• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Resmikan Kampung Seni, Wali Kota Berharap Pemuda Lestarikan Tradisi

MAYANGAN-Kearifan lokal merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi sebuah daerah. Hal tersebut sangat diyakini oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Untuk itu, Pemkot terus berupaya melestarikan seni budaya lokal agar tidak tergerus oleh modernisasi. Hal tersebut terlihat dari diluncurkannya Jati Kampung Seni (JKS), Minggu malam (11/3) di Garasi Akas Jl.Panglima Sudirman, Kelurahan Jati. 

Camat Mayangan, Muhammad Abbas mengatakan kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari salah satu program Wali Kota.  “Bu Wali meminta setiap kecamatan harus mempunyai kampung kreatif dan tematik yang bisa menjadi program unggulan untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Ini merupakan kelurahan ketiga, setelah kelurahan Mayangan menjadi kampung wisata dengan mengunggulkan wisata benteng, dan kelurahan Wiroborang menjadi kampung pelangi,” kata Abbas. 

Kelurahan Jati dipilih menjadi kampung seni dengan pertimbangan setidaknya terdapat enam seni budaya khas Kota Probolinggo yang ada di Kelurahan Jati. “ Di Kelurahan Jati ada Seni musik patrol, seni musik Hadrah, seni musik Ronjengan, seni musik Klantingan, Terbang Jidor, dan Ludruk Kreasi Remaja,” tambah mantan sekretaris DPPKAD ini. 

Ide awal JKS ini bermula dari obrolan santai dengan para seniman yang ada di Kelurahan Jati, diantaranya Mukadi dan Patmo, pelaku seni Ludruk di Kota Probolinggo. “Selain itu, Kelurahan Jati merupakan tempat kelahiran dari almarhum pak Trombol (seniman legendaris Kota Probolinggo), jadi pantas jika Kelurahan Jati menjadi Kampung Seni,” kata Abbas.

Wali Kota Probolinggo Rukmini sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya menunggu kecamatan lain untuk melakukan hal yang dilakukan oleh Kecamatan Mayangan, sampai saat ini kecamatan Mayangan paling agresif melakukan inovasi dan menciptakan kreasi,” Ujar Rukmini.

Rukmini  berharap kegiatan ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat. “Bisa menarik wisatawan untuk ikut menikmati seni budaya khas Kota Probolinggo. Dengan kegiatan saya berharap generasi muda lebih mengenal seni budaya tradisi dan mau melestarikannya,” pungkas Wali Kota.

Dalam kegiatan peresmian tersebut, ditampilkan beberapa kesenian khas Kota Probolinggo, di antaranya  Klantingan, Jaran Bodhag, serta Patrol. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan OPD, para seniman, dan masyarakat kelurahan Jati. hariyantiagustina

12 Mar 2018 0 comment  

MAYANGAN-Kearifan lokal merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi sebuah daerah. Hal tersebut sangat diyakini oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Untuk itu, Pemkot terus berupaya melestarikan seni budaya lokal agar tidak tergerus oleh modernisasi. Hal tersebut terlihat dari diluncurkannya Jati Kampung Seni (JKS), Minggu malam (11/3) di Garasi Akas Jl.Panglima Sudirman, Kelurahan Jati. 

Camat Mayangan, Muhammad Abbas mengatakan kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari salah satu program Wali Kota.  “Bu Wali meminta setiap kecamatan harus mempunyai kampung kreatif dan tematik yang bisa menjadi program unggulan untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Ini merupakan kelurahan ketiga, setelah kelurahan Mayangan menjadi kampung wisata dengan mengunggulkan wisata benteng, dan kelurahan Wiroborang menjadi kampung pelangi,” kata Abbas. 

Kelurahan Jati dipilih menjadi kampung seni dengan pertimbangan setidaknya terdapat enam seni budaya khas Kota Probolinggo yang ada di Kelurahan Jati. “ Di Kelurahan Jati ada Seni musik patrol, seni musik Hadrah, seni musik Ronjengan, seni musik Klantingan, Terbang Jidor, dan Ludruk Kreasi Remaja,” tambah mantan sekretaris DPPKAD ini. 

Ide awal JKS ini bermula dari obrolan santai dengan para seniman yang ada di Kelurahan Jati, diantaranya Mukadi dan Patmo, pelaku seni Ludruk di Kota Probolinggo. “Selain itu, Kelurahan Jati merupakan tempat kelahiran dari almarhum pak Trombol (seniman legendaris Kota Probolinggo), jadi pantas jika Kelurahan Jati menjadi Kampung Seni,” kata Abbas.

Wali Kota Probolinggo Rukmini sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya menunggu kecamatan lain untuk melakukan hal yang dilakukan oleh Kecamatan Mayangan, sampai saat ini kecamatan Mayangan paling agresif melakukan inovasi dan menciptakan kreasi,” Ujar Rukmini.

Rukmini  berharap kegiatan ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat. “Bisa menarik wisatawan untuk ikut menikmati seni budaya khas Kota Probolinggo. Dengan kegiatan saya berharap generasi muda lebih mengenal seni budaya tradisi dan mau melestarikannya,” pungkas Wali Kota.

Dalam kegiatan peresmian tersebut, ditampilkan beberapa kesenian khas Kota Probolinggo, di antaranya  Klantingan, Jaran Bodhag, serta Patrol. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan OPD, para seniman, dan masyarakat kelurahan Jati. hariyantiagustina

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Sunny

32°C

Probolinggo

Sunny
Humidity: 48%
Wind: ESE at 28.97 km/h
Tuesday
Sunny
25°C / 32°C
Wednesday
Mostly sunny
26°C / 31°C
Thursday
Partly cloudy
25°C / 31°C
Friday
Partly cloudy
24°C / 31°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu