Ponpes Nurul Jadid Juara LSN Region Jatim III

Rabu (6/9) lalu Final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim III di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo usai digelar. Laga final tersebut dihadiri Plh Sekda Achmad Sudiyanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disbudpar) Moch Maskur, anggota DPR RI Habib Hadi Zainal Abidin dan Ketua PSSI Kota Probolinggo Haris Nasution. 

Ketua LSN Region III Jatim, Abdul Aziz mengatakan di Probolinggo ada 7 tim yang ikut bertanding. “Usia para pemain di LSN ini harus pemain yang lahir tahun 2000 ke atas. Gelaran LSN ini tersebar diseluruh Indonesia, dan di Probolinggo ini masuk Region III Jatim,” jelasnya. 

Plh Sekda mengatakan, dengan adanya event ini berpotensi mencetak bibit-bibit baru khususnya untuk para pemain sepak bola Indonesia. ”Mari kita wujudkan sepak bola nasional menjadi sepak bola yang mendunia, lewat Liga Santri Nusantara ini akan muncul bibit-bibit pemain nasional yang kita banggakan. Tahun kemarin satu pemain dari Region Jatim III terpilih menjadi pemain nasional, mudah- mudahan tahun sekarang bisa tambah banyak,” ucap Sudi.

Dalam laga final LSN Region Jatim III ini mempertemukan Pondok Pesantren asal Probolinggo dan Pasuruan yaitu Ponpes Nurul Jadid dan Al Yasini, dalam laga tersebut kedua tim bermain imbang 0-0 hingga waktu normal selesai, hingga diharuskan laga dengan babak adu penalti, dan akhirnya dimenangkan Ponpes Nurul Jadid dengan skor 4-3.

Diakhir acara Achmad Sudiyanto menyerahkan piala untuk para tim yang lolos menjadi juara. Pemain terbaik diraih Idu Nurwachid, sedangkan gol terbanyak dimiliki M.Kori Amrullah. Keduanya sama-sama berasal dari Ponpes Nurul Jadid Probolinggo. (soni/humas)

Thursday, 07 September 2017

144 Warga Dapat Bantuan Peralatan

Sebanyak 144 warga Kota Probolinggo mendapatkan bantuan peralatan bagi fakir miskin, Rabu (6/9), di Shelter Dinas Sosial, Jalan Mastrip. Penyaluran bantuan dihadiri Wali Kota Rukmini, Plh Sekda Achmad Sudiyanto, Asisten Pemerintahan Acep Arif Hidayat, camat dan lurah. 

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial, Asin, mengatakan program percepatan penanggulangan kemiskinan sedang menjadi perhatian Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan khususnya di Kota Probolinggo  sangat ditentukan oleh kualitas pembangunan manusia yang diukur dari dimensi harapan hidup, pengetahuan dan standar kehidupan.

“Untuk menunjang peningkatan kesejahteraan warga miskin, pemkot melalui Dinas Sosial memberi bantuan peralatan sehingga mereka mempunyai kesempatan. 144 penerima bantuan ini tersebar di 21 kelurahan yang benar benar membutuhkan bantuan peralatan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menegaskan peralatan ini diberikan untuk usaha dan tidak untuk dijual. “Ini (bantuan) untuk meningkatkan kesejahteraan serta dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Pemberian bantuaan ini sesuai permintaan dan kebutuhan masyarakat, dengan bantuan ini akan lebih meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo,” harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberian bantuan ini tidak boleh terus – menerus karena sudah ada aturan yang melarang. Harus gantian agar yang lain yang punya usaha juga  dapat kesempatan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Usai menyalurkan bantuan, Rukmini menyempatkan diri meninjau pelatihan keterampilan bagi pemulung. Pelatihan yang dilaksanakan di Shelter Dinas Sosial berlangsung selama satu minggu (saat berita ini diturunkan pelatihan sudah berjalan selama empat hari). (mita/humas)

Thursday, 07 September 2017

Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair

Para pencari kerja memadati acara pameran kesempatan kerja (JOB Fair) daerah tahun 2017 di halaman Gedung Widya Harja, Jalan Panjaitan Kota Probolinggo, Rabu (6/9).  Kegiatan tersebut  menyediakan 1063 lowongan pekerjaan dari 40 perusahaan di wilayah Jawa Timur.

Dibuka Wali Kota Probolinggo Rukmini, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Ketenaga Kerjaan Republik Indonesia Muji Wiyana, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Ketua Komisi 1 DPRD setempat, Plh Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Lurah Se- Kota Probolinggo, personalia perusahaan, Ketua TP. PKK dan pengurus Dharma Wanita.

Kasi Bursa Khusus dan Swasta Kementerian Ketenagakerjaan Muji Wiyana mengatakan,  program job fair ini kerjasama Kementerian Tenaga Kerja Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo. “Ini sudah direncanakan 2-3 bulan yang lalu. Job fair ini untuk mempertemukan antara pengguna tenaga kerja dan pencari kerja,” ujarnya.

Hasil survei angkatan kerja nasional bulan februari 2017 sebanyak 131,55 dengan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 124,54 juta. Jumlah penggangguran terbuka di tahun 2017 sebanyak 7,01 juta orang. Sementara di Kota Probolinggo berdasarkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasioanal )di bulan Agustus 2016 jumah angkatan kerja sebanyak 109.336 ribu orang dengan pengangguran terbuka 4.383 orang.

Ia juga menyampaikan, kegiatan pelaksanaan job fair ini gratis dan tidak memungut biaya dan memperluas kesempatan kerja untuk membantu para pencari kerja untuk bisa bekerja sesuai dengan bakat, minat dan ketrampilannya agar bisa bekerja di wilayah Kota Probolinggo.  “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi Pemerintah Daerah dan bermanfaat kepada para pencari kerja. Job fair ini  bisa membantu angka penggangguran yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Wali Kota Rukmini menjelaskan, kegiatan job fair tahun 2017 bertujuan memberikan peluang kerja dan peningkatan karir melalui sinergi kesempatan kerja dan merupakan strategi upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Probolinggo. Perkembangan ketenagakerjaan dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan tersebut diketahui dari data yang ada.

Penduduk di Kota Probolinggo pada saat ini kurang lebih 222.331 jiwa dengan angkatan kerja 130.027 orang. Dari jumlah angkatan kerja tersebut yang bekerja 102.712 orang sehingga terdapat pengangguran 1.752 orang. Data yang disampaikan dari Kementerian Tenaga Kerja hampir 4.000 orang yang pengangguran dan jumlah pengguran yang ada di Kota Probolinggo sebanyak 1.752. Jadi data antara Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Tenaga Kerja tidak sama. 

“Semoga pelaksanaan job fair tahun 2017 ini dapat menyerap tenaga kerja  yang banyak, sehingga kesejahteraan baik diri sendiri maupun keluarga dapat terjamin dan bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Probolinggo. Kepada perusahaan dan pengusaha yang telah menyediakan lowongan kerja saya ucapkan terima kasih,” sambungnya. (noviati/humas)

Thursday, 07 September 2017

Bekali Pelajar Pengetahuan Tentang Pemilu

Demi suksesnya Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bakesbangpol dan Linmas menggelar sosialisasi pemahaman budaya politik, bagi pemilih pemula tingkat SMA/SMK/MA Negeri/Swasta se-Kota Probolinggo. Acara tersebut dilangsungkan Selasa (5/9), di gedung Puri Manggala Bhakti, dengan dihadiri Wali Kota Rukmini.

Pagi itu, sekitar 223 siswa-siswi SMA/MA/SMK mengikuti sosialisasi tersebut. Kabid Hubungan Antar Lembaha dan Pengembangan Politik Slamet Hariyanto menyatakan, dengan mengevaluasi perkembangan politik daerah sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman dan pendidikan politik kepada pemilih pemula agar bisa menjadi pemilih yang cerdas, bisa menggunakan hak pilihnya dan tidak golput (golongan putih). “Karena kedepannya merekalah yang menentukan nasib bangsa, penerus di masa yang akan datang,” tuturnya.

Rukmini juga menyampaikan, perhatian serius pada pemilih pemula itu sangat penting maka harus ada sosialisasi agar bisa berpartisipasi dalam pilkada 2018, pemilihan legislatif dan Presiden tahun 2019. Karena pilkada dan pemilu merupakan bentuk mewujudkan negara demokrasi dan partai politik sebagai sarana aspirasi rakyat.

“Jika sudah punya pilihan untuk tidak diceritakan, cukup disimpan didalam hati saja guna menghindari perselisihan politik. Jangan sampai sekolahnya terganggu, jangan terpengaruh dengan isu politik, agar kota Probolinggo tetap damai dan kondusif,” pesan Rukmini pada peseta sosialisasi.

Dalam kesempatan itu, narasumber dari Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda. Ketua KPU memberikan materi terkait pilkada serentak. Bakesbangpol dan Linmas setempat juga memberikan buku berjudul “Cerdas Berdemokrasi” yang berisi tentang pemahaman demokrasi dan pemilu, masalah dan harapan dalam pemilu. (malinda/humas)

Wednesday, 06 September 2017

Perputaran Ekonomi Capai Ratusan Juta

Tanggal 4 September lalu, rampung sudah gelaran Semipro 2017. Berdasarkan catatan panitia, perputaran ekonomi dari berbagai sektor selama seminggu (28 Agustus – 4 September) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini membuktikan keberadaan Semipro tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah semata tetapi juga aspek lainnya. 

Seperti yang disampaikan Ketua Semipro 2017 Agus Efendi, even Semipro mampu memberikan dampak berganda di berbagai sektor. Seperti omzet 395 PKL (Pedagang Kaki Lima) yang terdiri dari lesehan 315 orang dengan asumsi pendapatan sebesar Rp 400 ribu per hari atau Rp 126 juta seminggu. Sedangkan sebanyak 80 peserta menggunakan tenda, asumsi pendapatan Rp 700 ribu per hari atau Rp 56 juta per minggunya. 

Untuk omzet kuliner etnis di sisi barat Alun-alun dengan jumlah peserta mencapai 30 orang, asumsi pendapatan mencapai Rp 63 juta selama seminggu. Berbeda dengan tenda dome pada pameran produk unggulan dan UKM dengan jumlah Rp 50 peserta, asumsi pendapatannya Rp 58 juta per hari atau sekitar Rp 350 juta sepekan.

Di tenda kerucut dengan jumlah 48 peserta omzet senilai Rp 4.207.056.000 selama seminggu. Sementara itu, total PAD dari parkir kendaraan roda dua di area Alun-alun selama seminggu mencapai Rp 6.595.000. Di pawai budaya pendapatan parkir saja sekitar Rp 1,2 juta. Ditambah Rp 20 juta dari jasa perhotelan, property acara, sanggar seni, transportasi, makanan, dekorasi, EO dan salon rias. 

“Selaras dengan pertumbuhan ekonomi sektor riil sesuai dengan misi kedua wali kota yaitu pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kompetitif dan berkelanjutan. Dan, misi kelima pemberdayaan potensi kearifan lokal budaya menjadi destinasi wisata,” tegas Agus Efendi. 

“Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya wali kota, FKPD, MUI, PCNU, pihak keamanan dan DMR Production, Kapal Api, Bank Jatim, BNI, Mandiri, BCA, BRI, PT Djarum Tbk, BJBR , RS Dharma Husada, Le Mineral dan sponsor lain atas partisipasi dan kerjasamanya sehingga penyelenggaraan Semipro berjalan engan sukses, tertib, aman dan lancar,” sambung Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata ini dalam laporannya. 

Closing ceremony Semipro 2017 berlangsung sederhana ketimbang tahun sebelumnya. Konsep ini sesuai tema Semipro “Lokal Berbudaya”. Diawali tari Remo yang dibawakan penari Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) dilanjut tampilan teaterikal “Pelangi Jingga Kemanusiaan” yang menceritakan aksi kemanusiaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo. Aksi ini merupakan bentuk dukungan untuk segera disahkannya RUU Kepalangmerahan. 

Malam itu, Wali Kota Rukmini juga menyerahkan hadiah lomba stand UMKM terbaik. Juara pertama diraih Kadin Kota Kediri (lemari es dan DP hari plus Rp 5 juta), juara kedua Dinas Perikanan Kota Probolinggo (lemari es dan DP haji plus Rp 5 juta, juara ketiga Kedai Kelor Kota Probolinggo (mesin cuci dan DP umroh Rp 3,5 juta). Sementara juara harapan I Kadin Kabupaten Banyuwangi (sepeda dan DP umroh Rp 3,5 juta) dan juara harapan II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo (DP umroh Rp 3,5 juta dan dispenser). 

Wali kota mengagumi penampilan teaterikal PMI malam itu. Ia bangga karena anak muda dapat berperanserta dalam membangun kota dan ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah. “Sehingga layak jika Kota Probolinggo menjadi kota layak anak,” terangnya. 

Semipro 2017, kata Rukmini, adalah upaya bagaimana pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM. Karena dampak ekonominya dapat dirasakan baik oleh tukang parkir hingga pelaku seni. 

“Semipro memfasilitasi sanggar-sanggar seni lokal untuk berkreativitas, disamping pemkot juga meberikan anggaran kepada kelompok-kelompok seni. Tahun ini Semipro tidak ada karapan sapi merah, saya berharap karapan sapi merah dapat dilaksanakan bisa di luar jadwal Semipro agar paguyuban tidak kecewa,” pesannya. 

Rukmini juga mengucapkan terimakasih kepada etnis Tionghoa dan Arab yang telah berpartisipasi dalam Semipro dan selalu menyajikan penampilan seni yang spektakuler. “Meskipun ada yang memandang Semipro sebelah mata, tetapi buktinya masih banyak masyarakat yang tertarik dengan Semipro dengan datang ke Alun-alun setiap malam,” tuturnya. (famydecta/humas) 

Wednesday, 06 September 2017

MASYARAKAT PROBOLINGGO MANGAN BARENG WALI KOTA

Ada nuansa yang berbeda dari kegiatan Apel Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke 658. Setelah apel, acara dilanjutkan Mangan Bareng Wali Kota dengan masyarakat Probolinggo. Sekitar lima puluh tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) berjajar rapi mulai dari depan Kantor Wali Kota hingga depan Rumah Dinas Wali Kota di Jl. P. Sudirman, Senin (4/9).

Berbagai menu makanan disajikan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sponsor seperti soto, bakso, rawon, nasi jagung, tahu campur, gado-gado dan sebagainya. Diskominfo ikut meramaikan acara dengan menghadirkan Pedagang Kaki Lima (PKL) Soto Lamongan. Sajian Soto Lamongan dari Diskominfo ramai dinikmati mulai dari abang tukang becak, tukang sapu, pemulung, pedagang keliling, pedagang kerupuk, satpam, guru, polisi hingga pegawai. (fer)

Tuesday, 05 September 2017

Pawai Budaya Puncaki Gelaran Semipro

Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2017 telah mencapai puncaknya. Menjelang sehari sebelum ditutupnya semipro, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Pawai Budaya Nusantara, Minggu (3/9). Pawai budaya ini menjadi salah satu ikon ajang tahunan ini. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rute pawai kali ini cukup pendek. Start pawai dimulai dari Jalan Suroyo (depan Bulog) dan peserta diarak ke arah selatan hingga akhirnya mencapai finish di depan Kantor Wali Kota Probolinggo. Tak ayal, masyarakat yang selalu antusias dengan gelaran pawai ini memadati jalur pawai dan tak sedikit pula yang akhirnya menembus pagar pembatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga setempat, Moch Maskur menyampaikan bahwa pawai budaya bertujuan untuk menghibur seluruh masyarakat Kota Probolinggo sekaligus melestarikan budaya lokal sehingga masyarakat semakin mencintai budayanya sendiri. Uniknya, dalam menyampaikan laporannya, Maskur menggunakan bahasa Madura yang memang menjadi salah satu ciri khas budaya Kota Probolinggo.

“Se kapeng duek, pawai nekah endik maksod sopajeh meningkatkan hasil (pendapatan) masyarakat Kota Probolinggo karena benyak oreng juelen ampon padeh laris sedejeh,” tutur Maskur berbahasa Madura. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini dalam sambutannya menyatakan bahwa pawai budaya ini merupakan puncak dari gealran Semipro. Pada gelaran ini, Rukmini menyebutkan pihaknya ingin menampilkan budaya lokal yang ada di Kota Probolinggo sehingga masyarakat tidak melupakan budayanya sendiri.

“Berbagai gelaran kita tampilkan di Semipro tahun ini termasuk Kerapan Sapi Brujul dan Kerapan Kambing. Inilah ciri khas Kota Probolinggo. Seluruh agenda semipro tak lain adalah untuk menghibur seluruh masyarakat,” tutur Rukmini.

Sesuai dengan tema semipro tahun ini, “Lokal Berbudaya”, gelaran pawai budaya memaksimalkan budaya lokal yang ada. Keseluruhan, 46 peserta berpartisipasi dalam pawai tahun ini. Hanya 3 peserta saja yang berasal dari luar kota, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Probolinggo. Sementara sisanya merupakan peserta dari SKPD se-Kota Probolinggo dengan menampilkan suguhan budaya lokal dan dipersembahkan oleh putra-putri daerah Kota Probolinggo. (alfienhandiansyah/humas)

Monday, 04 September 2017

Pantau Kelayakan Hewan Qurban

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan daging qurban Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sidak hewan qurban yang dipimpin oleh Plh Sekda Achmad Sudiyanto. Sidak di beberapa titik antara lain di Lapangan Jati, Jalan Slamet Riyadi dan di Kelurahan Sumber Wetan. 

Sidang pada Rabu (30/8) itu gabungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdaganagan dan Perindustrian (DKUPP), Majelis Ulama Indonesia (MUI)  dan Sat Pol PP.

Sukarning Yuliastuti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan beberapa minggu yang lalu. Namun pihaknya belum menemukan tanda tanda tertentu mengenai penyakit yang perlu mendapat perhatian. Hanya beberapa kambing di Jalan Slamet Riyadi yang kurang sehat dan sudah mendapat suntikan nutrisi.

“Pemeriksaan hewan kurban meliputi pengecekan bulu, selaput mata, dan gigi. Selain itu, suhu tubuh hewan dan memantau keaktifan hewan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menanggulangi adanya penyakit menular, sebelum hewan disembelih, dan usia hewan juga variatif, mulai usia satu tahun sampai tiga tahun.,” ujarnya.

Plh Sekda Achmad Sudiyanto mengungkapkan, dalam rangka memberikan kenyamanan dan kualitas baik, kambing harus sehat yang akan diberikan nanti kepada masyarakat. Ini juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar berhati hati hati dalam membeli dan memilih hewan kurban yang akan dibeli, harus sesuai dengan hukum islam.

Sekda juga mengimbau kepada penjual agar tidak menjual kambing yang belum layak jual.  “Jika tetap menjual kambing tersebut akan diangkut oleh Satpol PP, karena kami ingin memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu, KH. Dhofir Damyati, Ketua Komisi Fatwa MUI menjelaskan ketentuan pembelian kambing harus memenuhi syarat islam yaitu jika kambing sudah berumur minimal 1 tahun sudah pupak, sehat  tidak sakit.

“Untuk penyembelihan hewan qurban harus 1 kali sembelih, pastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan atau dua urat leher telah dipotong, dilarang mematahkan leher sebelum hewan tersebut benar benar mati, hewan harus menghadap kekiblat, baca takbir, baca sholawat,” imbuhnya.

Salah satu pedagang yang dikunjungi mengungkapkan harga hewan qurban yang ia  jual yang berkisar antara Rp 1,7 Juta sampai Rp 3,5 Juta tergantung usia dan jenis hewan kurban tersebut. (mita/humas)

Thursday, 31 August 2017

Budaya Lokal Tampilan Utama Semipro 2017

Semipro ke-9 Tahun 2017 resmi dibuka Wali Kota Rukmini semalam (28/8) di Alun-alun Kota Probolinggo. Sesuai dengan temanya, Lokal Berbudaya, acara pembukaan Semipro tahun ini menampilkan seni budaya lokal dengan memberdayakan putra-putri daerah. Acara pembukaan semipro dihadiri tamu istimewa yakni Kepala Bakorwil di Jember, Tjahjo Widodo.

Di awal acara, para tamu undangan dihibur dengan kolaborasi unik tarian jaran bodhag, glipang, dan tari lengger. Seakan tak mau kalah, Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo juga turut berpartisipasi dengan menampilkan peragaan busana batik khas Kota Probolinggo.

Ketua Panitia Semipro Agus Efendi menyatakan semipro kali ini memang lebih menonjolkan budaya lokal dengan memberdayakan seniman lokal pula. Secara keseluruhan, semipro tahun ini bakal menyuguhkan 41 jenis kegiatan mulai dari olahraga, olahraga prestasi, festival hingga pameran produk unggulan.

Sebelum pembukaan, giat pra semipro telah rampung digelar sejak tanggal 8 – 25 Agustus. Untuk acara inti, semipro digelar seminggu mulai tanggal 28 – 4 September. Seperti tahun-tahun sebelumnya, semipro digelar bersamaan dengan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo Ke-658.

“Untuk pawai budaya, ada 45 peserta dan hampir semuanya menampilkan budaya lokal dan yang tampil nantinya adalah putra-putri daerah juga. Daerah lain yang berpartisipasi di pawai hanya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang dan Sleman,” jelas Agus.

Dalam sambutannya, Wali Kota Rukmini menyatakan bahwa gelaran semipro adalah milik rakyat Kota Probolinggo, sesuai dengan tema yang diusung yakni Lokal Berbudaya.

“Untuk Semipro Ke-9 ini, kami mengusung tema Lokal Berbudaya. Tema tersebut merupakan semangat kita bersama untuk mengangkat budaya Kota Probolinggo agar kembali dipahami dan digemari oleh masyarakat,” ujar Rukmini.

Menurutnya, budaya lokal merupakan sebuah kearifan para leluhur kita yang harus kembali dipedomani masyarakat. Kearifan lokal bisa dijadikan panduan budaya bagi masyarakat untuk kembali membangun Kota Probolinggo yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bakorwil Jember, Tjahjo Widodo menyambut baik digelarnya semipro tahun ini terutama dengan diusungnya tema lokal berbudaya. Menurutnya, ini merupakan upaya yang sangat baik di saat budaya lokal mulai terkikis.

“Sungguh tepat Wali Kota Probolinggo menggelar Semipro dengan mempromosikan kembali budaya lokal. Saat ini, dunia tengah mengalami resesi hingga beberapa persen. Pemberdayaan UKM yang ada di semipro merupakan langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutur Tjahjo.

Di akhir sesi pembukaan Semipro 2017, Kumayl Mustafa Daood, vokalis grup musik Debu tampil menghibur masyarakat Kota Probolinggo. Pria yang telah resmi jadi WNI sejak 2011 ini menyanyikan beberapa lagu religi khusus untuk warga Kota Probolinggo. Sebelumnya grup musik religi Padang Howo ikut mengisi acara. (alfienhandiansyah/humas)

Tuesday, 29 August 2017

Tanggapan Wali Kota Atas PU Fraksi DPRD

dewwanSetelah sebelumnya, Jum’at (18/8) wali kota menyampaikan nota penjelasan terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Probolinggo Tahun 2016. Kemarin (21/8) tiba saatnya wali kota menjawab pemandangan umum fraksi – fraksi terhadap pembahasan raperda.  

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan melalui tanggapan, imbauan, saran dan permintaan penjelasan tersebut. Ia mengaku merasa makin mendapat dorongan dan semangat dalam menjalankan tugas – tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Rukmini menjelaskan terkait tidak tercapainya penyerapan anggaran belanja secara maksimal pada tahun 2016 yakni anggaran belanja daerah sebesar 80,75 persen. Hal ini sebagian terbesar berasal dari anggaran belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum.

Rukmini juga menjelaskan terkait belanja modal  Dinas Pendidikan yang hanya tercapai sebesar  17,10% pada fungsi urusan wajib pendidikan. Dan, dapat dijelaskan bahwa sebagian besar anggaran belanja modal pada urusan wajib bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan dan insentif daerah (DID) yang dalam pelaksanaannya diatur tersendiri berdasarkan petunjuk teknis. 

“Bukan tanpa alasan keterlambatan turunnya juknis memang tidak dapat dipungkiri merupakan faktor penyebab utama diluar kendali pemerintah daerah, dimana jika terdapat SILPA, perlu adanya penyesuaian penganggaran yang sedianya harus dilakukan melalui mekanisme APBD pada tahun anggaran berikutnya,” jelas wali kota. 

Hal ini, lanjut Rukmini, berakibat belanja modal pada program/kegiatan pekerjaan fisik, sebagian besar dimungkinkan tidak terealisasi karena waktu untuk pelaksanaan pekerjaan tidak mencukupi. 

“Belum maksimalnya realisasi anggaran belanja terdapat faktor – faktor lainnya yaitu efisiensi dari pelaksanaan kegiatan masing – masing OPD yang secara keseluruhan jumlahnya cukup signifikan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Rukmini mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setulus – tulusnya karena semua fraksi telah menyatakan persetujuannya terhadap rancangan peraturan daerah untuk dibahas lebih lanjut melalui mekanisme berikutnya.

Rapat paripurna di ruang sidang utama yang dipimpin oleh Wakil  Ketua DPRD Zulfikar Himawan  ini dihadiri oleh 24 anggota DPRD, para kepala OPD, dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. (mita/humas)

Tuesday, 22 August 2017
Page 31 of 36

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu