• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Minim Informasi, Jalur Sepeda Tak Maximal

IMG 20171208 WA0004
Keinginan untuk bisa bersepeda dengan aman di jalur sepeda atau bike lane tak sepenuhnya terwujud. Sebab, fakta dilapangan masih banyak ditemui mobil dan  becak yang parkir diatas jalur tersebut.
 
Seperti yang terlihat pada Senin,(4/12), di lokasi jalur bike lane jalan Pahlawan ada sebuah becak dan 3 (tiga) mobil minibus yang parkir diatas jalur sepeda yang baru dikerjakan akhir bulan November lalu.
 
Kepada Suara kota, Pak Su, abang becak yang kedapatan sedang memarkir becaknya diatas jalur sepeda,  mengaku tidak mengerti maksud pembuatan marka jalan bercat hijau tersebut. Ia merasa garis tersebut adalah batas parkir kendaraan roda tiga dan sepeda. Ia juga menyebutkan bahwa bukan hanya dirinya yang melanggar aturan tersebut. "Setahu saya ini buat parkir, karena kalau malam banyak yang ke ATM itu dan sepeda motornya diparkir disitu" ucap pria yang  tinggal di Kelurahan Curah Grinting ini.
 
Pak Su juga bersedia mengikuti aturan jika nantinya ada larangan parkir di jalur tersebut, ia akan mematuhinya. "Nanti kalau ada sosialisasi dari pemerintah, saya tidak parkir disini lagi," ujar pria yang mengaku sudah 30 tahun menekuni pekerjaannya.
 
Minimnya informasi tentang jalur sepeda ini juga dibenarkan oleh  Fatimah, warga Kelurahan Sukabumi, salah satu pesepeda yang ditemui Suara kota saat sedang mengayuh sepedanya ke arah pusat perbelanjaan jalan Dr. Sutomo. Fatimah menyatakan belum mengetahui bahwa telah tersedia jalur sepeda di kotanya. Meskipun, selama ini dia mengaku sering bersepeda untuk  berbelanja keperluannya sehari -hari. "Biasanya saya naik sepeda kalau mau ambil uang pensiun  dan keperluan belanja," katanya.
 
Saat dimintai tanggapannya tentang jalur sepeda, ia hanya menjawab tidak tahu tentang jalur sepeda. " Saya, ga , tahu," jawabnya singkat.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dishub Kota Probolinggo, Purwanto Novianto tak menampik jika pihaknya tidak melakukan sosialisasi tentang jalur sepeda. Pasalnya, bahwa  pembuatan jalur sepeda tersebut merupakan realisasi  komitmen kerja sama Pemkot Probolinggo dengan Kota Helzingborgh. "Kita bangun dulu, sambil melakukan kajian kembali khususnya untuk penataan parkir kendaraan," ucap Purwanto saat di temui Suara Kota di ruang kerjanya, pada Rabu (6/12) pagi. 
 
Purwanto juga memaparkan bahwa dana pembuatan jalur sepeda tersebut sebagian bersumber pada PAK 2017 Dinas Perhubungan setempat. Dengan besaran anggaran 200 juta rupiah untuk pembuatan marka jalan di kawasan tertib lalu lintas seperti di jalan di sekitar Alun -alun Kota, jalan Gatot subroto serta pembuatan marka jalan khusus jalur sepeda selebar 1, 3 meter di jalan Pahlawan. Selanjutnya, pada Tahun 2018 akan ada tambahan anggaran 100 juta rupiah dari APBD untuk melanjutkan meneruskan pilot project bike lane di jalan Soekarno hatta hingga Panglima Sudirman serta jalan Dr Soetomo.
"Target berikutnya kita akan lakukan sosialisasi melalui media massa untuk mensosialisasikan jalur sepeda," paparnya
 
Purwanto juga menambahkan, selain menggunakan media massa, sosialisasi sekaligus pembahasan kajian kajian terkait jalur sepeda ini akan melibatkan Forum Lalu lintas Angkutan Jalan setempat. "Tahun depan akan ada penilaian WTN dan kunjungan balasan Pemkot ke Halzingborgh, jadi kita siap untuk membuat kajian yang tepat," pungkasnya (oke)
08 Dec 2017 0 comment  
IMG 20171208 WA0004
Keinginan untuk bisa bersepeda dengan aman di jalur sepeda atau bike lane tak sepenuhnya terwujud. Sebab, fakta dilapangan masih banyak ditemui mobil dan  becak yang parkir diatas jalur tersebut.
 
Seperti yang terlihat pada Senin,(4/12), di lokasi jalur bike lane jalan Pahlawan ada sebuah becak dan 3 (tiga) mobil minibus yang parkir diatas jalur sepeda yang baru dikerjakan akhir bulan November lalu.
 
Kepada Suara kota, Pak Su, abang becak yang kedapatan sedang memarkir becaknya diatas jalur sepeda,  mengaku tidak mengerti maksud pembuatan marka jalan bercat hijau tersebut. Ia merasa garis tersebut adalah batas parkir kendaraan roda tiga dan sepeda. Ia juga menyebutkan bahwa bukan hanya dirinya yang melanggar aturan tersebut. "Setahu saya ini buat parkir, karena kalau malam banyak yang ke ATM itu dan sepeda motornya diparkir disitu" ucap pria yang  tinggal di Kelurahan Curah Grinting ini.
 
Pak Su juga bersedia mengikuti aturan jika nantinya ada larangan parkir di jalur tersebut, ia akan mematuhinya. "Nanti kalau ada sosialisasi dari pemerintah, saya tidak parkir disini lagi," ujar pria yang mengaku sudah 30 tahun menekuni pekerjaannya.
 
Minimnya informasi tentang jalur sepeda ini juga dibenarkan oleh  Fatimah, warga Kelurahan Sukabumi, salah satu pesepeda yang ditemui Suara kota saat sedang mengayuh sepedanya ke arah pusat perbelanjaan jalan Dr. Sutomo. Fatimah menyatakan belum mengetahui bahwa telah tersedia jalur sepeda di kotanya. Meskipun, selama ini dia mengaku sering bersepeda untuk  berbelanja keperluannya sehari -hari. "Biasanya saya naik sepeda kalau mau ambil uang pensiun  dan keperluan belanja," katanya.
 
Saat dimintai tanggapannya tentang jalur sepeda, ia hanya menjawab tidak tahu tentang jalur sepeda. " Saya, ga , tahu," jawabnya singkat.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dishub Kota Probolinggo, Purwanto Novianto tak menampik jika pihaknya tidak melakukan sosialisasi tentang jalur sepeda. Pasalnya, bahwa  pembuatan jalur sepeda tersebut merupakan realisasi  komitmen kerja sama Pemkot Probolinggo dengan Kota Helzingborgh. "Kita bangun dulu, sambil melakukan kajian kembali khususnya untuk penataan parkir kendaraan," ucap Purwanto saat di temui Suara Kota di ruang kerjanya, pada Rabu (6/12) pagi. 
 
Purwanto juga memaparkan bahwa dana pembuatan jalur sepeda tersebut sebagian bersumber pada PAK 2017 Dinas Perhubungan setempat. Dengan besaran anggaran 200 juta rupiah untuk pembuatan marka jalan di kawasan tertib lalu lintas seperti di jalan di sekitar Alun -alun Kota, jalan Gatot subroto serta pembuatan marka jalan khusus jalur sepeda selebar 1, 3 meter di jalan Pahlawan. Selanjutnya, pada Tahun 2018 akan ada tambahan anggaran 100 juta rupiah dari APBD untuk melanjutkan meneruskan pilot project bike lane di jalan Soekarno hatta hingga Panglima Sudirman serta jalan Dr Soetomo.
"Target berikutnya kita akan lakukan sosialisasi melalui media massa untuk mensosialisasikan jalur sepeda," paparnya
 
Purwanto juga menambahkan, selain menggunakan media massa, sosialisasi sekaligus pembahasan kajian kajian terkait jalur sepeda ini akan melibatkan Forum Lalu lintas Angkutan Jalan setempat. "Tahun depan akan ada penilaian WTN dan kunjungan balasan Pemkot ke Halzingborgh, jadi kita siap untuk membuat kajian yang tepat," pungkasnya (oke)

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Partly cloudy

32°C

Probolinggo

Partly cloudy
Humidity: 48%
Wind: SSE at 28.97 km/h
Monday
Mostly sunny
25°C / 32°C
Tuesday
Sunny
25°C / 32°C
Wednesday
Sunny
25°C / 31°C
Thursday
Mostly sunny
25°C / 32°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu