• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

USAI BIMTEK, TIM MASTER PLAN SMART CITY AUDIENSI BERSAMA WALI KOTA

audensi

Bimtek tahap I yang digelar Kemenkominfo RI dalam program menuju 100 Smart City akan berakhir di hari kedua, Kamis (12/7). Kemarin, 6 kelompok  sudah merumuskan kesiapan daerah. Anggotanya merupakan gabungan dari berbagai OPD, camat dan lurah se-kota. Mereka presentasi sesuai dengan pembagian elemen smart city diantaranya, smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, smart environment.

Kegiatan pendampingan bersama Profesor Yudho Giri Sucahyo dan tim master plan smart city,  hari ini diakhiri dengan audiensi bersama Wali Kota Probolinggo. “Hari pertama merumuskan kesiapan daerah, dari sisi infrastruktur, suprastruktur, menentukan visi dan misinya, termasuk melakukan analisis SWOT. Diantaranya, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga menghasilkan buku pertama. Sedangkan hari kedua ini, kita menyusun masterplan Probolinggo smart city dan quick wins,” kata pria lulusan Australia ini.

Selanjutnya, Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono, Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur Eddy Santoso, Praktisi IT Profesor Yudho Giri Sucahyo, Tim penyusun master plan smart city Probolinggo, Hakim Ghozali dari ITS, Provider pendukung Indosat, Kompas Gramedia, didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Rey Suwigtyo dan Kepala Diskominfo Aman Suryaman melakukan audiensi dengan Wali Kota Rukmini.

Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono menyampaikan ucapan selamat kepada Kota Probolinggo, sebagai salah satu kota terpilih dalam program 100 smart city. Mengingat prosesnya melalui seleksi yang ketat dari berbagai kota/kabupaten se-Indonesia.

“Hari ini bimtek tahap 1, yang akan dilanjutkan tiap bulan dengan bimtek tahap 2 bulan Agustus mendatang, hingga tahap 4. Termasuk bulan November bisa mengikuti pameran di Jakarta. Program pendampingan 100 smart city terbagi menjadi tiga tahap, tahun 2017 kemarin ada 25 kota, lalu tahun 2018 ada 50 kab/kota, serta tahun depan ada 25 kota ,”imbuhnya.

Dalam audiensi itu juga disampaikan, dari bimtek itulah akan ditentukan infrastruktur mana yang akan diperkuat dan diprioritaskan. Aplikasi yang bisa diadopsi seperti daerah lain sehingga single aplikasi bisa mendukung program daerah. Termasuk dijelaskan pendukung program tersebut, yakni Indosat dan Kompas gramedia.

Wali Kota Probolinggo Rukmini yang menerima kehadiran mereka di ruang transit pemkot, merespons positif  segala program smart city yang ditawarkan. “Saya berkomitmen dan mendukung smart city demi kemajuan dan perkembangan kota dalam mengatasi segala persoalan. Contohnya, pelayanan data kependudukan selama ini masih menjangkau hingga kecamatan. Dengan dukungan IT, diharapkan  bisa menjangkau hingga kelurahan maupun daerah pinggiran. Otomatis lebih efektif dan efisien bagi masyarakat, karena jangkauannya lebih dekat,”pintanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja OPD dalam penggunaan aplikasi, sehingga lebih transparan. Namun, masih ada yang belum terealisasi berkaitan dengan up date data warga miskin. Wali kota pun berharap ada aplikasi yang bisa menunjukkan bahwa warga tersebut layak dibantu atau tidak. Karena ada tanda yang bisa menunjukkan itu, sehingga bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih.

“Semoga nanti bisa diakomodir oleh tim penyusun master plan smart city, termasuk jaringan yang bagus serta bisa menjangkau semua wilayah kota. Selain itu kedatangan kapal pesiar secara rutin, merupakan potensi dikembangkan  smart tourism,”harapnya.

Lebih lanjut, program menuju 100 smart city juga diselaraskan dengan visi misi wali kota periode 2019- 2024 mendatang. (yuli)
12 Jul 2018 0 comment  

audensi

Bimtek tahap I yang digelar Kemenkominfo RI dalam program menuju 100 Smart City akan berakhir di hari kedua, Kamis (12/7). Kemarin, 6 kelompok  sudah merumuskan kesiapan daerah. Anggotanya merupakan gabungan dari berbagai OPD, camat dan lurah se-kota. Mereka presentasi sesuai dengan pembagian elemen smart city diantaranya, smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, smart environment.

Kegiatan pendampingan bersama Profesor Yudho Giri Sucahyo dan tim master plan smart city,  hari ini diakhiri dengan audiensi bersama Wali Kota Probolinggo. “Hari pertama merumuskan kesiapan daerah, dari sisi infrastruktur, suprastruktur, menentukan visi dan misinya, termasuk melakukan analisis SWOT. Diantaranya, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga menghasilkan buku pertama. Sedangkan hari kedua ini, kita menyusun masterplan Probolinggo smart city dan quick wins,” kata pria lulusan Australia ini.

Selanjutnya, Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono, Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur Eddy Santoso, Praktisi IT Profesor Yudho Giri Sucahyo, Tim penyusun master plan smart city Probolinggo, Hakim Ghozali dari ITS, Provider pendukung Indosat, Kompas Gramedia, didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Rey Suwigtyo dan Kepala Diskominfo Aman Suryaman melakukan audiensi dengan Wali Kota Rukmini.

Ditjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo RI Bagio Prihartono menyampaikan ucapan selamat kepada Kota Probolinggo, sebagai salah satu kota terpilih dalam program 100 smart city. Mengingat prosesnya melalui seleksi yang ketat dari berbagai kota/kabupaten se-Indonesia.

“Hari ini bimtek tahap 1, yang akan dilanjutkan tiap bulan dengan bimtek tahap 2 bulan Agustus mendatang, hingga tahap 4. Termasuk bulan November bisa mengikuti pameran di Jakarta. Program pendampingan 100 smart city terbagi menjadi tiga tahap, tahun 2017 kemarin ada 25 kota, lalu tahun 2018 ada 50 kab/kota, serta tahun depan ada 25 kota ,”imbuhnya.

Dalam audiensi itu juga disampaikan, dari bimtek itulah akan ditentukan infrastruktur mana yang akan diperkuat dan diprioritaskan. Aplikasi yang bisa diadopsi seperti daerah lain sehingga single aplikasi bisa mendukung program daerah. Termasuk dijelaskan pendukung program tersebut, yakni Indosat dan Kompas gramedia.

Wali Kota Probolinggo Rukmini yang menerima kehadiran mereka di ruang transit pemkot, merespons positif  segala program smart city yang ditawarkan. “Saya berkomitmen dan mendukung smart city demi kemajuan dan perkembangan kota dalam mengatasi segala persoalan. Contohnya, pelayanan data kependudukan selama ini masih menjangkau hingga kecamatan. Dengan dukungan IT, diharapkan  bisa menjangkau hingga kelurahan maupun daerah pinggiran. Otomatis lebih efektif dan efisien bagi masyarakat, karena jangkauannya lebih dekat,”pintanya.

Ia juga mengapresiasi kinerja OPD dalam penggunaan aplikasi, sehingga lebih transparan. Namun, masih ada yang belum terealisasi berkaitan dengan up date data warga miskin. Wali kota pun berharap ada aplikasi yang bisa menunjukkan bahwa warga tersebut layak dibantu atau tidak. Karena ada tanda yang bisa menunjukkan itu, sehingga bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih.

“Semoga nanti bisa diakomodir oleh tim penyusun master plan smart city, termasuk jaringan yang bagus serta bisa menjangkau semua wilayah kota. Selain itu kedatangan kapal pesiar secara rutin, merupakan potensi dikembangkan  smart tourism,”harapnya.

Lebih lanjut, program menuju 100 smart city juga diselaraskan dengan visi misi wali kota periode 2019- 2024 mendatang. (yuli)

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Scattered thunderstorms

27°C

Probolinggo

Scattered thunderstorms
Humidity: 82%
Wind: S at 22.53 km/h
Sunday
Scattered thunderstorms
26°C / 30°C
Monday
Partly cloudy
25°C / 31°C
Tuesday
Thunderstorms
26°C / 31°C
Wednesday
Thunderstorms
25°C / 30°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
Telp: 0335 - 421228
Fax: 0335 - 420155

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu