JELANG PENILAIAN ADIPURA 2019, PEMKOT GELAR RAPAT KOORDINASI

11 Apr 2019 0 comment

Probolinggo, 11/4/2019 - Adipura merupakan penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sasaran dari program Adipura adalah terwujudnya pemerintahan yang baik (good governance) dan lingkungan yang baik (good environment), serta berkelanjutan (sustainable) dalam mewujudkan kota - kota yang layak huni (livable city).

Kota - kota yang berkelanjutan harus mampu mengintegrasikan aspek pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan juga pembangunan lingkungan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakatnya.

Kota Probolinggo sendiri menerima penghargaan Adipura berturut - turut mulai tahun 2006 sampai tahun 2018. Tahun 2014, Kota Probolinggo meraih penghargaan Adipura Kencana dan pada tahun 2016 Kota Probolinggo meraih Adipura Kirana.

Guna mempertahankan capaian yang luar biasa selama 12 tahun tersebut, tentunya dibutuhkan komitmen dan kerja sama yang baik dari semua pihak untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang lebih baik lagi dan berkesinambungan dari segi pemerintahan maupun lingkungannya.

Untuk itu, guna mensukseskan program Adipura tingkat nasional yang berwawasan lingkungan serta menciptakan Kota Probolinggo Bestari seperti tahun - tahun sebelumnya, dibentuklah tim koordinasi yang terdiri dari OPD terkait dilingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, pihak kecamatan, kelurahan, masyarakat/ kemitraan lingkungan untuk melakukan penyusunan program kerja, sosialisasi, pembinaan, hingga pemantauan di lapangan.

Dalam paparannya, Kepala DLH Kota Probolinggo, Budi Krisyanto mengatakan, Pemerintah Kota Probolinggo bertekad pada tahun 2025 bebas sampah (Probolinggo City Zero Waste), 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampah. "Kota Probolinggo walaupun pernah meraih penghargaan Adipura, harus kita akui dalam kehidupan sehari - hari masih memerlukan penanganan serius. Ini merupakan pekerjaan rumah kita semua, karena dari target yang diharapkan pada tahun 2025 aktifitas pengurangan sampah harus 30% dan penanganan sampah 70%. Penanganan ini mulai dari mengumpulkan sampah, memilah, mengangkut sampah, hingga mengolahnya di TPA," ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa BK ini menjelaskan realisasi di Kota Probolinggo terkait hal tersebut masih 40% - 50%. Untuk itu perlu gerak bersama seluruh elemen masyarakat baik pihak pemerintah, swasta untuk mulai mengurangi sampah bisa dimulai dari sampah rumah tangga dengan mengurangi penggunaan plastik seperti halnya kantong plastik, sedotan, air mineral dalam kemasan plastik dan lain sebagianya.

"TPA di Kota Probolinggo sudah hampir tidak bisa menampung sampah lagi, ada gunungan sampah 20 m - 30 m, mau ditempatkan dimana lagi kalau kita tidak memiliki kesadaran untuk mengurangi sampah dan penggunaan plastik. Jangan sampai sampah berwisata di Kota Probolinggo alias sampahnya keliling ada dimana - mana. Untuk itu kita mengajak seluruh masyarakat Kota Probolinggo untuk berperilaku hidup bersih dan sehat atau sadar lingkungan," imbuhnya.

Hal senanda diungkapkan Wakil Wali Kota Probolinggo, HMS. Subri yang hadir untuk memberikan pengarahan dalam acara tersebut. Dimana Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa makna Adipura bukan hanya penanganan kebersihan atau urusan sampah yang dalam hal ini urusan Dinas Lingkungan Hidup saja, melainkan bagaimana upaya pengelolaan sampah dari sumber - sumber sampah (permukiman, perkantoran, perdagangan, perindustrian, rumah sakit, sekolah, fasum, dan lain - lain) yang melibatkan semua komponen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Untuk itu dalam kesempatan ini saya mohon perhatiannya dari kepala OPD untuk dapat menangani sampah - sampah di kantornya melalui 3R dan kepala OPD selaku penanggung jawab terhadap penataan kota, saluran terbuka yang bersih dari sampah dan tidak ada lagi pembakaran sampah. Kemudian Satuan Polisi Pamong Praja dapat melaksanakan penegakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Persampahan," ujarnya.

Beliau mengajak semua yang hadir di acara tersebut untuk selalu sadar dan peduli lingkungan dengan melakukan kegiatan - kegiatan konkrit untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang berkelanjuptan. Melalui Instruksi Wali Kota Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Penanganan Persampahan di Permukiman, camat dan lurah dapat turut memantu implementasi kegiatan tersebut.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun ini penilaian Adipura ada dua tambahan lokasi titik pantau, yaitu pelabuhan dan tempat ibadah, sehingga perlu meningkatkan perhatian terhadap kedua tempat tersebut terkait kebersihan dan pengolahan sampahnya.

Dimana seperti yang disampaikan diatas, bahwasannya piala Adipura bukan hanya sekedar penghargaan atau trophy saja melainkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Probolinggo sehingga bersama - sama bisa mewujudkan Kota Probolinggo yang Bersih, Tertib, Rapi, Aman, Indah (Bestari). (Crl)

probolinggokota.go.id Membangun Bersama Rakyat Untuk Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu