|  
 

IMG 20200630 WA0056

Batasi Pembelian BBM Melalui Surat Edaran

17 Mar 2020 0 comment

KANIGARAN - Antrian panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terlihat akhir-akhir ini di beberapa titik di Kota Probolinggo, dirasa sangat meresahkan masyarakat yang hendak mengisi BBM jenis premium atau bensin dan solar. Tak hanya roda dua, kendaraan roda empat pun banyak yang terlihat ikut mengantri.

Menyikapi hal itu, Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati yang ditemui Selasa (17/3) lalu, mengatakan jika Pemkot telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota kepada pengusaha SPBU yang berada di wilayah Kota Probolinggo untuk membatasi pembelian premium dan solar bersubsidi.

"SE ini dibuat dalam rangka mengantisipasi antrian BBM, dan termasuk di dalamnya penjadwalan terkait pendistribusian BBM ke masyarakat, baik untuk tengkulak maupun masyarakat umum. Sehingga harapannya ketika ada jadwal sendiri-sendiri, antrian (panjang BBM) yang selama ini menjadi keresahan masyarakat, bisa terurai,” harapnya.

Selain itu, lanjutnya, banyak laporan masyarakat terkait kelangkaan BBM jenis premium dan solar bersubsidi. Kalaupun tersedia, antrian konsumen sangat panjang.

Sekretaris Daerah perempuan pertama di kota Seribu Taman itu juga menerangkan, SE Nomor 066/1516/425.106/2020 dibuat dalam rangka upaya tindak lanjut hasil Rakor TPID beberapa waktu lalu dalam rangka menyikapi mewabahnya virus Corona atau COVID-19.

Dalam surat edaran ini pun ditetapkan sejumlah ketentuan terkait pembatasan pembelian BBM bagi kendaraan roda dua hingga roda 4. Dijelaskan, kendaraan roda dua dapat membeli BBM jenis premium maksimal Rp 30.000 tiap harinya; kendaraan roda 3 (jenis tossa dll) maksimal Rp 50.000; dan kendaraan roda 4 maksimal Rp 200.000 tiap harinya. Selain itu, disebutkan bahwa pembelian BBM bersubsidi dengan dirigen dalam bentuk apa pun dilarang.

Selaras dengan itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Gatot Wahyudi menerangkan, sebetulnya antrian panjang itu terjadi setelah adanya kebijakan dari Pertamina pusat per Oktober 2019, yang memberlakukan pembatasan kuota pembelian BBM bersubsidi.

"Semula SPBU bisa membeli sesuai kebutuhan. Yakni antara enam belas sampai dengan tiga puluh dua ton per hari. Nah setelah kebijakan diberlakukan, masing-masing SPBU lalu dijatah maksimal delapan ton perhari. Sehingga ada beberapa SPBU yang melayani penjualan BBM bersubsidi hanya sampai siang saja.

Sementara untuk SE Walikota ini, memberi batasan pembelian untuk bisa memberikan pemerataan kepada konsumen dan memperpanjang waktu penjualan sampai malam hari,” jelasnya.

Sementara itu, Satgas Pangan Sidik Reskrim Polresta Probolinggo Slamet Sudarno yang juga anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo mengatakan, adanya aksi dari oknum pedagang eceran yang menggunakan dirigen dan sepeda motor yang dimodifikasi selain menimbulkan kelangkaan BBM, juga menjadi catatan temuannya ketika bertugas di lapangan. (Sonea)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu