|  
 

Spanduk Coronan kecil

Di Kota Probolinggo, Warga Tunda Resepsi Pernikahan

25 Mar 2020 0 comment

MAYANGAN - Ditengah kekhawatiran dan kewaspadaan penyebaran COVID -19 di Kota Probolinggo, sebuah resepsi pernikahan akhirnya ditunda. Sejatinya, resepsi pernikahan itu akan dilaksanakan Sabtu, 28 Maret mendatang. Dengan segala pertimbangan akhirnya resepsi pasangan Putri S.Ningrum dan Satrio H.Santoso secara resmi ditunda.

Undangan pasangan asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dan Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo sudah tersebar. Kendati akad nikah sudah dilaksanakan pada 23 Desember 2019 lalu, resepsi baru akan dilaksanakan bulan ini di aula Kelurahan Mangunharjo, Jalan WR Supratman.

Selasa (24/3) tersebar informasi di media sosial, bertuliskan “Sehubungan dengan pencegahan virus COVID 19, Kapolri melarang mengadakan perkumpulan yang mendatangkan banyak massa, maka resepsi pernikahan Putri dan Satrio 28 Maret 2020 ditunda. Terima kasih dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya”.

“Membaca pengumuman ini, saya begitu terharu. Artinya, upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah akhirnya ada yang merespon dengan baik. Semoga dibatalkannya resepsi tidak mengurangi kebahagiaan kedua mempelai. Mudah-mudahan menjadi contoh untuk yang lainnya, bahwa mencegah lebih baik dari pada terisolasi sakit virus corona” tulis Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dalam status whatsapp-nya.  

Habib Hadi mengaku, melihat postingan yang beredar tersebut dan begitu mengapresiasinya. “Saya ucapkan selamat berbahagia, semoga sakinah mawadah warrahmah. Ditundanya acara itu tentunya tidak lepas dari upaya agar semua saudara, keluarga dan tamu undangan terhindar dari COVID 19,” ujarnya, saat dihubungi, Rabu (25/3) siang.

Menelusuri cerita pembatalan resepsi tersebut, Lurah Mangunharjo Risqi Fadillah mengungkapkan, Ibu Jumaiyah orang tua mempelai sebenarnya sudah menyewa aula kelurahan sejak Desember.

“Selasa (24/3) kami panggil ke kantor, kami minta pendampingan dari Bhabinkamtibmas juga. Disampaikan sesuai maklumat Kapolri dan beberapa pertimbangan seperti resepsi pernikahan menjadi sarana penularan virus dan bisa jadi banyak yang tidak hadir ke acara tersebut,” kata Risqi.

Si empunya hajat awalnya tetap ingin berencana melanjutkan resepsi dengan pemakaian protokol kesehatan, tetapi semakin hari kondisi penularan semakin banyak maka pihak kelurahan dan kepolisian tetap menyarankan untuk ditunda.

“Mereka akhirnya bermusyawarah. Katanya, ya sudah ditunda saja toh akad sudah dilaksanakan dan mendukung anjuran pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus COVID 19,” sambung Risqi, menirukan apa yang disampaikan pihak Jumaiyah yang sudah menyebar sekitar 300 undangan.

Risqi pun bersyukur kedua pengantin dan keluarga begitu memahami situasi yang terjadi saat ini. “Ya semoga menjadi inspirasi buat yang lain, kita ini lagi perang dengan musuh yang tidak tampak. Jangan tambeng-tambeng, kecuali memang harus keluar dan tidak bisa ditinggalkan. Kongkow-kongkong ga berfaedah dihilangkan-lah, ini yang akan resepsi nikahan aja ditunda,” seru lurah perempuan ini.

Sementara itu, melalui chat-nya dengan Lurah Risqi, Putri S.Ningrum mengaku berterimakasih telah disupport meski memang berat baginya dan keluarga menekan ego mereka demi kebaikan semuanya. “Semoga banyak berkah dari semua ini. Semoga Kota Probolinggo tetap aman dan terkendali,” tulisnya.

Selasa (24/3) malam, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Polres dan Kodim 0820 telah melakukan razia kerumunan masyarakat. Sejumlah tempat didatangi dan meminta warga untuk kembali kerumah. Tempat usaha makanan minuman tidak tutup tidak masalah, dianjurkan melayani bungkus atau take away. (famydecta)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu