• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Dirjen Migas Ajukan Perizinan Pembangunan Jargas

KANIGARAN – Rencana pembangunan jaringan gas (jargas) bumi di ribuan calon pelanggan (capel) di Kota Probolinggo memasuki babak baru. Bahkan, saat ini ada penambahan penerima manfaat yang sebelumnya hanya 5000 KK kini ditambah menjadi 5025 KK. Penunjukkan pelaksana proyek pun bakal dipilih oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas). 

Informasi itu disampaikan oleh PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Agung Prasetyo, saat audiensi  bersama Wali Kota Probolinggo Rukmini, Selasa (20/3) sore di ruang transit kantor pemkot. Wali Kota didampingi Sekda dr Bambang Agus, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo, Kabag Administrasi Perekonomian Chairul Anwar dan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. 

Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo ini menggunakan APBN. Namun pembayaran, operasional dan penarikan pembayaran dari warga dikelola oleh PT PGN. Agung Kuswandono menjelaskan, kemarin (20/3) ia bersama tim dari Dirjen Migas dan PT PGN mengajak sejumlah calon kontraktor untuk melihat lokasi pemasangan pipa di beberapa titik lokasi. 

“Tahapan yang sudah kami lakukan saat ini, serta kontraktor sudah di lapangan, artinya pekerjaan telah siap  dimulai. Kami perkirakan awal Juli sudah ada pengerjaan proyeknya. Untuk itu, sebanyak 5025 KK di satu kecamatan dan empat kelurahan itu, kami mohon untuk segera ditetapkan oleh Ibu Wali Kota agar tidak terjadi pergeseran jumlah,” katanya. 

Empat kelurahan di Kecamatan Mayangan itu adalah Mayangan 1011 KK, Jati 618 KK, Mangunharjo 2848 KK dan Wiroborang 548 KK. Pasalnya, jumlah yang ditetapkan tersebut sesuai dengan kajian yang dilakukan oleh Dirjen Migas pada tahun 2017 lalu. 

“Kami akan mengurus izin prinsipnya, UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), setidaknya akhir Juni sudah ada (izinnya),” tutur Agung, yang pada waktu itu secara simbolis menyerahkan surat pengajuan izin ke wali kota. 

Jargas ini direncanakan dapat mulai dimanfaatkan oleh warga pada 1 Januari 2019 atau diupayakan sebelum Wali Kota Rukmini paripurna tugas. Namun, dalam rapat koordinasi waktu itu disepakati pada saat Hari Jadi Kota ke 659 Kota Probolinggo akan mulai didahulukan untuk 659 KK/capel sebagai tanda dimulainya operasional jargas di kota. Agung dan pihak PT PGN pun menyanggupi permintaan tersebut. 

“Alhamdulillah, terimakasih bisa nambah lagi jumlah penerimanya yang semula 5000 ditambah 25 lagi, alhamdulillah. Mudah-mudahan ke depannya bisa nambah lagi sesuai dengan jumlah KK yang ada di Kota Probolinggo. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat (diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah),” ujar Wali Kota Rukmini. 

“Kami akan membantu izin yang disiapkan. OPD terkait yang menangani, DPMPTSP dan DLH untuk dibantu urusan izinnya. Sekali lagi, kami sangat bersyukur banget dengan bantuan ini,” sambung Rukmini.

Untuk meminimalisir masalah terkait proyek ini, Agung Kuswandono berjanji akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas PUPR. Karena saat proyek jargas ini berjalan, Dinas PUPR juga punya proyek di beberapa lokasi yang akan dilintasi jargas tersebut. Kepala Dinas PUPR Amin Fredy pun meminta working plan untuk mensinkronkan proyek yang ada. “Ya, kami akan koordinasi dengan dinas terkait sambil membawa kontraktor sebelum pelaksanaan proyek untuk mensinkronkan dengan program OPD,” sahut Agung lagi. 

Sore kemarin, pihak Dirjen Migas juga menyerahkan surat undangan resmi kepada Wali Kota Rukmini terkait kegiatan di Jakarta, pada 23 Maret mendatang. Dirjen mengundang semua kepala daerah yang menerima bantuan jargas APBN sekaligus menandatangani sejumlah MoU (Memorandum of Understanding) terkait pengerjaan proyek itu. (famydecta/humas)

21 Mar 2018 0 comment  

KANIGARAN – Rencana pembangunan jaringan gas (jargas) bumi di ribuan calon pelanggan (capel) di Kota Probolinggo memasuki babak baru. Bahkan, saat ini ada penambahan penerima manfaat yang sebelumnya hanya 5000 KK kini ditambah menjadi 5025 KK. Penunjukkan pelaksana proyek pun bakal dipilih oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas). 

Informasi itu disampaikan oleh PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Agung Prasetyo, saat audiensi  bersama Wali Kota Probolinggo Rukmini, Selasa (20/3) sore di ruang transit kantor pemkot. Wali Kota didampingi Sekda dr Bambang Agus, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo, Kabag Administrasi Perekonomian Chairul Anwar dan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. 

Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo ini menggunakan APBN. Namun pembayaran, operasional dan penarikan pembayaran dari warga dikelola oleh PT PGN. Agung Kuswandono menjelaskan, kemarin (20/3) ia bersama tim dari Dirjen Migas dan PT PGN mengajak sejumlah calon kontraktor untuk melihat lokasi pemasangan pipa di beberapa titik lokasi. 

“Tahapan yang sudah kami lakukan saat ini, serta kontraktor sudah di lapangan, artinya pekerjaan telah siap  dimulai. Kami perkirakan awal Juli sudah ada pengerjaan proyeknya. Untuk itu, sebanyak 5025 KK di satu kecamatan dan empat kelurahan itu, kami mohon untuk segera ditetapkan oleh Ibu Wali Kota agar tidak terjadi pergeseran jumlah,” katanya. 

Empat kelurahan di Kecamatan Mayangan itu adalah Mayangan 1011 KK, Jati 618 KK, Mangunharjo 2848 KK dan Wiroborang 548 KK. Pasalnya, jumlah yang ditetapkan tersebut sesuai dengan kajian yang dilakukan oleh Dirjen Migas pada tahun 2017 lalu. 

“Kami akan mengurus izin prinsipnya, UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), setidaknya akhir Juni sudah ada (izinnya),” tutur Agung, yang pada waktu itu secara simbolis menyerahkan surat pengajuan izin ke wali kota. 

Jargas ini direncanakan dapat mulai dimanfaatkan oleh warga pada 1 Januari 2019 atau diupayakan sebelum Wali Kota Rukmini paripurna tugas. Namun, dalam rapat koordinasi waktu itu disepakati pada saat Hari Jadi Kota ke 659 Kota Probolinggo akan mulai didahulukan untuk 659 KK/capel sebagai tanda dimulainya operasional jargas di kota. Agung dan pihak PT PGN pun menyanggupi permintaan tersebut. 

“Alhamdulillah, terimakasih bisa nambah lagi jumlah penerimanya yang semula 5000 ditambah 25 lagi, alhamdulillah. Mudah-mudahan ke depannya bisa nambah lagi sesuai dengan jumlah KK yang ada di Kota Probolinggo. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat (diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah),” ujar Wali Kota Rukmini. 

“Kami akan membantu izin yang disiapkan. OPD terkait yang menangani, DPMPTSP dan DLH untuk dibantu urusan izinnya. Sekali lagi, kami sangat bersyukur banget dengan bantuan ini,” sambung Rukmini.

Untuk meminimalisir masalah terkait proyek ini, Agung Kuswandono berjanji akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas PUPR. Karena saat proyek jargas ini berjalan, Dinas PUPR juga punya proyek di beberapa lokasi yang akan dilintasi jargas tersebut. Kepala Dinas PUPR Amin Fredy pun meminta working plan untuk mensinkronkan proyek yang ada. “Ya, kami akan koordinasi dengan dinas terkait sambil membawa kontraktor sebelum pelaksanaan proyek untuk mensinkronkan dengan program OPD,” sahut Agung lagi. 

Sore kemarin, pihak Dirjen Migas juga menyerahkan surat undangan resmi kepada Wali Kota Rukmini terkait kegiatan di Jakarta, pada 23 Maret mendatang. Dirjen mengundang semua kepala daerah yang menerima bantuan jargas APBN sekaligus menandatangani sejumlah MoU (Memorandum of Understanding) terkait pengerjaan proyek itu. (famydecta/humas)

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Cuaca Kota Probolinggo

Partly cloudy

30°C

Probolinggo

Partly cloudy
Humidity: 59%
Wind: ENE at 22.53 km/h
Saturday
Mostly cloudy
25°C / 30°C
Sunday
SP_WEATHER_BREEZY
25°C / 31°C
Monday
SP_WEATHER_BREEZY
25°C / 31°C
Tuesday
SP_WEATHER_BREEZY
24°C / 30°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu