• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Kemkominfo bersama KIBAR Luncurkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Jakarta, Kominfo -- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan KIBAR secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital pada Jumat (17/06), di Jakarta. Dalam acara tersebut, Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan bahwa peluncuran program ini adalah bentuk pergerakan baru di industri digital.



"Hari ini kita merayakan sebuah pergerakan baru di industri yang luar biasa. Indonesia bisa menjadi world's biggest digital power, bukan cuma di South East Asia," katanya.
Acara yang diselenggarakan di Auditorium Anantakupa Lt. 8 Kementerian Kominfo ini diisi dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh CEO Daily Social, Rama Muamaya, dan menghadirkan lima orang panelis diskusi termasuk salah satunya Menteri Rudiantara.
Sementara keempat orang panelis lainnya adalah Chief Executive KIBAR, Yansen Kamto; Director of Business Development and Incubation Univ. Gadjah Mada, Dr. Hargo Utomo; Co-Founder Sebangsa.com, Enda Nasution; dan Co-Founder sekaligus CEO iGrow, Andreas Senjaya.
Dalam sesi diskusi, Menteri Rudiantara menjabarkan beberapa hal terkait industri digital, salah satunya tentang bagaimana perkembangan industri digital saat ini akan sangat berpengaruh terhadap GDP Indonesia. Menurutnya, jika target nilai e-commerce di tahun 2020 tercapai hingga 130 miliar, maka akan berdampak pada GDP menjadi 9%. Jika dibandingkan dengan negara lain, hanya Singapura yang mengalahkan Indonesia dari sisi e-commerce, atau lebih luas lagi, digital economy.
"Hitung punya hitung, kalau tahun 2020 target kita tercapai 130 miliar utk e-commerce, .....GDP kita pada saat itu high single digit, udah 9%," papar Rudiantara.
Perhitungan ini, menurutnya, baru dilihat dari sisi e-commerce. Padahal digital economy bukan sekedar e-commerce. Industri games, perfilman, dan lainnya yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif juga diperhitungkan sehingga nilainya bisa lebih besar lagi.
"Sebetulnya digital economy bukan hanya e-commerce, karna kita harus incorporate juga sama yang didevelop oleh Pak Triawan, games, movie, itu akan lebih besar lagi," jelas Rudiantara.
Yang terpenting dalam pengembangan industri digital di Indonesia ini, menurut Rudiantara, adalah komitmen pemerintah.
"Bersama-sama, saya sama Pak Triawan, Pak Thomas Lembong, banyak ada 8 kementerian/lembaga, bagaimana kita menyiapkan, memberi kebijakan-kebijakan," kata Rudiantara.
Sementara itu, Enda Nasution sebagai salah satu panelis, menganggap bahwa peluncuran gerakan ini sebagai momen bersejarah dalam industri digital Indonesia.
"Kalau buat saya ini historical moment, bersejarah. Satu titik penting dalam sejarah digital Indonesia," katanya.
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini akan dimulai dengan 10 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Di 10 kota tersebut akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya, sekaligus juga menyediakan co-working space agar para pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat, baik dalam level lokal maupun nasional.
Gerakan ini diharapkan akan melahirkan entrepreneur baru yang akan menjadi awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia.
Di akhir sesi, Menteri Rudiantara kembali menegaskan bahwa program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini adalah milik bersama, dan semua pihak dapat berkontribusi dalam program ini.

"Saya tidak akan pernah mengklaim program ini milik Kementerian Kominfo. It belongs to us, jadi semuanya punya kontribusi," kata Rudiantara. (SINA/VD)

05 Aug 2016 0 comment  

Jakarta, Kominfo -- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan KIBAR secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital pada Jumat (17/06), di Jakarta. Dalam acara tersebut, Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan bahwa peluncuran program ini adalah bentuk pergerakan baru di industri digital.



"Hari ini kita merayakan sebuah pergerakan baru di industri yang luar biasa. Indonesia bisa menjadi world's biggest digital power, bukan cuma di South East Asia," katanya.
Acara yang diselenggarakan di Auditorium Anantakupa Lt. 8 Kementerian Kominfo ini diisi dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh CEO Daily Social, Rama Muamaya, dan menghadirkan lima orang panelis diskusi termasuk salah satunya Menteri Rudiantara.
Sementara keempat orang panelis lainnya adalah Chief Executive KIBAR, Yansen Kamto; Director of Business Development and Incubation Univ. Gadjah Mada, Dr. Hargo Utomo; Co-Founder Sebangsa.com, Enda Nasution; dan Co-Founder sekaligus CEO iGrow, Andreas Senjaya.
Dalam sesi diskusi, Menteri Rudiantara menjabarkan beberapa hal terkait industri digital, salah satunya tentang bagaimana perkembangan industri digital saat ini akan sangat berpengaruh terhadap GDP Indonesia. Menurutnya, jika target nilai e-commerce di tahun 2020 tercapai hingga 130 miliar, maka akan berdampak pada GDP menjadi 9%. Jika dibandingkan dengan negara lain, hanya Singapura yang mengalahkan Indonesia dari sisi e-commerce, atau lebih luas lagi, digital economy.
"Hitung punya hitung, kalau tahun 2020 target kita tercapai 130 miliar utk e-commerce, .....GDP kita pada saat itu high single digit, udah 9%," papar Rudiantara.
Perhitungan ini, menurutnya, baru dilihat dari sisi e-commerce. Padahal digital economy bukan sekedar e-commerce. Industri games, perfilman, dan lainnya yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif juga diperhitungkan sehingga nilainya bisa lebih besar lagi.
"Sebetulnya digital economy bukan hanya e-commerce, karna kita harus incorporate juga sama yang didevelop oleh Pak Triawan, games, movie, itu akan lebih besar lagi," jelas Rudiantara.
Yang terpenting dalam pengembangan industri digital di Indonesia ini, menurut Rudiantara, adalah komitmen pemerintah.
"Bersama-sama, saya sama Pak Triawan, Pak Thomas Lembong, banyak ada 8 kementerian/lembaga, bagaimana kita menyiapkan, memberi kebijakan-kebijakan," kata Rudiantara.
Sementara itu, Enda Nasution sebagai salah satu panelis, menganggap bahwa peluncuran gerakan ini sebagai momen bersejarah dalam industri digital Indonesia.
"Kalau buat saya ini historical moment, bersejarah. Satu titik penting dalam sejarah digital Indonesia," katanya.
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini akan dimulai dengan 10 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Di 10 kota tersebut akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya, sekaligus juga menyediakan co-working space agar para pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat, baik dalam level lokal maupun nasional.
Gerakan ini diharapkan akan melahirkan entrepreneur baru yang akan menjadi awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia.
Di akhir sesi, Menteri Rudiantara kembali menegaskan bahwa program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini adalah milik bersama, dan semua pihak dapat berkontribusi dalam program ini.

"Saya tidak akan pernah mengklaim program ini milik Kementerian Kominfo. It belongs to us, jadi semuanya punya kontribusi," kata Rudiantara. (SINA/VD)

Leave a comment

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Thunderstorms

26°C

Probolinggo

Thunderstorms
Humidity: 88%
Wind: SE at 6.44 km/h
Saturday
Thunderstorms
25°C / 28°C
Sunday
Thunderstorms
25°C / 28°C
Monday
Thunderstorms
25°C / 28°C
Tuesday
Scattered thunderstorms
25°C / 28°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu