• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Kali Pertama, Jambore Pembatik di Probolinggo

MAYANGAN - Sebanyak 120 Perajin batik dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur berkumpul di Museum Kota Probolinggo, Sabtu (7/4). Mereka mengikuti pembukaan Jambore Pembatik Jawa Timur. Jambore ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Museum Kota Probolinggo dan Kampung Kita Resort, Desa Condong, Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Kegiatan Jambore Pembatik yang pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur ini berlangsung selama 2 hari, tanggal 7 April sampai 8 April 2018.

Niko Sawiji, Ketua Panitia Jambore Pembatik menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara para pembatik yang pertama  kali diadakan di Indonesia. Acara ini diselenggarakan  dengan baik berkat peran aktif serta antusias pengrajin batik untuk bersatu memperkuat jalinan silaturahmi antara pembatik seluruh wilayah Jawa Timur. “Terima Kasih Kepada Pemerintah Kota Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Asosiasi Pengrajin Pengusaha Batik Indonesia, Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur serta Kadin Kota Probolinggo,” ujarnya. 

Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur (APBJ), Putu Silostiani menjelaskan Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur didirikan pada tahun 2014, tepat di Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Pengurusan APBJ dikukuhkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Nina Soekarwo. Tahun ini APBJ tepat berusia 4 tahun. 

Batik di Indonesia berkembang semakin pesat begitu juga perkembangan batik di Jawa Timur. Terbukti, dari perkembangan anggota pengarajin batik  yang tergabung di APBJ semakin  banyak.  Semula anggota APBJ sekitar 50 orang, saat ini lebih dari 100 orang anggota yang terdaftar. 

  “Terimakasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang sudah memberikan waktu dan tempat yang sangat bagus. Peserta jambore bisa menyaksikan peninggalan batik-batik kuno yang ada di Kota Probolinggo, yang belum tentu ada di tempat lain. Di museum Kota Probolinggo ada ratusan koleksi batik yang bisa menjadi saksi sejarah bahwa batik di Jawa Timur dari dulu sudah berkembang pesat, sejak 1889. Jambore Batik Jawa Timur ini sebagai tonggak untuk memajukan batik Jawa timur dan semoga batik Jawa Timur semakin sukses,” ujar Putu.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo menyatakan, saat ini ada 5 motif batik khas probolinggo yang dipakai sebagai seragam para Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis. Siswa-siswi sekolah juga memakai seragam batik khas Kota Probolinggo sebagai salah satu seragam sekolah. Di Kota Probolinggo ada 34 pengrajin batik aktif dengan motif mangga dan anggur menjadi ciri khas Kota Probolinggo.

Sejarah panjang batik Probolinggo setidaknya di kenal mulai tahun 1889, dimana Belanda saat itu membawa sekitar 151 motif batik untuk dipamerkan di negarannya. Ratusan motif batik kuno Probolinggo tersebut diketahui oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini yang melawat ke Belanda pada tahun 2014. 

“Motif-motif batik kuno ini menjadi warisan yang sangat berharga dan harus kita jaga. Setidaknya motif-motif ini harus kita pakai sebagai pakaian kebanggaan kita, tidak hanya untuk masyarakat Kota Probolinggo, tetapi juga kebanggaan masyarakat Jawa Timur dan tentunya kebanggaan Nasional,” tambah sekda.

“Saya berharap keberadaan ratusan motif batik kuno yang ada di Kota Probolinggo menjadi semangat untuk pengrajin batik baik di Kota Probolinggo, maupun pengrajin batik di Jawa Timur untuk menciptakan lebih banyak lagi motif-motif khas dari daerah masing-masing. Semoga usaha batik ini bisa berkembang dan bisa saling bekerjasama dengan seluruh pengrajin batik di Jawa Timur. Saya juga berharap, Jambore Pembatik Jawa Timur ini bisa berjalan dengan sukses dan bisa menginspirasi para pengrajin batik lainnya di Indonesia untuk terus berkreasi,”harapnya.

Usai  pembukaan, panitia mengajak peserta jambore untuk city tour menggunakan bus milik  Pemerintah Kota Probolinggo. Mereka diajak berkeliling ke beberapa destinasi wisata di Kota Seribu Taman ini.  Kemudian peserta jambore bertolak ke Kampung Kita Resort. (noviati/humas)

09 Apr 2018 0 comment  

MAYANGAN - Sebanyak 120 Perajin batik dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur berkumpul di Museum Kota Probolinggo, Sabtu (7/4). Mereka mengikuti pembukaan Jambore Pembatik Jawa Timur. Jambore ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Museum Kota Probolinggo dan Kampung Kita Resort, Desa Condong, Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Kegiatan Jambore Pembatik yang pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur ini berlangsung selama 2 hari, tanggal 7 April sampai 8 April 2018.

Niko Sawiji, Ketua Panitia Jambore Pembatik menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara para pembatik yang pertama  kali diadakan di Indonesia. Acara ini diselenggarakan  dengan baik berkat peran aktif serta antusias pengrajin batik untuk bersatu memperkuat jalinan silaturahmi antara pembatik seluruh wilayah Jawa Timur. “Terima Kasih Kepada Pemerintah Kota Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Asosiasi Pengrajin Pengusaha Batik Indonesia, Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur serta Kadin Kota Probolinggo,” ujarnya. 

Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur (APBJ), Putu Silostiani menjelaskan Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur didirikan pada tahun 2014, tepat di Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Pengurusan APBJ dikukuhkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Nina Soekarwo. Tahun ini APBJ tepat berusia 4 tahun. 

Batik di Indonesia berkembang semakin pesat begitu juga perkembangan batik di Jawa Timur. Terbukti, dari perkembangan anggota pengarajin batik  yang tergabung di APBJ semakin  banyak.  Semula anggota APBJ sekitar 50 orang, saat ini lebih dari 100 orang anggota yang terdaftar. 

  “Terimakasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang sudah memberikan waktu dan tempat yang sangat bagus. Peserta jambore bisa menyaksikan peninggalan batik-batik kuno yang ada di Kota Probolinggo, yang belum tentu ada di tempat lain. Di museum Kota Probolinggo ada ratusan koleksi batik yang bisa menjadi saksi sejarah bahwa batik di Jawa Timur dari dulu sudah berkembang pesat, sejak 1889. Jambore Batik Jawa Timur ini sebagai tonggak untuk memajukan batik Jawa timur dan semoga batik Jawa Timur semakin sukses,” ujar Putu.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo menyatakan, saat ini ada 5 motif batik khas probolinggo yang dipakai sebagai seragam para Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis. Siswa-siswi sekolah juga memakai seragam batik khas Kota Probolinggo sebagai salah satu seragam sekolah. Di Kota Probolinggo ada 34 pengrajin batik aktif dengan motif mangga dan anggur menjadi ciri khas Kota Probolinggo.

Sejarah panjang batik Probolinggo setidaknya di kenal mulai tahun 1889, dimana Belanda saat itu membawa sekitar 151 motif batik untuk dipamerkan di negarannya. Ratusan motif batik kuno Probolinggo tersebut diketahui oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini yang melawat ke Belanda pada tahun 2014. 

“Motif-motif batik kuno ini menjadi warisan yang sangat berharga dan harus kita jaga. Setidaknya motif-motif ini harus kita pakai sebagai pakaian kebanggaan kita, tidak hanya untuk masyarakat Kota Probolinggo, tetapi juga kebanggaan masyarakat Jawa Timur dan tentunya kebanggaan Nasional,” tambah sekda.

“Saya berharap keberadaan ratusan motif batik kuno yang ada di Kota Probolinggo menjadi semangat untuk pengrajin batik baik di Kota Probolinggo, maupun pengrajin batik di Jawa Timur untuk menciptakan lebih banyak lagi motif-motif khas dari daerah masing-masing. Semoga usaha batik ini bisa berkembang dan bisa saling bekerjasama dengan seluruh pengrajin batik di Jawa Timur. Saya juga berharap, Jambore Pembatik Jawa Timur ini bisa berjalan dengan sukses dan bisa menginspirasi para pengrajin batik lainnya di Indonesia untuk terus berkreasi,”harapnya.

Usai  pembukaan, panitia mengajak peserta jambore untuk city tour menggunakan bus milik  Pemerintah Kota Probolinggo. Mereka diajak berkeliling ke beberapa destinasi wisata di Kota Seribu Taman ini.  Kemudian peserta jambore bertolak ke Kampung Kita Resort. (noviati/humas)

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Sunny

30°C

Probolinggo

Sunny
Humidity: 56%
Wind: E at 28.97 km/h
Thursday
Sunny
25°C / 32°C
Friday
Sunny
24°C / 31°C
Saturday
Mostly sunny
24°C / 31°C
Sunday
Partly cloudy
25°C / 32°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu