• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Super User

SPKP Fasilitasi Promosi Produk UMKM

KADEMANGAN – Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) kembali digelar, Minggu (15/7). Kali ini sudah episode III yang digeber di sepanjang Jalan Semeru, Kecamatan Kademangan. SPKP diadakan lima kali dalam setahun ini tetap dipertahankan dengan berbagai tujuan. Salah satunya, memfasilitasi promosi produk-produk UMKM di Kota Probolinggo. 

SPKP juga diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian, mampu mendorong UMKM menghadapi persaingan ekonomi. “Memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan hasil produknya. Serta menginformasikan ke masyarakat hasil pembangunan di Kota Probolinggo, sekaligus menjadikan SPKP sebagai destinasi wisata,” tutur Camat Kademangan, Pujo Agung Satrio saat menyampaikan laporannya. 

Dalam SPKP bertema “Dengan Semangat Gerakan Hidup Sehat dan Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan EKonomi Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro di Kota Probolinggo”, diikuti 103 peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, perbankan, pengusaha, kelompok masyarakat dan UMKM. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini menyampaikan, selain SPKP lima kali setahun, Pemkot Probolinggo juga punya MPS2 (Morning On Panglima Sudirman Street). Menurutnya, SPKP dan MPS2 merupakan kegiatan berbasis kearifan lokal. “Yang tidak ada duanya di Indonesia. Melalui SPKP dan MPS2, UMKM bisa membuat produk dan masyarakat bisa berbelanja produknya. Seni tradisional, seniman juga bisa merasakan manfaat kegiatan ini,” ungkapnya. 

Rukmini juga mengajak semua kalangan mendukung pengembangan usaha mikro serta sektor formal agar terbentuk iklim usaha yang kondusif. Sehingga dapat mewujudkan perekonomian Kota Probolinggo yang kokoh, kompetitif dan berkeadilan. 

“Saat ini pemerintah sudah mulai melirik potensi industri kreatif sebagai cara untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar global,” tegasnya. Usai acara seremonial pembukaan SPKP pagi itu, wali kota mengunjungi ratusan stand didampingi calon wali kota terpilih periode 2019-2024 Hadi Zainal Abidin. (famydecta/humas)

16 Jul 2018

USAI BIMTEK, TIM MASTER PLAN SMART CITY AUDIENSI BERSAMA WALI KOTA

audensi

Bimtek tahap I yang digelar Kemenkominfo RI dalam program menuju 100 Smart City akan berakhir di hari kedua, Kamis (12/7). Kemarin, 6 kelompok  sudah merumuskan kesiapan daerah. Anggotanya merupakan gabungan dari berbagai OPD, camat dan lurah se-kota. Mereka presentasi sesuai dengan pembagian elemen smart city diantaranya, smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, smart environment.

Kegiatan pendampingan bersama Profesor Yudho Giri Sucahyo dan tim master plan smart city,  hari ini diakhiri dengan audiensi bersama Wali Kota Probolinggo. “Hari pertama merumuskan kesiapan daerah, dari sisi infrastruktur, suprastruktur, menentukan visi dan misinya, termasuk melakukan analisis SWOT. Diantaranya, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga menghasilkan buku pertama. Sedangkan hari kedua ini, kita menyusun masterplan Probolinggo smart city dan quick wins,” kata pria lulusan Australia ini.

Selanjutnya, Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono, Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur Eddy Santoso, Praktisi IT Profesor Yudho Giri Sucahyo, Tim penyusun master plan smart city Probolinggo, Hakim Ghozali dari ITS, Provider pendukung Indosat, Kompas Gramedia, didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Rey Suwigtyo dan Kepala Diskominfo Aman Suryaman melakukan audiensi dengan Wali Kota Rukmini.

Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono menyampaikan ucapan selamat kepada Kota Probolinggo, sebagai salah satu kota terpilih dalam program 100 smart city. Mengingat prosesnya melalui seleksi yang ketat dari berbagai kota/kabupaten se-Indonesia.

“Hari ini bimtek tahap 1, yang akan dilanjutkan tiap bulan dengan bimtek tahap 2 bulan Agustus mendatang, hingga tahap 4. Termasuk bulan November bisa mengikuti pameran di Jakarta. Program pendampingan 100 smart city terbagi menjadi tiga tahap, tahun 2017 kemarin ada 25 kota, lalu tahun 2018 ada 50 kab/kota, serta tahun depan ada 25 kota ,”imbuhnya.

Dalam audiensi itu juga disampaikan, dari bimtek itulah akan ditentukan infrastruktur mana yang akan diperkuat dan diprioritaskan. Aplikasi yang bisa diadopsi seperti daerah lain sehingga single aplikasi bisa mendukung program daerah. Termasuk dijelaskan pendukung program tersebut, yakni Indosat dan Kompas gramedia.

Wali Kota Probolinggo Rukmini yang menerima kehadiran mereka di ruang transit pemkot, merespons positif  segala program smart city yang ditawarkan. “Saya berkomitmen dan mendukung smart city demi kemajuan dan perkembangan kota dalam mengatasi segala persoalan. Contohnya, pelayanan data kependudukan selama ini masih menjangkau hingga kecamatan. Dengan dukungan IT, diharapkan  bisa menjangkau hingga kelurahan maupun daerah pinggiran. Otomatis lebih efektif dan efisien bagi masyarakat, karena jangkauannya lebih dekat,”pintanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja OPD dalam penggunaan aplikasi, sehingga lebih transparan. Namun, masih ada yang belum terealisasi berkaitan dengan up date data warga miskin. Wali kota pun berharap ada aplikasi yang bisa menunjukkan bahwa warga tersebut layak dibantu atau tidak. Karena ada tanda yang bisa menunjukkan itu, sehingga bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih.

“Semoga nanti bisa diakomodir oleh tim penyusun master plan smart city, termasuk jaringan yang bagus serta bisa menjangkau semua wilayah kota. Selain itu kedatangan kapal pesiar secara rutin, merupakan potensi dikembangkan  smart tourism,”harapnya.

Lebih lanjut, program menuju 100 smart city juga diselaraskan dengan visi misi wali kota periode 2019- 2024 mendatang. (yuli)
12 Jul 2018

GERAKAN KOTA PROBOLINGGO MENUJU 100 SMART CITY

IMG 20180711 WA0017

Dari 50 kabupaten/kota di Indonesia, Kota Probolinggo termasuk salah satu kota yang terpilih dan dinyatakan siap melaksanakan smart city. Usai penandatanganan dalam nota kesepahaman dengan pihak Ditjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo RI bulan Mei lalu, tindak lanjutnya dilakukan bimtek tahap 1 gerakan menuju 100 smart city, Rabu (11/7).

Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman menuturkan, jika kegiatan di Puri Manggala Bhakti ini bertujuan memberikan pemahaman serta sudut pandang yang sama, tentang Probolinggo Smart City.

“Kegiatan ini didampingi oleh tim tenaga ahli (pakar) smart city dari Kemenkominfo RI sebagai narasumber. Termasuk tim penyusunan master plan Probolinggo smart city dari ITS Surabaya. Selama 2 hari, hari ini dan besok akan dilakukan diskusi terkait penyusunan masterplan Probolinggo Smart City dan program unggulan Smart City (Quick Wins). Termasuk audiensi dan pelaporan,”imbuhnya.

Selanjutnya, Asisten Adiministrasi dan umum Budiono Wirawan  membuka acara bimtek, sekaligus meminta semua pihak yang terlibat bersungguh-sungguh mengikutinya. Mengingat,  berbagai macam permasalahan di kota diperlukan solusi cerdas sehingga penyelesian masalah lebih cepat. Penerapan dan kolaborasi ekosistem kota juga termasuk dalam konsep smart city.

“Konsep smart city membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya agar efisien, serta memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tapi merupakan kombinasi baru antara teknologi baru dengan pola pikir yang cerdas,”imbuhnya.

Hadir dalam acara itu, Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono, Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur Eddy Santoso, serta 70 peserta bimtek yang meliputi perwakilan OPD, camat dan lurah se- kota serta praktisi/pakar smart city. Mereka diminta memberikan saran, serta ide terkait penyusunan master plan Probolinggo Smart City.

Selanjutnya, di hari pertama akan dibahas materi “Guideline masterplan smart city” oleh Profesor Yudho Giri Sucahyo yang ditunjuk sebagai narasumber oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI. Termasuk diskusi bersama semua peserta, yang dibagi menjadi 6 kelompok meliputi smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment. (yuli)
11 Jul 2018

Wali Kota Lantik 153 Pejabat

KANIGARAN - Wali Kota Probolinggo Hj Rukmini, Melantik 153 Pejabat Struktur Eselon II, III dan IV  di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (5/7). Acara tersebut dihadiri oleh para asisten sekretaris daerah Kota Probolinggo dan sejumlah Kepala OPD.

 Melalui pelantikan ini, Aparatur Sipil Negara (ASN ) diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta dapat menjalankan tugas dan kewajiban pemerintahan. Pelantikan ini merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai. 

Dari 153 pejabat tersebut, empat pejabat dilantik berdasarkan proses seleksi pengisian JPT Pratama secara terbuka. Hal ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

“ Alhamdulillah hari ini kita telah memilih dan melantik empat pejabat pimpinan tinggi Pratama baru yang akan mengisi jabatan pimpinan tinggi Pratama yang telah kosong, baik karena pejabatnya memasuki batas usia pensiun maupun mutasi ke jabatan lain dan lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang mengalami pergeseran”, Ucap Rukmini.

Kepada pejabat yang dilantik, Rukmini berharap agar pejabat yang telah ditetapkan serta disumpah diposisi barunya dapat bekerja secara profesional dan bermuara kepada kepentingan layanan publik yang lebih unggul dan segera bekerja  membuat langkah – langkah strategis sesuai bidang masing-masing.

 “Saya berharap kepada pejabat yang dilantik segera bekerja dan membuat langkah-langkah strategis sesuai bidang masing-masing. Lakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik secara internal dan eksternal untuk meningkatkan soliditas dan mempermudah pelaksanaan tugas”, harap Rukmini.

Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap pejabat yang dilantik berlangsung secara khidmat. Dalam pelantikan ini, sejumlah pejabat memperoleh promosi jabatan. Salah satunya adalah Dwi Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Wonoasih dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo, Aman Suryaman juga turut memperoleh promosi jabatan menjadi Kepala Diskominfo. 

Sejumlah pejabat eselon II juga mengalami pergeseran, diantaranya Budi Krisyanto yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perikanan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Demikian pula Kepala Disbudpar, Agus Efendi dilantik menjadi Kepala Satuan Polisi pamong Praja. (soni/humas)

05 Jul 2018

Damkar Padamkan Kantor Pemkot

KANIGARAN - Sejumlah pegawai yang bertugas di Kantor Wali Kota Probolinggo tiba – tiba panik dan berhamburan keluar, Kamis (5/7). Kepulan asap hitam keluar dari lantai 2 tepatnya dari toilet Puri Manggala Bhakti Pemerintah Kota Probolinggo. Beberapa pegawai terlihat pucat dan  hampir menangis ketika mendengar suara sirine kebakaran yang  dibunyikan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Beberapa pegawai tampak keluar dengan membawa tas dan berkas-berkas dari ruang kerjanya masing-masing.

Kepanikan pegawai tersebut terjadi akibat tidak adanya informasi jika BPBD sedang melakukan simulasi bencana. Setelah mendapatkan informasi tersebut, baru mereka merasa lega. Meski sempat panik, mereka mulai kembali ke tempat kerja masing-masing.

Simulasi ini melibatkan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Probolinggo dan satu unit mobil ambulance milik PMI Kota Probolinggo. Simulasi dibuat seolah – olah mirip suasana sebenarnya. Dalam simulasi bencana tersebut, ada 2 korban akibat kebakaran.  Korban tersebut di larikan ke RSUD dr. Moch. Saleh oleh tim relawan PMI. 

Wali Kota Probolinggo, Rukmini memberikan arahan kepada petugas Pemadam Kebakaan, Satpol PP, PMI dan BPBD. “Tujuan simulasi ini untuk memberikan pengalaman kepada para pegawai bagaimana sebaiknya bertindak saat terjadinya kebakaran. Pegawai diberikan pemahaman dan pengalaman tentang jalur – jalur evakuasi dan tindakan yang perlu atau tidak perlu dilakukan saat terjadi kebakaran, memanfaatkan jalur – jalur evakuasi, dan yang paling penting ialah memutuskan tindakan yang harus diambil dalam waktu yang singkat dengan aman demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Gogol Sujarwanto mengungkapkan bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama dari semua pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Mita_Humas.

05 Jul 2018

Wali Kota Tandatangani Serah Terima Aset Daerah

Bertempat di ruang transit Kantor Wali Kota Probolinggo, Wali Kota Rukmini menandatangani berita acara serah terima pinjam pakai dan perjanjian pemakaian aset daerah dengan sejumlah organisasi non-pemerintah antara lain PMI, KONI, FKUB, BAZ, Kwartir Pramuka Cabang Kota Probolinggo.

Penandatanganan ini bertujuan untuk memperbarui masa pinjam aset daerah berupa gedung bangunan, kendaraan operasional maupun aset daerah lainnya yang dipergunakan organisasi tersebut. Ini merupakan bentuk pengamanan dan pengendalian pengelolaan aset daerah Kota Probolinggo.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Probolinggo, Imanto, menyatakan perjanjian ini berlaku selama 5 tahun dan penerima manfaat berkewajiban untuk melakukan pemeliharaan atas aset daerah yang dipinjamkan.“Apabila ada perubahan yang dilakukan terhadap aset tersebut, harus ada izinnya dan perubahan itu tidak boleh mengurangi nilai aset itu sendiri,” ujar Imanto.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini berharap agar nantinya dilakukan appraisal (proses penaksiran) terkait kondisi aset daerah yang dipinjamkan agar aset daerah dapat dikelola lebih baik lagi.

“Salah satu faktor kita tidak bisa memperoleh penilaian WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tahun ini adalah kurang baiknya pengelolaan aset daerah. Karena itu saya berharap agar hal ini segera dilaksanakan sehingga secara bertahap kita dapat memperoleh kembali opini WTP,” tutur Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

05 Jul 2018

Siswa MI Ikuti Cooking Class Wak Iwakan

MAYANGAN - Terlihat segerombolan anak-anak di tambak milik Dinas Perikanan Pemerintah Kota Probolinggo yang berada di Kawasan Jalan Lingkar Utara (JLU). Mereka murid dari MI Kahasri yang ada di Jl. MT. Haryono, kota setempat. Ditemani beberapa guru dan orang tua, mereka duduk melingkar ditempat yang telah disediakan. Dengan raut ingin tahu, mereka dengan sabar mendengarkan instruksi dari  narasumber yang mengajari tentang cara mengolah ikan. 

Hari itu (01/7), memang diadakan kelas memasak (cooking class) yang akan mengajarkan cara membuat bakso dari ikan kakap. Setiap anak diberi kesempatan untuk membuat bakso ikan. Dengan antusias mereka pun membuat bulatan-bulatan bakso, lalu memasukkannya kedalam kuah yang telah disediakan. Bakso yang telah masak pun dimakan bersama-sama. 

Rizky, salah satu dari anak-anak tersebut mengatakan sangat senang dengan kegiatan ini. “Ini pertama kali ikut acara seperti ini,” kata anak yang mengaku doyan makan ikan ini. Selain memasak, mereka diberi pengetahuan seputar ikan, tentang pentingnya makan ikan, tentang kandungan gizi yang dikandung ikan, dan pengetahuan lainnya. Mereka juga diajak berkeliling tambak dimana mereka belajar tentang cara pembiakan ikan.

Kelas memasak ini merupakan salah satu acara yang ada di kegiatan Wak Iwakan gelaran Dinas Perikanan. Wak Iwakan merupakan ajang pameran bagi para UKM yang bergerak di perikanan untuk memasarkan produk mereka. 

Hoirul Arifin, Kasi Pengembangan Mutu dan Promosi Hasil Perikanan pada bidang Pengembangan Usaha Dinas Perikanan mengatakan bahwa kegiatan Wak Iwakan memang ditujukan untuk memberdayakan para pelaku UKM. “Bila ada pelatihan pun, narasumbernya kami pilih dari para pelaku UKM sesuai dengan ketrampilan yang akan dibagikan,” katanya.

Dia juga mempersilahkan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan pelatihan dari Dinas Perikanan. “Silahkan kirim proposal pelatihan kepada Dinas Perikanan, dan ketrampilan apa yang diinginkan,” katanya.

Wak iwakan kali ini merupakan event yang kesekian kali setelah acara pembukaan yang diadakan di bulan Februari. “Wak Iwakan ini memang kami adakan rutin setiap dua minggu sekali di tambak ini,” katanya. Kali ini, selain cooking class, juga ada pertunjukan musik dan pameran UKM.  (hariyantiagustina/humas)

02 Jul 2018

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Partly cloudy

30°C

Probolinggo

Partly cloudy
Humidity: 59%
Wind: ENE at 22.53 km/h
Saturday
Mostly cloudy
25°C / 30°C
Sunday
SP_WEATHER_BREEZY
25°C / 31°C
Monday
SP_WEATHER_BREEZY
25°C / 31°C
Tuesday
SP_WEATHER_BREEZY
24°C / 30°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu