• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Perputaran Ekonomi Capai Ratusan Juta

Tanggal 4 September lalu, rampung sudah gelaran Semipro 2017. Berdasarkan catatan panitia, perputaran ekonomi dari berbagai sektor selama seminggu (28 Agustus – 4 September) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini membuktikan keberadaan Semipro tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah semata tetapi juga aspek lainnya. 

Seperti yang disampaikan Ketua Semipro 2017 Agus Efendi, even Semipro mampu memberikan dampak berganda di berbagai sektor. Seperti omzet 395 PKL (Pedagang Kaki Lima) yang terdiri dari lesehan 315 orang dengan asumsi pendapatan sebesar Rp 400 ribu per hari atau Rp 126 juta seminggu. Sedangkan sebanyak 80 peserta menggunakan tenda, asumsi pendapatan Rp 700 ribu per hari atau Rp 56 juta per minggunya. 

Untuk omzet kuliner etnis di sisi barat Alun-alun dengan jumlah peserta mencapai 30 orang, asumsi pendapatan mencapai Rp 63 juta selama seminggu. Berbeda dengan tenda dome pada pameran produk unggulan dan UKM dengan jumlah Rp 50 peserta, asumsi pendapatannya Rp 58 juta per hari atau sekitar Rp 350 juta sepekan.

Di tenda kerucut dengan jumlah 48 peserta omzet senilai Rp 4.207.056.000 selama seminggu. Sementara itu, total PAD dari parkir kendaraan roda dua di area Alun-alun selama seminggu mencapai Rp 6.595.000. Di pawai budaya pendapatan parkir saja sekitar Rp 1,2 juta. Ditambah Rp 20 juta dari jasa perhotelan, property acara, sanggar seni, transportasi, makanan, dekorasi, EO dan salon rias. 

“Selaras dengan pertumbuhan ekonomi sektor riil sesuai dengan misi kedua wali kota yaitu pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kompetitif dan berkelanjutan. Dan, misi kelima pemberdayaan potensi kearifan lokal budaya menjadi destinasi wisata,” tegas Agus Efendi. 

“Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya wali kota, FKPD, MUI, PCNU, pihak keamanan dan DMR Production, Kapal Api, Bank Jatim, BNI, Mandiri, BCA, BRI, PT Djarum Tbk, BJBR , RS Dharma Husada, Le Mineral dan sponsor lain atas partisipasi dan kerjasamanya sehingga penyelenggaraan Semipro berjalan engan sukses, tertib, aman dan lancar,” sambung Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata ini dalam laporannya. 

Closing ceremony Semipro 2017 berlangsung sederhana ketimbang tahun sebelumnya. Konsep ini sesuai tema Semipro “Lokal Berbudaya”. Diawali tari Remo yang dibawakan penari Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) dilanjut tampilan teaterikal “Pelangi Jingga Kemanusiaan” yang menceritakan aksi kemanusiaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo. Aksi ini merupakan bentuk dukungan untuk segera disahkannya RUU Kepalangmerahan. 

Malam itu, Wali Kota Rukmini juga menyerahkan hadiah lomba stand UMKM terbaik. Juara pertama diraih Kadin Kota Kediri (lemari es dan DP hari plus Rp 5 juta), juara kedua Dinas Perikanan Kota Probolinggo (lemari es dan DP haji plus Rp 5 juta, juara ketiga Kedai Kelor Kota Probolinggo (mesin cuci dan DP umroh Rp 3,5 juta). Sementara juara harapan I Kadin Kabupaten Banyuwangi (sepeda dan DP umroh Rp 3,5 juta) dan juara harapan II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo (DP umroh Rp 3,5 juta dan dispenser). 

Wali kota mengagumi penampilan teaterikal PMI malam itu. Ia bangga karena anak muda dapat berperanserta dalam membangun kota dan ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah. “Sehingga layak jika Kota Probolinggo menjadi kota layak anak,” terangnya. 

Semipro 2017, kata Rukmini, adalah upaya bagaimana pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM. Karena dampak ekonominya dapat dirasakan baik oleh tukang parkir hingga pelaku seni. 

“Semipro memfasilitasi sanggar-sanggar seni lokal untuk berkreativitas, disamping pemkot juga meberikan anggaran kepada kelompok-kelompok seni. Tahun ini Semipro tidak ada karapan sapi merah, saya berharap karapan sapi merah dapat dilaksanakan bisa di luar jadwal Semipro agar paguyuban tidak kecewa,” pesannya. 

Rukmini juga mengucapkan terimakasih kepada etnis Tionghoa dan Arab yang telah berpartisipasi dalam Semipro dan selalu menyajikan penampilan seni yang spektakuler. “Meskipun ada yang memandang Semipro sebelah mata, tetapi buktinya masih banyak masyarakat yang tertarik dengan Semipro dengan datang ke Alun-alun setiap malam,” tuturnya. (famydecta/humas) 

06 Sep 2017 0 comment  

Tanggal 4 September lalu, rampung sudah gelaran Semipro 2017. Berdasarkan catatan panitia, perputaran ekonomi dari berbagai sektor selama seminggu (28 Agustus – 4 September) mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini membuktikan keberadaan Semipro tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah semata tetapi juga aspek lainnya. 

Seperti yang disampaikan Ketua Semipro 2017 Agus Efendi, even Semipro mampu memberikan dampak berganda di berbagai sektor. Seperti omzet 395 PKL (Pedagang Kaki Lima) yang terdiri dari lesehan 315 orang dengan asumsi pendapatan sebesar Rp 400 ribu per hari atau Rp 126 juta seminggu. Sedangkan sebanyak 80 peserta menggunakan tenda, asumsi pendapatan Rp 700 ribu per hari atau Rp 56 juta per minggunya. 

Untuk omzet kuliner etnis di sisi barat Alun-alun dengan jumlah peserta mencapai 30 orang, asumsi pendapatan mencapai Rp 63 juta selama seminggu. Berbeda dengan tenda dome pada pameran produk unggulan dan UKM dengan jumlah Rp 50 peserta, asumsi pendapatannya Rp 58 juta per hari atau sekitar Rp 350 juta sepekan.

Di tenda kerucut dengan jumlah 48 peserta omzet senilai Rp 4.207.056.000 selama seminggu. Sementara itu, total PAD dari parkir kendaraan roda dua di area Alun-alun selama seminggu mencapai Rp 6.595.000. Di pawai budaya pendapatan parkir saja sekitar Rp 1,2 juta. Ditambah Rp 20 juta dari jasa perhotelan, property acara, sanggar seni, transportasi, makanan, dekorasi, EO dan salon rias. 

“Selaras dengan pertumbuhan ekonomi sektor riil sesuai dengan misi kedua wali kota yaitu pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kompetitif dan berkelanjutan. Dan, misi kelima pemberdayaan potensi kearifan lokal budaya menjadi destinasi wisata,” tegas Agus Efendi. 

“Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak khususnya wali kota, FKPD, MUI, PCNU, pihak keamanan dan DMR Production, Kapal Api, Bank Jatim, BNI, Mandiri, BCA, BRI, PT Djarum Tbk, BJBR , RS Dharma Husada, Le Mineral dan sponsor lain atas partisipasi dan kerjasamanya sehingga penyelenggaraan Semipro berjalan engan sukses, tertib, aman dan lancar,” sambung Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata ini dalam laporannya. 

Closing ceremony Semipro 2017 berlangsung sederhana ketimbang tahun sebelumnya. Konsep ini sesuai tema Semipro “Lokal Berbudaya”. Diawali tari Remo yang dibawakan penari Bina Tari Bayu Kencana (BTBK) dilanjut tampilan teaterikal “Pelangi Jingga Kemanusiaan” yang menceritakan aksi kemanusiaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo. Aksi ini merupakan bentuk dukungan untuk segera disahkannya RUU Kepalangmerahan. 

Malam itu, Wali Kota Rukmini juga menyerahkan hadiah lomba stand UMKM terbaik. Juara pertama diraih Kadin Kota Kediri (lemari es dan DP hari plus Rp 5 juta), juara kedua Dinas Perikanan Kota Probolinggo (lemari es dan DP haji plus Rp 5 juta, juara ketiga Kedai Kelor Kota Probolinggo (mesin cuci dan DP umroh Rp 3,5 juta). Sementara juara harapan I Kadin Kabupaten Banyuwangi (sepeda dan DP umroh Rp 3,5 juta) dan juara harapan II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo (DP umroh Rp 3,5 juta dan dispenser). 

Wali kota mengagumi penampilan teaterikal PMI malam itu. Ia bangga karena anak muda dapat berperanserta dalam membangun kota dan ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah. “Sehingga layak jika Kota Probolinggo menjadi kota layak anak,” terangnya. 

Semipro 2017, kata Rukmini, adalah upaya bagaimana pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM. Karena dampak ekonominya dapat dirasakan baik oleh tukang parkir hingga pelaku seni. 

“Semipro memfasilitasi sanggar-sanggar seni lokal untuk berkreativitas, disamping pemkot juga meberikan anggaran kepada kelompok-kelompok seni. Tahun ini Semipro tidak ada karapan sapi merah, saya berharap karapan sapi merah dapat dilaksanakan bisa di luar jadwal Semipro agar paguyuban tidak kecewa,” pesannya. 

Rukmini juga mengucapkan terimakasih kepada etnis Tionghoa dan Arab yang telah berpartisipasi dalam Semipro dan selalu menyajikan penampilan seni yang spektakuler. “Meskipun ada yang memandang Semipro sebelah mata, tetapi buktinya masih banyak masyarakat yang tertarik dengan Semipro dengan datang ke Alun-alun setiap malam,” tuturnya. (famydecta/humas) 

Leave a comment

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Sunny

32°C

Probolinggo

Sunny
Humidity: 47%
Wind: SSE at 28.97 km/h
Sunday
Partly cloudy
25°C / 33°C
Monday
Partly cloudy
25°C / 33°C
Tuesday
Partly cloudy
26°C / 32°C
Wednesday
Scattered thunderstorms
26°C / 32°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu