• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Pawai Budaya Puncaki Gelaran Semipro

Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2017 telah mencapai puncaknya. Menjelang sehari sebelum ditutupnya semipro, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Pawai Budaya Nusantara, Minggu (3/9). Pawai budaya ini menjadi salah satu ikon ajang tahunan ini. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rute pawai kali ini cukup pendek. Start pawai dimulai dari Jalan Suroyo (depan Bulog) dan peserta diarak ke arah selatan hingga akhirnya mencapai finish di depan Kantor Wali Kota Probolinggo. Tak ayal, masyarakat yang selalu antusias dengan gelaran pawai ini memadati jalur pawai dan tak sedikit pula yang akhirnya menembus pagar pembatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga setempat, Moch Maskur menyampaikan bahwa pawai budaya bertujuan untuk menghibur seluruh masyarakat Kota Probolinggo sekaligus melestarikan budaya lokal sehingga masyarakat semakin mencintai budayanya sendiri. Uniknya, dalam menyampaikan laporannya, Maskur menggunakan bahasa Madura yang memang menjadi salah satu ciri khas budaya Kota Probolinggo.

“Se kapeng duek, pawai nekah endik maksod sopajeh meningkatkan hasil (pendapatan) masyarakat Kota Probolinggo karena benyak oreng juelen ampon padeh laris sedejeh,” tutur Maskur berbahasa Madura. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini dalam sambutannya menyatakan bahwa pawai budaya ini merupakan puncak dari gealran Semipro. Pada gelaran ini, Rukmini menyebutkan pihaknya ingin menampilkan budaya lokal yang ada di Kota Probolinggo sehingga masyarakat tidak melupakan budayanya sendiri.

“Berbagai gelaran kita tampilkan di Semipro tahun ini termasuk Kerapan Sapi Brujul dan Kerapan Kambing. Inilah ciri khas Kota Probolinggo. Seluruh agenda semipro tak lain adalah untuk menghibur seluruh masyarakat,” tutur Rukmini.

Sesuai dengan tema semipro tahun ini, “Lokal Berbudaya”, gelaran pawai budaya memaksimalkan budaya lokal yang ada. Keseluruhan, 46 peserta berpartisipasi dalam pawai tahun ini. Hanya 3 peserta saja yang berasal dari luar kota, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Probolinggo. Sementara sisanya merupakan peserta dari SKPD se-Kota Probolinggo dengan menampilkan suguhan budaya lokal dan dipersembahkan oleh putra-putri daerah Kota Probolinggo. (alfienhandiansyah/humas)

04 Sep 2017 8 comments  

Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2017 telah mencapai puncaknya. Menjelang sehari sebelum ditutupnya semipro, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Pawai Budaya Nusantara, Minggu (3/9). Pawai budaya ini menjadi salah satu ikon ajang tahunan ini. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rute pawai kali ini cukup pendek. Start pawai dimulai dari Jalan Suroyo (depan Bulog) dan peserta diarak ke arah selatan hingga akhirnya mencapai finish di depan Kantor Wali Kota Probolinggo. Tak ayal, masyarakat yang selalu antusias dengan gelaran pawai ini memadati jalur pawai dan tak sedikit pula yang akhirnya menembus pagar pembatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga setempat, Moch Maskur menyampaikan bahwa pawai budaya bertujuan untuk menghibur seluruh masyarakat Kota Probolinggo sekaligus melestarikan budaya lokal sehingga masyarakat semakin mencintai budayanya sendiri. Uniknya, dalam menyampaikan laporannya, Maskur menggunakan bahasa Madura yang memang menjadi salah satu ciri khas budaya Kota Probolinggo.

“Se kapeng duek, pawai nekah endik maksod sopajeh meningkatkan hasil (pendapatan) masyarakat Kota Probolinggo karena benyak oreng juelen ampon padeh laris sedejeh,” tutur Maskur berbahasa Madura. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini dalam sambutannya menyatakan bahwa pawai budaya ini merupakan puncak dari gealran Semipro. Pada gelaran ini, Rukmini menyebutkan pihaknya ingin menampilkan budaya lokal yang ada di Kota Probolinggo sehingga masyarakat tidak melupakan budayanya sendiri.

“Berbagai gelaran kita tampilkan di Semipro tahun ini termasuk Kerapan Sapi Brujul dan Kerapan Kambing. Inilah ciri khas Kota Probolinggo. Seluruh agenda semipro tak lain adalah untuk menghibur seluruh masyarakat,” tutur Rukmini.

Sesuai dengan tema semipro tahun ini, “Lokal Berbudaya”, gelaran pawai budaya memaksimalkan budaya lokal yang ada. Keseluruhan, 46 peserta berpartisipasi dalam pawai tahun ini. Hanya 3 peserta saja yang berasal dari luar kota, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Probolinggo. Sementara sisanya merupakan peserta dari SKPD se-Kota Probolinggo dengan menampilkan suguhan budaya lokal dan dipersembahkan oleh putra-putri daerah Kota Probolinggo. (alfienhandiansyah/humas)

8 comments

Leave a comment

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Cloudy

26°C

Probolinggo

Cloudy
Humidity: 85%
Wind: SSW at 17.70 km/h
Monday
Scattered thunderstorms
25°C / 27°C
Tuesday
Scattered thunderstorms
25°C / 27°C
Wednesday
Scattered thunderstorms
25°C / 27°C
Thursday
Scattered thunderstorms
25°C / 28°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu