|  
 

IMG 20200630 WA0056

Ratusan Ustadz - Ustadzah Ikuti Sosialisasi Manajemen Pengelolaan TPQ

17 Mar 2020 0 comment

IMG 20200317 WA0007

KANIGARAN - Dewasa ini perkembangan pendidikan agama Islam sangat pesat, tidak terkecuali pendidikan Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ. Hal ini terjadi seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran umat Islam untuk mempelajari dan memperdalam ilmu agama. Termasuk didalamnya mempelajari pendidikan yang bersifat umum dan teknologi.

Sebagaimana kita ketahui, keberadaan TPQ sebagai lembaga pendidikan keagamaan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela, atas dasar kesamaan fungsi untuk berperan serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya.

Memaksimalkan keberadaan TPQ di wilayahnya, Pemkot Probolinggo mengundang sejumlah guru TPQ, Ustadz/Ustadzah di Puri Manggala Bhakti kantor Wali Kota Probolinggo, guna mengikuti Sosialisasi  Manajemen Pengelolaan Lembaga Taman Pendidikan Alqur’an bagi Pengelola TPQ se Kota Probolinggo, Senin (16/3).

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Slamet Hariyanto mengatakan saat ini TPQ telah menunjukkan keberhasilannya dalam bidang pengembangan pendidikan yang manfaatnya benar-benar telah dapat dirasakan oleh masyarakat.

Ia bahkan mengapresiasi, saat keberhasilan dan jaminan kesejahteraan yang serba terbatas, para guru tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. “Hal ini sesuai dengan kata-kata bijak yang berbunyi 'bekerja (mengajar) tanpa disuruh dan istiqomah tanpa diawasi,” katanya. Karena itu, lanjutnya, sudah sewajarnya apabila kepada guru diberikan bekal mental, moril dan materiil yang memadai, agar dapat mengabdikan profesinya bagi kepentingan anak didiknya dan kepentingan bangsanya.

“Untuk itu saya sangat berterima kasih dan merasa bangga serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para ustad-ustadzah yang telah membantu pemerintah dalam bidang pendidikan,” tandasnya.

Slamet juga menyebut, untuk mekanisme pengelolaannya Pemkot melalui APBD menganggarkan 2.5 Milyar untuk menggaji hampir 1000 guru TPQ yang ada di wilayahnya. Harapannya, semua guru yang telah terdata di Disdikbud dan Kemenag bisa mendapatkan haknya sesuai aturan yang diberlakukan.

“Kalau dua setengah milyar dibagikan ke seribu jumlah tadi, maka akan ketemu hasil dua ratus lima puluh ribuan per orang,” sebutnya.
Sementara itu berkaitan dengan peningkatan manajemen pengelolaan lembaga TPQ di era globalisasi dan otonomi daerah saat ini, Slamet menerangkan kualitas sumber daya manusia yang ada semakin menunjukkan persaingan yang sangat kompetitif.

“Maka kualitas pendidikan TPQ yang paling utama harus ditingkatkan dan dikembangkan profesionalismenya. Upaya pembenahan perangkat pendidikan harus dimulai dari manajemen, pola pengajaran serta penataan sumber daya manusia terutama yang menyangkut peningkatan kualitas guru, berdasarkan kenyataan sering terbukti bahwa guru yang kreatif dan penuh dedikasi dalam tugasnya berhasil membawa murid menjadi murid yang berkualitas dan berhasil,” pungkasnya.

Guna mendukung suksesnya sosialisasi itu, Pemkot sendiri menggandeng narasumber dari Kemenag Kota Probolinggo terkait konsep manajemen pengelolaan TPQ yang baik. Adalah Aliman, narasumber yang didaulat pagi itu menyampaikan  beberapa hal yang menjadi tanya peserta. Seperti bagaimana aturan yang  diberlakukan untuk guru TPQ yang mengajar di beberapa tempat sekaligus, berdasarkan haknya?

Menjawab itu, Aliman menjelaskan, apabila diketemukan ada guru TPQ yang mengajar di beberapa tempat, maka ia hanya diberikan satu tambahan penghasilan saja sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Kendati demikian, Ia berpesan kepada ratusan guru TPQ yang hadir pagi itu, agar tidak boleh kehilangan keikhlasannya dalam mendidik dan mengajar murid-muridnya.

“Begitu mulianya guru sampai-sampai ada yang menyebut guru adalah juga sebagai pewaris para nabi yang harus dihormati dan dimuliakan, bahkan Imam Syafi’i menjadikan guru sebagai orang tua bagi para murid-muridnya, disamping orang tuanya sendiri,” jelasnya. (Sonea)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu