• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

GELAR SOSIALISASI DISHUB TERTIBKAN BECAK

becak

PROBOLINGGO- Acara Sosialisasi Kebijakan Di Bidang Perhubungan yang digelar Dinas Perhubungan kota Probolinggo hari ini (11/12) berjalan lancar. Bertempat di Museum Probolinggo Jl. Suroyo No.17 acara tersebut dimulai pukul 8 pagi diikuti 800 pebecak kota Probolinggo yang tersebar dari seluruh wilayah kecamatan kota Probolinggo.

Purwantoro Kabid LLAJ Dishub kota Probolinggo dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan digelarnya acara sosialisasi ini, untuk memberikan pembinaan dan pengarahan terkait operasional becak dengan tema “Ketertiban Becak Dijalan.”

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan becak dijalan sekaligus penerapan Peraturan Daerah kota Probolinggo Nomor 16 Tahun 2006 tentang kendaraan tidak bermotor jenis becak dengan pemenuhan kelengkapan becak dan kelengkapan pengemudi becak berupa Surat Tanda Nomor Becak (STNB) dan Tanda Nomor Becak (TNB),”jelasnya.

Sementara itu Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan agar acara sosialisasi semacam ini bisa dilakukan 2 kali dalam setahun agar tukang becak paham etika, tata tertib lalu lintas, tata karma, tahu tentang perekonomian atau diajari ekonomi kreatif untuk menambah penghasilan diluar membecak, disamping juga mengerti program – program pemerintah salah satunya KB.

“STNB (Surat Tanda Nomor Becak) sama seperti STNK yang berarti becak milik atau masuk kota Probolinggo, jadi nantinya bisa dirazia becak yang tidak memiliki STNB. Karena banyaknya becak yang masuk dari luar bisa membuat ruwet, tidak tertib, dan bisa mengurangi pendapatan tukang becak asli kota Probolinggo. Kedepan bisa juga dibuatkan aplikasi Becak Online,” ujarnya.

Kustaji warga Kedopok yang mengayuh becak sejak tahun 1975 mengaku pendapatannya semakin berkurang karena kemunculan Bentor (Becak Motor) di kota Probolinggo, dia berharap Pemerintah kota Probolinggo memberikan solusi dan bantuan atas kejadian tersebut.

“Dari hasil membecak pendapatannya Rp 10 ribu – Rp 15 ribu per hari, itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga terlebih lagi anak – anak saya masih sekolah. Saya berharap ada bantuan dari Pemerintah kota Probolinggo, saya juga senang ada sosialisasi seperti ini sehingga lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan kami sebagai tukang becak,” katanya.

Acara sosialisasi ini dirangkai dengan penyerahan kaos becak, TNB, STNB, secara simbolis oleh Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, M.Si didampingi Kepala Dinas Perhubungan kota Probolinggo Drs. Sumadi, M.Si kepada 5 orang perwakilan tukang becak yang hadir, kemudian acara ini diisi materi tentang pembinaan masyarakat yang berhubungan dengan tukang becak oleh Bimas Polresta Probolinggo dan Satpol PP kota Probolinggo dengan materi pengendalian operasional becak di kota Probolinggo. (Crl)

11 Dec 2017 0 comment  

becak

PROBOLINGGO- Acara Sosialisasi Kebijakan Di Bidang Perhubungan yang digelar Dinas Perhubungan kota Probolinggo hari ini (11/12) berjalan lancar. Bertempat di Museum Probolinggo Jl. Suroyo No.17 acara tersebut dimulai pukul 8 pagi diikuti 800 pebecak kota Probolinggo yang tersebar dari seluruh wilayah kecamatan kota Probolinggo.

Purwantoro Kabid LLAJ Dishub kota Probolinggo dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan digelarnya acara sosialisasi ini, untuk memberikan pembinaan dan pengarahan terkait operasional becak dengan tema “Ketertiban Becak Dijalan.”

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan becak dijalan sekaligus penerapan Peraturan Daerah kota Probolinggo Nomor 16 Tahun 2006 tentang kendaraan tidak bermotor jenis becak dengan pemenuhan kelengkapan becak dan kelengkapan pengemudi becak berupa Surat Tanda Nomor Becak (STNB) dan Tanda Nomor Becak (TNB),”jelasnya.

Sementara itu Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan agar acara sosialisasi semacam ini bisa dilakukan 2 kali dalam setahun agar tukang becak paham etika, tata tertib lalu lintas, tata karma, tahu tentang perekonomian atau diajari ekonomi kreatif untuk menambah penghasilan diluar membecak, disamping juga mengerti program – program pemerintah salah satunya KB.

“STNB (Surat Tanda Nomor Becak) sama seperti STNK yang berarti becak milik atau masuk kota Probolinggo, jadi nantinya bisa dirazia becak yang tidak memiliki STNB. Karena banyaknya becak yang masuk dari luar bisa membuat ruwet, tidak tertib, dan bisa mengurangi pendapatan tukang becak asli kota Probolinggo. Kedepan bisa juga dibuatkan aplikasi Becak Online,” ujarnya.

Kustaji warga Kedopok yang mengayuh becak sejak tahun 1975 mengaku pendapatannya semakin berkurang karena kemunculan Bentor (Becak Motor) di kota Probolinggo, dia berharap Pemerintah kota Probolinggo memberikan solusi dan bantuan atas kejadian tersebut.

“Dari hasil membecak pendapatannya Rp 10 ribu – Rp 15 ribu per hari, itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga terlebih lagi anak – anak saya masih sekolah. Saya berharap ada bantuan dari Pemerintah kota Probolinggo, saya juga senang ada sosialisasi seperti ini sehingga lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan kami sebagai tukang becak,” katanya.

Acara sosialisasi ini dirangkai dengan penyerahan kaos becak, TNB, STNB, secara simbolis oleh Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, M.Si didampingi Kepala Dinas Perhubungan kota Probolinggo Drs. Sumadi, M.Si kepada 5 orang perwakilan tukang becak yang hadir, kemudian acara ini diisi materi tentang pembinaan masyarakat yang berhubungan dengan tukang becak oleh Bimas Polresta Probolinggo dan Satpol PP kota Probolinggo dengan materi pengendalian operasional becak di kota Probolinggo. (Crl)

Leave a comment

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

SP_WEATHER_BREEZY

27°C

Probolinggo

SP_WEATHER_BREEZY
Humidity: 62%
Wind: S at 46.67 km/h
Tuesday
SP_WEATHER_BREEZY
23°C / 29°C
Wednesday
SP_WEATHER_BREEZY
23°C / 30°C
Thursday
SP_WEATHER_BREEZY
24°C / 31°C
Friday
Partly cloudy
25°C / 30°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu