|  
 

Spanduk Coronan kecil

Pasar Buah Mastrip, Pusat Ekonomi Baru Bagi PKL

30 Mar 2020 0 comment

KEDOPOK - Sudah dua bulan terakhir, PKL (Pedagang Kaki Lima) buah di sepanjang Jalan Mastrip menempati lokasi yang sudah disiapkan pemerintah. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menertibkan keberadaan para pedagang. Jaraknya sekitar kurang lebih 100 meter dari Pom Bensin Mastrip.

Seperti pemandangan Senin (30/3) siang, terdapat kurang lebih 30 pedagang buah menggelar dagangannya dengan kendaraan baik pikap maupun tossa. Khusus di area pedagang tersebut akses jalan sudah berpaving. Relokasi pasar buah Mastrip ini masih rimbun dengan pepohonan, suasana persawahan pun membentang luas di belakangnya.

IMG 20200330 WA0036Lalu bagaimana tanggapan para pedagang buah di dua bulan relokasi pasar buah ini? Bagi sebagian besar pedagang buah menginginkan adanya fasilitas mushola dan toilet. Mereka juga menginginkan adanya banner atau papan nama dan ada tenda seperti kanopi atau galvalum.

“Repot mbak kalau mau sholat atau kencing, ya harus ke pom bensin dulu. Kalau hujan juga kita kehujanan, tidak ada galvalum. Teman saya enak punya payung di mobilnya (sambil menunjuk payung besar). Saya masih belum punya payung seperti itu, mungkin pemerintah mau memberikan payung secara gratis pada kita pedagang yang belum punya,” terang Imam, 35 tahun, pedagang jambu kristal dan jambu merah asal Keramat Agung Bantaran ini ditemani sang istri Sulastri, 24 tahun.

IMG 20200330 WA0038Selanjutnya, Andik, 28 tahun, pria asal Kedopok pun bersuara soal belum ada peresmian relokasi pasar buah. “Belum diresmikan ini mbak pasar buahnya, ya kami teman-teman pedagang disini pingin diresmikan, selain itu ada tambahan lampu mbak. Disini cuma ada dua itu mbak, kurang terang,” ujarnya sembari menghirup sebatang rokok itu.

Masih menurut Imam dirinya dan pedagang buah lainnya menginginkan bertahan disini, karena sudah nyaman, tenang tidak dirazia Pol PP terus. “Mudah-mudahan bertahan disini mbak, capek kejar-kejaran dengan Pol PP, sampai buah-buahan saya kocar-kacir di jalan saat petugas Pol PP menertibkan saya dan teman-teman,” curhatnya.

Komentar positif pun diberikan Sumiyati, 25 tahun. “Mudah-mudahan orang-orang banyak yang beli disini mbak. Kalau dulu saya jualan dipinggir jalan gitu cuma menggelar buah di mobil saja. Disini enak bisa digelar di bawah juga,” tutur wanita asal Wonoasih ini.

IMG 20200330 WA0040Tak cukup sampai disitu, Soleh, 30 tahun, pria asal Jember ini senang bisa diberikan tempat berjualan, setelah dirinya sering kena razia Pol PP. “Senang, lebih ramai disini, tidak kejar-kejaran dengan Pol PP. Aman juga disini karena pembeli bisa parkir kendaraannya, tidak takut lalu lalang dengan kendaraan lain saat dipinggir jalan,” ungkapnya.

Selain itu Sugianto, 30 tahun asal Jrebeng Lor itu ikut ngobrol. Pria sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan itu menuturkan senang bisa berkumpul dengan pedagang-pedagang buah di relokasi ini. “Senang, bisa berkumpul sesama pedagang buah disini. Jadi kalau mau ngobrol sudah dekat, tidak jauh-jauhan,” tuturnya.

Beragam buah disajikan secara lengkap oleh penjual buah disini, antara lain pepaya, durian, rambutan, manggis, jeruk, salak, buah naga, apel, alpukat, melon, semangka duku dan nanas. Sehingga memudahkan pembeli membeli dengan beragam buah itu.

Lalu seperti apakah respon pembeli tentang relokasi pasar buah mastrip ini? “Enak disini, kalau butuh buah, setiap hari saya beli disini. Kalau di pinggir jalan banyak gangguannya saat naruh motor,” keluh Nur Cholis, 50 tahun, bapak asal Kareng Lor ini menuturkan.

Beda halnya dengan Alex, 35 tahun warga Kebonsari Kulon ini baru mengetahui keberadaan relokasi pasar buah mastrip dari media sosial. “Baru kali ini saya kesini mbak, tahu infonya dari facebook. Senang ada relokasi jadi satu disini, suasananya dingin. Ya , mudah-mudahan lebih tertib lagi tempatnya. Kalau soal harga hampir sama dan bisa ditawar,” ujarnya saat membeli durian dan alpukat itu.

Lain halnya Suwesti, 31 tahun menuturkan dirinya baru sebulan lalu mengetahui adanya relokasi pasar buah mastrip. “Baru sebulan yang lalu saya tahunya mbak, sebelumnya ya sempat bingung, kok pedagang buah di sepanjang jalan Mastrip tidak ada? Kemana? Ternyata mereka ada di sini. Ya senang lah mbak,” ungkap wanita asal Kedopok ini girang.

Hal senada diungkapkan Sami, 50 tahun, warga Jrebeng Wetan soal ketersediaan beragam buah di sini. “Enak, tinggal pilih, mau apa ada disini. Tidak bingung, tidak macet, tidak was-was parkir motor di pinggir jalan, tidak jauh sampai ke pasar Gotong Royong,” tegasnya sumringah.

Bentuk Upaya Pengembangan Wilayah Selatan

IMG 20200330 WA0039Kondisi lain yang paling mencolok dari relokasi ini adalah, bahwa saat ini tidak didapati kemacetan akibat PKL buah. Biasanya, diakibatkan pembeli buah macet berkepanjangan bisa terjadi di kawasan Jalan Mastrip tersebut. Belum lagi adanya protes dari pemilik bangunan yang halaman depan rumahnya digunakan sebagai tempat berjualan.

Selain itu, keberadaan PKL di pasar buah ini bisa menjadi destinasi perdagangan buah baru yang lebih menarik untuk dikembangkan. Biasanya, warga banyak terpusat membeli buah di pasar yang ada di kawasan tengah kota. Namun kini, pasar buah mastrip menjawab satu dari sekian banyak rencana Pemerintah Kota Probolinggo menggerakkan perekonomian daerah selatan.

Kepala DKUPP Gatot Wahyudi menyatakan ungkapan terima kasih atas kesediaan PKL dan pihaknya lega telah berhasil merelokasi para pedagang buah di sepanjang Jalan Mastrip.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Probolinggo, melalui DKUPP mengucapkan terima kasih. Pada akhirnya para pedagang buah jalan Mastrip ini mau direlokasi di tempat sekarang. Karena kami telah beberapa kali melakukan operasi gabungan dengan Pol PP, merazia mereka. Kejar-kejaran terus dengan mereka, menegur mereka. Bolak-balik mereka ya kembali lagi berjualan di sepanjang jalan mastrip itu,” terangnya.

IMG 20200330 WA0041Kenapa dipilih disana tempatnya, menurutnya demi kebaikan bersama, tidak mengobrak-abrik saja, tetapi kami memberikan solusi berupa relokasi. “Tempat ini merupakan aset pemerintah kota, setelah kami survey di beberapa tempat. Ya disitulah tempat yang strategis relokasi pasar buah Mastrip,” bebernya.

Selain itu dirinya menerima usulan para pedagang buah soal fasilitas belum ada. “Soal papan nama itu kami sudah memasang sebelumnya, empat kali kami pasang. Mungkin para pedagang enggan dipindahkan disana, empat kalipun papan nama itu hilang. Kalau soal mushola dan kamar mandi, semuanya perlu proses. Akan kami libatkan kerja sama dengan Dinas PU untuk pemerataan paving dan pembangunan mushola atau kamar mandi,” jelasnya.

Gatot pun berharap dengan adanya relokasi pasar buah Mastrip ini, masyarakat dapat lebih mengenal tempat baru penjual buah disana, pedagang buah pun tidak berjualan dipinggir jalan, karena jelas menyalahi aturan keprotokoleran jalan umum. (dewi)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu