• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Tenaga Kontrak dan PTT Bakal Didaftarkan BPJS

Wali Kota Probolinggo Rukmini menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Komunikasi Kepentingan Umum di ruang transit kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (31/7). Forum ini merupakan wadah komunikasi bagi BPJS Kesehatan Wilayah Pasuruan dengan Wali Kota Rukmini dan sejumlah OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Rukmini didampingi sejumlah kepala OPD termasuk Sekda Bambang Agus Suwignyo, Kadinkes Ninik Ira Wibawati, Kadisnaker Wahono Arifin, Kadispendukcapil Tartib Goenawan serta pejabat terkait. Sementara itu, BPJS Kesehatan Pasuruan diwakili oleh Kepala BPJS Pasuruan Debbie Dianta didampingi sejumlah stafnya.

Beberapa topik dibahas dalam pertemuan kali ini. Salah satunya ialah tentang presentase jumlah peserta BPJS di wilayah Kota Probolinggo. Debbie menyatakan jumlah peserta BPJS telah mengalami peningkatan dalam beberapa kurun waktu terakhir.

“Hingga saat ini jumlah peserta BPJS di Kota Probolinggo mencapai 182.105 peserta atau 76,21% dari jumlah populasi yang ada. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan wali kota dalam meningkatkan jumlah peserta BPJS yakni dengan mengeluarkan surat edaran tentang optimalisasi keikutsertaan BPJS,” terang Debbie.

Debbie berharap agar target 100% peserta dapat tercapai pada 1 Januari 2019 nanti. Oleh karena itu, ia berharap agar pemkot setempat dapat terus mendukung upaya ini dengan mendaftarkan pegawai kontrak dan pegawai tidak tetap (PTT) dalam BPJS nantinya.

Rukmini menyatakan kesiapannya untuk mendukung hal tersebut. Menurut Rukmini upaya untuk mendaftarkan tenaga kontrak dalam BPJS bakal terealisasi di tahun 2018. “Untuk tahun 2018, tenaga kontrak sudah kita siapkan untuk mendaftarkan diri di BPJS. Insyaallah gaji tenaga kontrak sudah sesuai UMK dan biaya untuk BPJS akan diambil dari gaji tersebut, bukan dari APBD,” terang Rukmini.

Selain itu, Debbie mengatakan bahwa pihaknya akan mendata ulang peserta yang hingga kini sering menunggak biaya BPJS tiap bulannya. Menurutnya jika memungkinkan peserta tersebut akan dimasukkan pada Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

Rukmini menyatakan bahwa hal tersebut harus dicek terlebih dahulu karena tidak serta merta mereka yang menunggak bisa dimasukkan PBI APBD. “Itu (yang nunggak) harus dicek dulu. Apakah mereka itu malas membayar atau memang benar-benar tidak mampu. Bisa-bisa mereka sebenarnya berkecukupan hanya saja malas membayar. Jadi jangan langsung dimasukkan PBI APBD,” jelas Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

31 Jul 2017 1 comment  

Wali Kota Probolinggo Rukmini menggelar pertemuan tertutup dengan Forum Komunikasi Kepentingan Umum di ruang transit kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (31/7). Forum ini merupakan wadah komunikasi bagi BPJS Kesehatan Wilayah Pasuruan dengan Wali Kota Rukmini dan sejumlah OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut Rukmini didampingi sejumlah kepala OPD termasuk Sekda Bambang Agus Suwignyo, Kadinkes Ninik Ira Wibawati, Kadisnaker Wahono Arifin, Kadispendukcapil Tartib Goenawan serta pejabat terkait. Sementara itu, BPJS Kesehatan Pasuruan diwakili oleh Kepala BPJS Pasuruan Debbie Dianta didampingi sejumlah stafnya.

Beberapa topik dibahas dalam pertemuan kali ini. Salah satunya ialah tentang presentase jumlah peserta BPJS di wilayah Kota Probolinggo. Debbie menyatakan jumlah peserta BPJS telah mengalami peningkatan dalam beberapa kurun waktu terakhir.

“Hingga saat ini jumlah peserta BPJS di Kota Probolinggo mencapai 182.105 peserta atau 76,21% dari jumlah populasi yang ada. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan wali kota dalam meningkatkan jumlah peserta BPJS yakni dengan mengeluarkan surat edaran tentang optimalisasi keikutsertaan BPJS,” terang Debbie.

Debbie berharap agar target 100% peserta dapat tercapai pada 1 Januari 2019 nanti. Oleh karena itu, ia berharap agar pemkot setempat dapat terus mendukung upaya ini dengan mendaftarkan pegawai kontrak dan pegawai tidak tetap (PTT) dalam BPJS nantinya.

Rukmini menyatakan kesiapannya untuk mendukung hal tersebut. Menurut Rukmini upaya untuk mendaftarkan tenaga kontrak dalam BPJS bakal terealisasi di tahun 2018. “Untuk tahun 2018, tenaga kontrak sudah kita siapkan untuk mendaftarkan diri di BPJS. Insyaallah gaji tenaga kontrak sudah sesuai UMK dan biaya untuk BPJS akan diambil dari gaji tersebut, bukan dari APBD,” terang Rukmini.

Selain itu, Debbie mengatakan bahwa pihaknya akan mendata ulang peserta yang hingga kini sering menunggak biaya BPJS tiap bulannya. Menurutnya jika memungkinkan peserta tersebut akan dimasukkan pada Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

Rukmini menyatakan bahwa hal tersebut harus dicek terlebih dahulu karena tidak serta merta mereka yang menunggak bisa dimasukkan PBI APBD. “Itu (yang nunggak) harus dicek dulu. Apakah mereka itu malas membayar atau memang benar-benar tidak mampu. Bisa-bisa mereka sebenarnya berkecukupan hanya saja malas membayar. Jadi jangan langsung dimasukkan PBI APBD,” jelas Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

1 comment

  • marijuana delivery 21 August 2017

    I simply stumbled upon your weblogs post and wished to mention that I have truly enjoyed surfing around your blogs posts. My girlfriend likes your posts. This will definitely be very useful for me when I get a chance to start my blog.

Leave a comment

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Cloudy

26°C

Probolinggo

Cloudy
Humidity: 85%
Wind: SSW at 17.70 km/h
Monday
Scattered thunderstorms
25°C / 27°C
Tuesday
Scattered thunderstorms
25°C / 27°C
Wednesday
Scattered thunderstorms
25°C / 27°C
Thursday
Scattered thunderstorms
25°C / 28°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu