID 19, Pemkot Probolinggo Gelar Rapid Test

01 Jul 2020 0 comment

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo memfasilitasi ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo yang berasal dari Kota Probolinggo untuk melakukan rapid test, Selasa (30/6) malam. Rapid test yang dilengkapi surat keterangan sehat tersebut menjadi salah satu syarat santri kembali ke pondok masing-masing.

Rapid test dilaksanakan di ruang rapat, rumah dinas wali kota Probolinggo. Sebelum masuk ke ruangan, semua santri mendaftar dengan menunjukkan identitas. Sesuai protokol kesehatan mereka wajib memakai masker, mencuci tangan, jarak antrean pun dibatasi. Petugas kesehatan dari puskesmas Jati juga berpakaian APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.

Santri-santri akan mulai beraktivitas kegiatan belajar di pondok maka dibutuhkan skrining awal. Karena sebelum masuk wilayah pondok santri harus dalam keadaan sehat. Skrining ini dilakukan untuk mengetahui para santri reaktif atau tidak. Hasilnya, bisa diketahui secara langsung.

IMG 20200701 WA0010“Untuk surat keterangannya kami arahkan ke puskesmas untuk diambil Rabu (1/7) pagi. Alhamdulillah sekilas hasilnya non reaktif semua. Santri-santri juga dalam keadaan baik,” kata Kepala Puskesmas Jati, dr Endah Ayu Lestari, saat ditemui di rumah dinas, Selasa (30/6) malam.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menceritakan, ia mendapat telepon dari Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib menginformasikan bahwa santri yang domisili di Kota Probolinggo akan kembali ke pondoknya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, wali kota berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan P2KB terkait ketersediaan alat rapid test. “Tentunya santri membutuhkan surat keterangan sehat. Saya berinisiatif untuk melakukan rapid test khusus bagi santri warga Kota Probolinggo yang akan kembali ke pondoknya. Saya berharap dengan rapid test dan surat keterangan untuk Pondok Pesantren yang dituju yaitu Nurul Jadid, dapat menjelaskan bahwa anak-anak ini kondisinya sehat sesuai hasil pemeriksaan yang ada,” jelas wali kota. 

Karena jumlahnya banyak, lanjut Habib Hadi, ia menyelenggarakan rapid test di rumah dinas supaya penanganan cepat. “Santri warga kota yang akan kembali ke pondok akan kami fasilitasi supaya betul-betul bisa mendapatkan kepastian masalah kesehatan. Masuk ke pondok betul-betul sehat dan bebas dari COVID 19,” tegasnya.

Kebijakan ini tidak hanya untuk santri yang berdomisili di Kota Probolinggo yang mondok di luar kota. Bagi santri yang bukan warga kota tetapi mondok di Kota Probolinggo pun akan difasilitasi melalui CSR (Corporate Social Responsibility).

Wali Kota Habib Hadi memahami apabila ada wali santri yang bingung, ketakutan atau berat akan biaya rapid test. “Dengan tes ini justru biar ada ketenangan, kepastian karena orangtua ingin anak-anaknya melanjutkan pendidikan. Jangan terpengaruh informasi media sosial yang belum tentu benar, jangan takut dengan opini yang berkembang. Disinilah pemerintah hadir untuk mengambil langkah yang tepat,” ungkapnya.

Rapid test yang diinisiasi wali kota berdasarkan informasi DPRD setempat ini mendapat respon dari wali santri, Khotijatul Hilmi. Ia baru mendengar akan ada rapid test di rumah dinas untuk warga kota yang mondok di Nurul Jadid. Kebetulan anaknya masuk tingkat MTs kelas 2, agar bisa kembali ke pondok harus ada surat keterangan sehat dan pernyataan dari pihak keluarga.

“Senang sekali saya. Luar biasa pak wali bisa memfasilitasi kami. Pertamanya saya bingung dimana, dan mahal lagi. Apalagi anak saya dua tapi yang laki-laki masih Agustus masuknya. Kalau yang perempuan Juli sudah masuk,” tutur warga Kelurahan Jrebeng Kulon ini, sesaat setelah mengantar anaknya menjalani rapid test. (famydecta)


Hundreds of santri (Islamic boarding school students) of Nurul Jadid Islamic Boarding School underwent a free rapid test held by Probolinggo city administration, on Tuesday (30/6). The test was provided for the santri domiciled in Probolinggo city who will return to the school and, therefore, need a rapid-test certificate as one of the requirements.

It was held at the meeting room of the mayor’s official house. By showing their identity card for registration, they underwent the test, by applying health protocols including wearing masks, washing hands, and performing physical distancing.

A health screening is required as the students will start the learning activities at the boarding school. The screening is carried out to make sure that the students are non-reactive to coronavirus.

“They will get the certificate at the Puskesmas on Wednesday (1/7). Until now, all was non-reactive. They are all in good condition,” the head of Puskesmas Jati, dr Endah Ayu Lestari said on Tuesday (30/6) evening.

Meanwhile, Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin told that he got a phone call from the DPRD Speaker, Abdul Mujib, telling that most of santri domiciled in the city will return to the boarding school.

After having the information, the mayor made coordination with Health Agency discussing the availability of rapid test kits. “Santri will need a certificate declaring their health condition. I have the initiative to provide rapid testing for them and certificate explaining that the students are in good health based on the test results,” the mayor explained.

The mayor understands the unrest of the parents who are reluctant to the cost of the rapid tests. “Therefore, we held a rapid test for free. The government is ready to take the right measures,” he said.

The policy was well responded as one of the parents, Khotijatul Hilmi was grateful that she knew the city administration will have a free rapid test for the santri. “I was relieved that the mayor has the initiative to provide a free rapid test. The test is expensive and I have two children who need to undergo the test as a requirement to return to school,” she said. (alfien_tr)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu