• Banner1
  • Banner2
  • Banner3
  • Banner4
  • Banner5
  • banner6
  • banner7

Deklarasikan Pelayanan Kesehatan Ramah Anak

KADEMANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo tak mau main-main dalam menyempurnakan perwujudan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Jumat (4/5) siang, di cluster kesehatan dasar, sebanyak enam puskesmas dan sejumlah faskes (fasilitas kesehatan) yang ada di Kota Angin ini mendeklarasikan pelayanan kesehatan ramah anak. 

Pembacaan deklarasi dilakukan kepala puskesmas di Kota Probolinggo, yaitu puskesmas Jati, Kanigaran, Kedopok, Wonoasih, Sukabumi dan Ketapang. Isi deklarasi menyebutkan sebagai puskesmas ramah anak menyediakan pelayanan kesehatan yang ramah anak, menyediakan sarana prasarana dan lingkungan yang ramah anak, menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang ramah anak, mewujudkan pengelolaan puskesmas ramah anak, menyediakan dan mendukung program yang responsif anak.

Selain enam puskesmas, beberapa faskes juga menginisiasi pelayanan kesehatan ramah anak diantaranya RSUD dr Moh Saleh, RS Dharma Husara, RSIA Amanah, RSIA Muhammadiyah, Klinik Poskes, Klinik Garuda,  Klinik Mayang Medika, Klinik Muhammadiyah, Klinik Eratex Djaja dan Klinik D’ihlas Medika. 

“Puskesmas ramah anak akan memberikan hak atas kesehatan untuk meningkatkan jumlah anak sehat dan menurunkan masalah kesehatan anak,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Taufiqurahman, saat menyampaikan laporannya.

Selain deklarasi tersebut, pada saat bersamaan juga dilaksanakan pencanangan minum tablet tambah darah bagi remaja putri di Kota Probolinggo. Pasalnya, pencanangan tablet Fe (zat besi) pada anak remaja untuk menghindari penyakit anemia yang disebabkan kadar hemoglobin rendah. 

Secara bersama-sama sebanyak 20 anak dari SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 meminum tablet Fe dihadapan Wali Kota Rukmini yang hadir kala itu. “Remaja putri ini rawan kekurangan darah. Tablet yang kalian dapatkan ini harus dihabiskan kan ya, kalau sudah habis bisa minta ke puskesmas terdekat secara gratis. Insyaallah masih banyak. Minum tablet ini juga akan diikuti seluruh remaja putri se-Kota Probolinggo,” seru wali kota ketika menghadiri acara yang digelar di Bromo View Hotel itu.  

Menurut Rukmini, pelayanan kesehatan yang ramah anak merupakan upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam pemenuhan hak anak melalui bidang kesehatan. “Ini merupakan komitmen stakeholder untuk memberi pelayanan yang ramah anak. Serta pencanangan tablet tambah darah ini sebagai upaya membentuk remaja putri yang bermutu dan berkualitas,” tegasnya. (famydecta/humas)

Friday, 04 May 2018

Kinerja Sangat Tinggi, Wali Kota Rukmini Terima Penghargaan

Jumat (27/4), Wali Kota Rukmini hadir pada upacara peringatan ke-XXII Hari Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di halaman kantor Gubernur Jawa Timur. Rukmini yang pagi itu mengenakan pakaian korpri lengkap terlihat begitu sumringah di tengah2 Kepala Daerah lainnya. 

Pasalnya,  Rukmini tak hanya hadir sebagai undangan. Namun, Ia juga akan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo atas prestasi kinerja status “Sangat Tinggi” dengan skor 3,2442. Dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2016. 

Penghargaan diberikan berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100-53 Tahun 2018 Tentang Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional. Kota Probolinggo berada pada urutan ke-24 dari 93 daerah kota secara Nasional dengan kode bintang (**) dua.

Rukmini menuturkan ini merupakan wujud semangat seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Probolinggo dalam melaksanakan LPPD dengan kinerja terbaiknya.  “Saya tidak menyangka bisa mendapat penghargaan ini setelah vakum selama dua tahun. Karena tahun ini Pemerintah Kota Probolinggo baru memulai dan merintis lagi. Mudah-mudahan dapat terus, sampai bisa mendapat penghargaan tertinggi yakni Parasamya Purnakarya Nugraha,” ungkap Wali Kota. 

Kepala Bagian Pemerintahan Ina Lusilinawati menyebutkan kedepannya Pemerintah Kota Probolinggo di PAPBD (Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) akan menganggarkan  E-LPPD dengan membuat aplikasi. “Ke depan proses pengisian dan pengerjaan LPPD bisa terintegrasi dengan Simral (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Penganggaran dan Pelaporan). Sehingga OPD tidak kesulitan dalam mencari data. Dengan begitu, saya berharap nilai LPPD bisa meningkat dan kategorinya semakin baik,” harap Ina sapaan akrabnya.        

Pemberian penghargaan LPPD merupakan wujud apresiasi Pemerintah atas segala upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Bertujuan mewujudkan prinsip-prinsip otonomi daerah yang lebih mandiri, maju dan sejahtera.

Pemerintah Kota Probolinggo juga menjadi salah satu penyumbang kinerja terbaik untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal itu terbukti pada 25 April 2018 lalu, Soekarwo menerima Penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi yang berkinerja terbaik peringkat 1 Nasional 7 kali berturut-turut.

Soekarwo yang pagi itu bertindak sebagai Inspektur upacara menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pantas disebut sebagai Provinsi Parasamya. Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada para pejabat Kabupaten/Kota sampai Kecamatan dan Desa se-Jawa Timur yang telah bekerjasama tak kenal lelah dalam memajukan daerah dan memberdayakan masyarakat sejalan dengan cita-cita otonomi daerah. “Prestasi kinerja ini membuktikan bahwa kerjasama sinergi disertai komitmen kuat akan membuahkan hasil yang terbaik,” tutur Pak De Karwo sapaan akrabnya.(Malinda/humas)

Thursday, 27 April 2017

Peringati Hari Kartini, Seluruh Petugas Upacara Perempuan

KANIGARAN- Pemerintah Kota Probolinggo menggelar upacara bendera memperingati Hari Kartini tahun 2018, Senin (23/4). Berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, upacara yang seluruh petugasnya merupakan perempuan itu diikuti tidak hanya dari ASN Kota Probolinggo, tapi juga dari organisasi wanita seperti Dharma Wanita Persatuan, Persatuan Istri Tentara (Persit), Bhayangkari (istri polisi), serta TP. PKK Kota Probolinggo. 

Wali Kota Rukmini, mengajak semua peserta upacara untuk meneladani sosok R.A. Kartini. “Kartini adalah teladan bagi kita semua. Ia adalah sosok pejuang dan tokoh wanita yang berani, tegas, dengan ide dan gagasan emansipasi wanita. Semangat tersebut yang mengangkat harkat dan derajat kaum wanita di Indonesia,” ujar Wali Kota Probolinggo itu.

“Sebelum Kartini berjuang menuntut hak-hak, kaum perempuan dilarang menuntut ilmu, tidak boleh bekerja, apalagi menjadi pemimpin. Itulah yang diusahakan Kartini. Kesempatan yang sama dengan laki-laki yang memang menjadi hak setiap wanita. Saat ini, kita juga melihat posisi perempuan dalam eksistensi Negara begitu penting. Perempuan adalah pencetak generasi penerus bangsa, sekaligus orang pertama yang mendidik tunas-tunas bangsa,” tambah Rukmini. 

Selain memperingati hari Kartini, upacara tersebut juga dalam rangka peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-22. Hari Otoda yang sejatinya diperingati pada 25 April tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Nawa Cita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis”. 

Rukmini menjelaskan tujuan dari Otoda yang selama ini sudah dilaksanakan. “Tujuan utama otonomi daerah yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal ini bisa dicapai dengan cara peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan daya saing, kreatifitas, serta inovasi yang mengandalkan kekhasan daerah”, tegas Wali Kota. 

“Jika penyelenggaraan otonomi daerah mampu diselenggarakan secara bersih dan demokratis, diiringi dengan berbagai inovasi daerah, maka mewujudkan nawa cita merupakan sebuah keniscayaan,” pungkas mantan Anggota DPR RI itu. 

Setelah Upacara selesai, Wali Kota Rukmini menerima 10 set tempat sampah organik dan non organik yang diserahkan oleh BPJS Kesehatan Kota Probolinggo kepada Pemerintah Kota Probolinggo. Wali Kota juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba mendongeng tingkat SD/MI se Kota Probolinggo tahun 2018. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga menyerahkan secara simbolis surat keputusan kenaikan pangkat periode 1 April 2018 bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. (Abdurhamzah/humas)

Monday, 23 April 2018

Wali Kota Melaunching Kampung KB Kademangan

KADEMANGAN - Ajang Wadul atau lebih dikenal dengan istilah cangkru’an yang rutin digelar Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Probolinggo, kembali diselenggarakan Rabu (11/4), di RT 2 RW 4 Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan.

Pagi itu Wali Kota Rukmini, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, para asisten, perwakilan dari BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) Provinsi Jawa Timur Sukamto, kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), camat dan lurah hadir ditengah-tengah para Kader KB (Keluarga Berencana) dan masyarakat Kelurahan Kademangan.

Diskominfo menggandeng DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak  dan Keluarga Berencana) dengan memberikan sosialisasi pengertian tentang Kampung Keluarga Berencana (KB), pemberian honor dan SK Kader KB, launching Kampung KB di Kelurahan Kademangan serta memperkenalkan Duta Genre (Generasi Berencana).

Sekretaris DP3AKB Sumartini menyebutkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga kecil berkualitas program KB harus terus digalakkan. Melalui sosialisasi PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) di usia ideal yakni perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun, serta program 2 anak cukup setelah perkawinan.

Selain itu menurut Sukamto, saat ini BKKBN tidak hanya mengurusi KB namun juga mengemban tiga pilar yakni program kependudukan, program KB dan kesehatan reproduksi, serta program pembangunan keluarga yang terkait dengan program tiga bina. Tiga Bina yang biasa disebut Three Bina terdiri dari bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia.

“BKKBN saat ini seakan hidup enggan matipun tak mau, karena programnya selalu stagnan, namun alhamdulillah Jawa Timur untuk hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) untuk tahun 2017 rata-rata tingkat kelahirannya adalah 2,1. Dari 24 provinsi yang sudah menduduki angka ideal kelahiran, Jawa Timur berada di peringkat kedua setelah Bali. Saya ucapkan terimakasih kepada semua kader KB dan masyarakat yang telah mendukung program kami,” jelas Sukamto.

Kampung KB menjadi integrasi program-program lintas sektor lain. Seperti program pertanian, program kesehatan, program dinas sosial, serta program pendidikan bisa masuk pada Kampung KB. Sehingga Kampung KB dapat berjalan dengan harapan, dari rakyat untuk rakyat serta untuk kesejahteraan rakyat di kampung KB.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menuturkan seluruh kecamatan di Kota Probolinggo sudah punya Kampung KB. Ia mengimbau kepada para kader KB untuk terus mendukung program KB yang merupakan program pemerintah dan nasional agar berhasil di Kota Probolinggo. 

“Mari tekan usia perkawinan dini, dengan memberikan pendidikan yang cukup kepada anak-anak kita agar memberikan generasi yang berkualitas untuk pembangunan dan kemajuan di daerah,” harap wali kota. (malinda/humas)

Wednesday, 11 April 2018

Kali Pertama, Jambore Pembatik di Probolinggo

MAYANGAN - Sebanyak 120 Perajin batik dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur berkumpul di Museum Kota Probolinggo, Sabtu (7/4). Mereka mengikuti pembukaan Jambore Pembatik Jawa Timur. Jambore ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Museum Kota Probolinggo dan Kampung Kita Resort, Desa Condong, Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Kegiatan Jambore Pembatik yang pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur ini berlangsung selama 2 hari, tanggal 7 April sampai 8 April 2018.

Niko Sawiji, Ketua Panitia Jambore Pembatik menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara para pembatik yang pertama  kali diadakan di Indonesia. Acara ini diselenggarakan  dengan baik berkat peran aktif serta antusias pengrajin batik untuk bersatu memperkuat jalinan silaturahmi antara pembatik seluruh wilayah Jawa Timur. “Terima Kasih Kepada Pemerintah Kota Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Asosiasi Pengrajin Pengusaha Batik Indonesia, Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur serta Kadin Kota Probolinggo,” ujarnya. 

Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur (APBJ), Putu Silostiani menjelaskan Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur didirikan pada tahun 2014, tepat di Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Pengurusan APBJ dikukuhkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Nina Soekarwo. Tahun ini APBJ tepat berusia 4 tahun. 

Batik di Indonesia berkembang semakin pesat begitu juga perkembangan batik di Jawa Timur. Terbukti, dari perkembangan anggota pengarajin batik  yang tergabung di APBJ semakin  banyak.  Semula anggota APBJ sekitar 50 orang, saat ini lebih dari 100 orang anggota yang terdaftar. 

  “Terimakasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang sudah memberikan waktu dan tempat yang sangat bagus. Peserta jambore bisa menyaksikan peninggalan batik-batik kuno yang ada di Kota Probolinggo, yang belum tentu ada di tempat lain. Di museum Kota Probolinggo ada ratusan koleksi batik yang bisa menjadi saksi sejarah bahwa batik di Jawa Timur dari dulu sudah berkembang pesat, sejak 1889. Jambore Batik Jawa Timur ini sebagai tonggak untuk memajukan batik Jawa timur dan semoga batik Jawa Timur semakin sukses,” ujar Putu.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo menyatakan, saat ini ada 5 motif batik khas probolinggo yang dipakai sebagai seragam para Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis. Siswa-siswi sekolah juga memakai seragam batik khas Kota Probolinggo sebagai salah satu seragam sekolah. Di Kota Probolinggo ada 34 pengrajin batik aktif dengan motif mangga dan anggur menjadi ciri khas Kota Probolinggo.

Sejarah panjang batik Probolinggo setidaknya di kenal mulai tahun 1889, dimana Belanda saat itu membawa sekitar 151 motif batik untuk dipamerkan di negarannya. Ratusan motif batik kuno Probolinggo tersebut diketahui oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini yang melawat ke Belanda pada tahun 2014. 

“Motif-motif batik kuno ini menjadi warisan yang sangat berharga dan harus kita jaga. Setidaknya motif-motif ini harus kita pakai sebagai pakaian kebanggaan kita, tidak hanya untuk masyarakat Kota Probolinggo, tetapi juga kebanggaan masyarakat Jawa Timur dan tentunya kebanggaan Nasional,” tambah sekda.

“Saya berharap keberadaan ratusan motif batik kuno yang ada di Kota Probolinggo menjadi semangat untuk pengrajin batik baik di Kota Probolinggo, maupun pengrajin batik di Jawa Timur untuk menciptakan lebih banyak lagi motif-motif khas dari daerah masing-masing. Semoga usaha batik ini bisa berkembang dan bisa saling bekerjasama dengan seluruh pengrajin batik di Jawa Timur. Saya juga berharap, Jambore Pembatik Jawa Timur ini bisa berjalan dengan sukses dan bisa menginspirasi para pengrajin batik lainnya di Indonesia untuk terus berkreasi,”harapnya.

Usai  pembukaan, panitia mengajak peserta jambore untuk city tour menggunakan bus milik  Pemerintah Kota Probolinggo. Mereka diajak berkeliling ke beberapa destinasi wisata di Kota Seribu Taman ini.  Kemudian peserta jambore bertolak ke Kampung Kita Resort. (noviati/humas)

Monday, 09 April 2018

Wali Kota Ingatkan Sat Pol PP Netral

PROBOLINGGO - Tahun ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) genap berusia 68 tahun. Untuk memperingati hari jadi polisi pemerintah daerah itu, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Apel, di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (22/3). Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diperingati hari jadi ke 56 tahun Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) serta Hari Jadi ke 99 Pemadam Kebakaran. 

Wali Kota dalam sambutannya meminta secara khusus kepada Sat Pol PP untuk menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Seperti kita ketahui selama ini, Sat Pol PP bertugas melakukan penertiban dan razia terhadap oknum yang mengganggu ketertiban umum. Sat Pol PP juga kerap melakukan penertiban spanduk-spanduk tidak berizin. Mereka juga tidak jarang melakukan razia pedagang nakal yang menggunakan fasilitas jalan.   

Wali Kota Rukmini, dalam sambutannya mengingatkan tugas berat yang akan diemban Sat Pol PP dan Linmas dalam menghadapi Pilwali tahun ini. “Sat Pol PP dan Satlinmas harus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum menjelang Pilkada serentak tahun ini. Kita harus menyikapi semua potensi gangguan itu dengan baik. Pastikan seluruh petugas Sat Pol PP dan Satlinmas memahami tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Dengan demikian pelaksanaan tugas di lapangan akan berjalan dengan baik,” ujar Rukmini. 

Rukmini juga mengingatkan Satpol PP untuk bersikap netral dalam Pilwali 2018. “Satpol PP itu ASN (Aparat Sipil Negara). Jadi tidak ada celah bagi Sat Pol PP untuk tidak netral. Saya harap Sat Pol PP mampu menjaga Kota Probolinggo dengan baik, dan menjunjung tinggi marwah ASN sebagai petugas yang netral” tegas Wali Kota. 

Selain mengingatkan Satpol PP dan Linmas, Wali Kota mengapresiasi petugas Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo. “Petugas Pemadam Kebakaran kita selama ini sudah bertindak sangat baik. Responnya juga sangat cepat. Kita harus berterima kasih dan mengapresiasi petugas pemadam kebakaran kita ini,” ujar Rukmini. 

Upacara dilanjutkan penyerahan Tunjangan Hari Tua (THT) pensiun pertama di bulan April 2018. Selain itu, Wali Kota juga menyerahkan hadiah kepada pemenang penilaian kelompok pelaku usaha perikanan kegiatan pengembangan dan pembinaan kapasitas kelembagaan di bidang pertanian. (Noviati/Humas)

Monday, 26 March 2018

15 Pegawai Terjaring Sidak Kedisiplinan ASN

15 Pegawai Pemerintah Kota Probolinggo terjaring sidak kedisiplinan ASN (Aparatur Sipil Negara), Kamis (29/3). Dari 15 orang yang terciduk, 7 orang merupakan ASN dan 8 orang non ASN (Pegawai Tidak Tetap). Sidak tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo. Ke 15 pegawai tersebut terjaring di beberapa titik seperti Pasar Gotong Royong. 

Sekda memimpin 5 tim sidak. Tim 2 yang menyasar pusat perbelanjaan KDS-Super Market Sinar Terang-sampai dengan Perempatan Flora. Tim ini paling banyak menangkap basah pegawai yang berkeluyuran di saat jam kerja. Setidaknya mereka menjaring 9 orang. Tim ini dikoordinatori oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam Didik Sunaryoto.

Tim 4 yang dikoordinatori oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Sudiyanto mencatat 2 nama yang sedang berkeliaran di Pasar Gotong Royong. Tim ini menyusuri  Pasar Gotong Royong, Pasar Baru, dan Pasar Mangunharjo. 

Seputar Alun-alun Kota Probolinggo (utara, selatan, barat, timur) ada 1 ASN dan 3 non ASN. Mereka tertangkap oleh tim 5 yang dikoordinatori oleh Inspektur Kota Probolinggo Sofwan Thohari. Untuk daerah Museum Probolingo, warung-warung depan BRI, Pusat perbelanjaan GIANT, kafe D&C yang dikoordinatori Rey Suwigtyo Asisten Administrasi Umum tidak menemukan ASN yang sedang berkeluyuran.

Sementara itu, Sekda yang mengkoordinatori tim satu wilayah Plaza Probolinggo-Pusat Perbelanjaan Graha Mulia (GM)-Toko ABC menuturkan tidak menemukan ASN. Dalam kesempatan itu, Sekda menjelaskan sidak ini dalam rangka meningkatkan kedisiplinan ASN pada jam dinas. “Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo pada seluruh ASN untuk bisa menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang lebih bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan akan ada sanksi bagi mereka yang tertangkap.  Jika Pegawai membawa surat tugas dari istansi, tidak akan disanksi. “Kami akan tegur mereka. Mereka akan diberikan surat panggilan ke kantor BKPSDM untuk dilakukan pembinaan. Jika teguran tertulis dan lisan tidak digubris, kita akan memberikan sanksi terberat yakni penurun pangkat,” tegasnya.

Hartatik, Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Pegawai pada BKPSDM menyampaikan diantara 15 ASN yang terciduk pagi itu ada 2 anggota Satpol PP yang ditemukan sedang nongkrong. “Kami akan memanggil 15 nama tersebut pada tanggal 1 April mendatang untuk mendapatkan klarifikasi dari mereka. Untuk tindakannya kami akan sesuaikan dengan hasil klarifikasi tersebut,” jelasnya. Malinda/Humas

Thursday, 29 March 2018

Dirjen Migas Ajukan Perizinan Pembangunan Jargas

KANIGARAN – Rencana pembangunan jaringan gas (jargas) bumi di ribuan calon pelanggan (capel) di Kota Probolinggo memasuki babak baru. Bahkan, saat ini ada penambahan penerima manfaat yang sebelumnya hanya 5000 KK kini ditambah menjadi 5025 KK. Penunjukkan pelaksana proyek pun bakal dipilih oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas). 

Informasi itu disampaikan oleh PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Agung Prasetyo, saat audiensi  bersama Wali Kota Probolinggo Rukmini, Selasa (20/3) sore di ruang transit kantor pemkot. Wali Kota didampingi Sekda dr Bambang Agus, Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo, Kabag Administrasi Perekonomian Chairul Anwar dan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. 

Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo ini menggunakan APBN. Namun pembayaran, operasional dan penarikan pembayaran dari warga dikelola oleh PT PGN. Agung Kuswandono menjelaskan, kemarin (20/3) ia bersama tim dari Dirjen Migas dan PT PGN mengajak sejumlah calon kontraktor untuk melihat lokasi pemasangan pipa di beberapa titik lokasi. 

“Tahapan yang sudah kami lakukan saat ini, serta kontraktor sudah di lapangan, artinya pekerjaan telah siap  dimulai. Kami perkirakan awal Juli sudah ada pengerjaan proyeknya. Untuk itu, sebanyak 5025 KK di satu kecamatan dan empat kelurahan itu, kami mohon untuk segera ditetapkan oleh Ibu Wali Kota agar tidak terjadi pergeseran jumlah,” katanya. 

Empat kelurahan di Kecamatan Mayangan itu adalah Mayangan 1011 KK, Jati 618 KK, Mangunharjo 2848 KK dan Wiroborang 548 KK. Pasalnya, jumlah yang ditetapkan tersebut sesuai dengan kajian yang dilakukan oleh Dirjen Migas pada tahun 2017 lalu. 

“Kami akan mengurus izin prinsipnya, UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), setidaknya akhir Juni sudah ada (izinnya),” tutur Agung, yang pada waktu itu secara simbolis menyerahkan surat pengajuan izin ke wali kota. 

Jargas ini direncanakan dapat mulai dimanfaatkan oleh warga pada 1 Januari 2019 atau diupayakan sebelum Wali Kota Rukmini paripurna tugas. Namun, dalam rapat koordinasi waktu itu disepakati pada saat Hari Jadi Kota ke 659 Kota Probolinggo akan mulai didahulukan untuk 659 KK/capel sebagai tanda dimulainya operasional jargas di kota. Agung dan pihak PT PGN pun menyanggupi permintaan tersebut. 

“Alhamdulillah, terimakasih bisa nambah lagi jumlah penerimanya yang semula 5000 ditambah 25 lagi, alhamdulillah. Mudah-mudahan ke depannya bisa nambah lagi sesuai dengan jumlah KK yang ada di Kota Probolinggo. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat (diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah),” ujar Wali Kota Rukmini. 

“Kami akan membantu izin yang disiapkan. OPD terkait yang menangani, DPMPTSP dan DLH untuk dibantu urusan izinnya. Sekali lagi, kami sangat bersyukur banget dengan bantuan ini,” sambung Rukmini.

Untuk meminimalisir masalah terkait proyek ini, Agung Kuswandono berjanji akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas PUPR. Karena saat proyek jargas ini berjalan, Dinas PUPR juga punya proyek di beberapa lokasi yang akan dilintasi jargas tersebut. Kepala Dinas PUPR Amin Fredy pun meminta working plan untuk mensinkronkan proyek yang ada. “Ya, kami akan koordinasi dengan dinas terkait sambil membawa kontraktor sebelum pelaksanaan proyek untuk mensinkronkan dengan program OPD,” sahut Agung lagi. 

Sore kemarin, pihak Dirjen Migas juga menyerahkan surat undangan resmi kepada Wali Kota Rukmini terkait kegiatan di Jakarta, pada 23 Maret mendatang. Dirjen mengundang semua kepala daerah yang menerima bantuan jargas APBN sekaligus menandatangani sejumlah MoU (Memorandum of Understanding) terkait pengerjaan proyek itu. (famydecta/humas)

Wednesday, 21 March 2018

Resmikan Kampung Seni, Wali Kota Berharap Pemuda Lestarikan Tradisi

MAYANGAN-Kearifan lokal merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi sebuah daerah. Hal tersebut sangat diyakini oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Untuk itu, Pemkot terus berupaya melestarikan seni budaya lokal agar tidak tergerus oleh modernisasi. Hal tersebut terlihat dari diluncurkannya Jati Kampung Seni (JKS), Minggu malam (11/3) di Garasi Akas Jl.Panglima Sudirman, Kelurahan Jati. 

Camat Mayangan, Muhammad Abbas mengatakan kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari salah satu program Wali Kota.  “Bu Wali meminta setiap kecamatan harus mempunyai kampung kreatif dan tematik yang bisa menjadi program unggulan untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Ini merupakan kelurahan ketiga, setelah kelurahan Mayangan menjadi kampung wisata dengan mengunggulkan wisata benteng, dan kelurahan Wiroborang menjadi kampung pelangi,” kata Abbas. 

Kelurahan Jati dipilih menjadi kampung seni dengan pertimbangan setidaknya terdapat enam seni budaya khas Kota Probolinggo yang ada di Kelurahan Jati. “ Di Kelurahan Jati ada Seni musik patrol, seni musik Hadrah, seni musik Ronjengan, seni musik Klantingan, Terbang Jidor, dan Ludruk Kreasi Remaja,” tambah mantan sekretaris DPPKAD ini. 

Ide awal JKS ini bermula dari obrolan santai dengan para seniman yang ada di Kelurahan Jati, diantaranya Mukadi dan Patmo, pelaku seni Ludruk di Kota Probolinggo. “Selain itu, Kelurahan Jati merupakan tempat kelahiran dari almarhum pak Trombol (seniman legendaris Kota Probolinggo), jadi pantas jika Kelurahan Jati menjadi Kampung Seni,” kata Abbas.

Wali Kota Probolinggo Rukmini sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya menunggu kecamatan lain untuk melakukan hal yang dilakukan oleh Kecamatan Mayangan, sampai saat ini kecamatan Mayangan paling agresif melakukan inovasi dan menciptakan kreasi,” Ujar Rukmini.

Rukmini  berharap kegiatan ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat. “Bisa menarik wisatawan untuk ikut menikmati seni budaya khas Kota Probolinggo. Dengan kegiatan saya berharap generasi muda lebih mengenal seni budaya tradisi dan mau melestarikannya,” pungkas Wali Kota.

Dalam kegiatan peresmian tersebut, ditampilkan beberapa kesenian khas Kota Probolinggo, di antaranya  Klantingan, Jaran Bodhag, serta Patrol. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan OPD, para seniman, dan masyarakat kelurahan Jati. hariyantiagustina

Monday, 12 March 2018

Pemkot Pastikan Bantu Pelaksanaan Pemilu

MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo memastikan kesiapannya mendukung pelaksanaan Pemilu 2019. Kepastian itu disampaikan Paeni, Staf Ahli Wali Kota Probolinggo Bidang pemerintahan, Hukum, dan Politik saat menghadiri pelantikan dan rapat koordinasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2019, di Paseban Sena, Kamis (8/3). Menurut Paeni, dukungan dalam mensukseskan Pemilu merupakan kewajiban bagi Pemkot Probolinggo.

“Pemerintah Kota Probolinggo siap dan wajib membantu tugas-tugas guna mendukung pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah, Anggota Legislatif, serta Presiden. Kita siap memfasilitasi selurus-lurusnya dan sejujur-jujurnya pelaksanaan pemilu,” ujar Paeni.

“Pilkada dan pemilu merupakan amanat penderitaan rakyat Indonesia, untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera. Untuk itu, melalui pemilu ini kita pilih pemimpin yang bisa memimpin kita semua guna membantu kita mewujudkan kesejahteraan itu,” tambah Paeni. 

Dalam kesempatan itu, KPU Kota Probolinggo melantik 15 PPK yang mewakili 5 Kecamatan serta 87 PPS yang mewakili masing-masing Kelurahan. Setiap Kecamatan terdiri dari 3 orang PPK, dan masing-masing Kelurahan terdiri dari 3 orang PPS. 

Kepada PPK dan PPS yang telah dilantik, Paeni meminta agar mereka bersikap netral. “Tentunya kita berharap PPK dan PPS bersikap netral. syaratnya harus independen, tidak boleh bersandar pada golongan manapun. Bapak Ibu juga harus menjaga integritas, untuk itu kita harus punya idealism, tidak mau dibeli dengan uang. Dalam menjalankan tugasnya juga harus professional, pahami seluruh aturan, kalau tidak paham ya coba Tanya,” pungkasnya. 

Ketua KPU Kota Probolinggo, Ahmad Hudri menyebutkan saat ini PPK dan PPS hanya bisda bertugas selama 2 periode. Setelahnya mereka tidak lagi diperkenankan menjadi anggota badan adhoc tersebut. Selain itu, jumlah PPK yang hanya 3 orang menurut Hudri tugasnya akan sangat berat. “Pemilu 2019 tugasnya lebih berat, karena tidak hanya pemilu legislative tapi bersamaan dengan pemilu Presiden. Kalau jumlahnya 3 ini akan sangat berat. Namun saya meminta kepada mereka untuk tetap menjaga netralitas, integritas sebagai penyelenggara pemilu yang professional,” ujar Hudri.

Sementara itu, Muhammad Rohim, anggota PPS Kelurahan Kedung Asem mengakui banyak tantangan dalam menjalankan tugasnya. Di antaranya saat proses pencocokan dan penelitian (coklit). “Kita temui warga yang sudah cerai. Suaminya sudah tidak lagi serumah, tapi belum mengurus surat pindah. Setelah kita melakukan coklit, pihak Istri tidak mau menyerahkan tanda terima bukti coklit kepada mantan suaminya. Terpaksa kami serahkan kepada pihak RT,” terang Rohim. 

Selain itu, permasalahan lainnya terkait dengan tugas PPS adalah masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. “Ada 161 warga Kedung Asem yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Mayoritas mereka merupakan penduduk yang baru menginjak usia 17 tahun. Ada juga lansia yang karena alasan kesehatan, oleh pihak keluarga tidak diperkenankan mengikuti perekaman KTP elektronik. Untuk masalah ini sebenarnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Probolinggo akan melakukan perekaman tanggal 20 maret ini di Kelurahan,” ujarnya. (abdurhamzah/humas)

Monday, 12 March 2018
Page 1 of 13

probolinggokota.go.id Menuju Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan

Twitter Kota Probolinggo

Dapatkan beragam info terbaru mengenai kondisi Kota Probolinggo terkini di https://t.co/0V3T6IOG0G
Presiden Umunkan Pembatalan 3.143 Perda Bermasalah - Berita - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia https://t.co/rFA3YE1wxa
Selamat di Akut Twitter Resmi Pemerintah Kota @pemkotprobku

Cuaca Kota Probolinggo

Cloudy

26°C

Probolinggo

Cloudy
Humidity: 75%
Wind: S at 22.53 km/h
Saturday
Scattered thunderstorms
26°C / 30°C
Sunday
SP_WEATHER_BREEZY
26°C / 31°C
Monday
Mostly cloudy
26°C / 31°C
Tuesday
SP_WEATHER_BREEZY
26°C / 31°C

Hubungi Kami

 Pemerintah Kota Probolinggo: Jl. Panglima Sudirman No. 19, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
T: 0335 - 421228
F: 0335 - 421228

For using special positions

Special positions are: sticky_left, sticky_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. For using this, please go to Module Manager and config your module to your desired position.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module (by postion: sticky_left/ stickey_right/ notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is using Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

E.g. Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'ico-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Brown Green Pink Violet
Layout Style
Select menu